Suara.com - Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev telah menandatangani proyek pembangunan jembatan di Selat Kerch, daerah perbatasan antara ujung timur Kriema, Ukraina, dengan wilayah Rusia. Pembangunan jembatan dimaksudkan agar Rusia dapat lebih mudah menempatkan pasukannya di wilayah Ukraina.
"Saya telah menandatangani surat perintah untuk pembangunan jembatan di Selat Kerch," kata Medvedev seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/3/2014).
Kabar tersebut langsung mendapat respon dari Amerika Serikat (AS). Dikabarkan, Wakil Presiden AS Joe Biden menelepon Medvedev soal proyek tersebut.
Belum diketahui secara pasti soal pembicaraan tersebut. Diduga Joe Biden tengah melobi Medvedev untuk tidak meningkatkan aktivitas militer di wilayah Ukraina.
Sebelumnya, pihak Rusia juga telah menambah pasukannya di Kota Krimea, Ukraina, Senin (3/3/2014) waktu Indonesia Barat. Sedikitnya 10 helikopter tempur dan 8 pesawat kargo telah mendarat di semenanjung Laut Hitam.
Selain itu, empat kapal perang Rusia juga telah tampak di Pelabuhan Sevastopol sejak Sabtu (2/3/2014). (Reuters)