- Erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik yang masuk ke rumah warga di wilayah Jabodetabek.
- Warga harus memakai pelindung diri, membatasi akses rumah, dan membersihkan abu menggunakan metode lembap.
- Pembersihan harus menghindari penyapuan kering, penggunaan kipas, dan pengaktifan AC agar abu tidak beterbangan.
Suara.com - Abu vulkanik yang terbawa angin dapat masuk ke rumah melalui celah pintu, jendela, ventilasi, maupun pakaian dan alas kaki yang digunakan dari luar.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek.
Endapan abu di lantai, furnitur, karpet, hingga peralatan rumah tangga tidak sebaiknya dibersihkan dengan cara sembarangan karena partikel tersebut dapat kembali beterbangan ke udara.
Cara membersihkan abu vulkanik yang masuk di dalam rumah perlu dilakukan secara bertahap untuk mengurangi paparan sekaligus mencegah abu menyebar ke bagian rumah yang sebelumnya sudah bersih.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah

Dikutip dari laman resmi United States Geological Survey (USGS), pembersihan bagian dalam rumah sebaiknya dilakukan setelah area luar rumah sudah dibersihkan agar abu tidak kembali terbawa masuk. Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
1. Gunakan pelindung sebelum membersihkan
Gunakan masker atau respirator sebelum memulai proses pembersihan karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel abu kembali masuk ke udara.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara khusus merekomendasikan respirator N95 yang disetujui NIOSH ketika membersihkan abu yang sudah masuk ke dalam rumah.
Gunakan pula pakaian berlengan panjang dan pelindung mata untuk mengurangi kontak abu dengan kulit dan mata.
2. Batasi akses keluar-masuk rumah
Selama proses pembersihan berlangsung, usahakan hanya menggunakan satu pintu sebagai akses keluar-masuk agar abu dari luar tidak kembali mengotori area yang sudah dibersihkan.
Sepatu dan pakaian yang terkena abu sebaiknya tidak langsung dibawa ke berbagai ruangan karena dapat menjadi sumber penyebaran abu di dalam rumah.
3. Bersihkan permukaan dengan metode lembap
Untuk lantai dan permukaan keras, gunakan kain atau pel yang telah dibasahi untuk menangkap abu tanpa membuatnya beterbangan.
USGS merekomendasikan metode pembersihan yang minim debu, seperti menggunakan air dan deterjen atau kain lembap, karena cara tersebut membantu mengurangi abu yang kembali masuk ke udara.
4. Gunakan vacuum untuk karpet dan furnitur
Karpet, sofa, atau permukaan lain yang tidak memungkinkan dibersihkan dengan kain basah dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner yang memiliki sistem penyaring partikel berkemampuan tinggi.
USGS merekomendasikan sistem vacuum dengan penyaringan efisiensi tinggi jika tersedia agar proses pengangkatan abu tidak justru meningkatkan penyebaran partikel di dalam ruangan.
5. Bersihkan abu yang menumpuk secara perlahan
Jika terdapat endapan abu yang cukup tebal di lantai, basahi terlebih dahulu sebelum mengangkatnya agar abu tidak mudah beterbangan.
Setelah itu, kumpulkan abu dan masukkan ke dalam wadah atau kantong yang sesuai untuk mencegahnya kembali tersebar.
6. Periksa ventilasi dan filter
Peralatan yang menarik atau mengalirkan udara, termasuk sistem pendingin dan ventilasi, perlu diperiksa setelah terjadi hujan abu.
CDC menyarankan mematikan unit pemanas, pendingin udara, dan kipas ketika kondisi memungkinkan serta membersihkan atau mengganti filter secara berkala agar abu tidak terus bersirkulasi di dalam rumah.
Hal yang Harus Dihindari
Membersihkan abu vulkanik tidak sama seperti membersihkan debu rumah biasa sehingga beberapa metode justru perlu dihindari.
1. Jangan menyapu abu dalam kondisi kering
Gerakan menyapu dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan meningkatkan kemungkinan terhirup.
2. Jangan meniup abu menggunakan udara bertekanan
Cara tersebut dapat membuat abu yang sudah mengendap kembali masuk ke udara dan menyebar ke bagian rumah lain.
3. Jangan menggunakan kipas saat membersihkan
Aliran udara dapat mengangkat kembali partikel abu dan membuat proses pembersihan menjadi kurang efektif.
4. Hindari menggosok permukaan terlalu keras
USGS menjelaskan bahwa abu vulkanik bersifat keras dan abrasif sehingga gesekan berlebihan dapat menggores permukaan tertentu.
5. Jangan langsung menghidupkan AC
Sebagiknya Anda tidak langsung menghidupkan AC atau sistem ventilasi yang mengambil udara dari luar. Abu dapat masuk melalui saluran tersebut dan kembali beredar di dalam rumah, sehingga filter perlu diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu.