Psikolog Forensik Sebut Emon Bukan Paedofilia

Ardi Mandiri Suara.Com
Jum'at, 09 Mei 2014 | 07:57 WIB
 Psikolog Forensik Sebut Emon Bukan Paedofilia
Ilustrasi anak korban pelecehan seksual (Shutterstock)

Suara.com - Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menyebut, tersangka kasus dugaan sodomi terhadap ratusan anak di Sukabumi, Jawa Barat, AS alias Emon, tidak bisa digolongkan seorang paedofilia. Menurutnya, aksi Emon hanya tergolong tindakan kekerasan seksual kepada anak.

"Perilaku Emon kepada anak-anak diduga karena konpensasi akibat perasaan takut, kebencian dan kemarahan tersangka. Karena informasinya, Emon pernah beberapa kali menjadi korban kekerasan seksual," kata Reza kepada wartawan, Kamis, (8/5/2014).

Dia menjelaskan, kekerasan seksual kepada anak berbeda dengan paedofilia. Paedofilia adalah ketertarikan seksual seorang dewasa terhadap anak-anak. Disebabkan beberapa faktor, seperti kecenderungan memiliki rasa ketertarikan yang berlebih kepada anak.

"Tapi kalau kekerasan seksual kepada anak, biasanya si pelaku memiliki alat kelamin yang tidak sempurna, sehingga tidak mempunyai kesempatan atau pilihan untuk melampiaskan secara umum hasrat seksualnya seperti kepada pekerja seks komersial," katanya.

Karena itu, ujar Reza, perilaku menyimpang Emon lebih kepada pelampiasan kepada anak-anak yang menjadi objek penggantinya.

"Jadi bisa dikatakan perilaku tersangka itu terdorong karena faktor situasi. Dan yang paling kuat ada rasa balas dendam karena si Emon pernah menjadi korban kekerasa seksual sebelumnya," katanya.

"Kenapa saya menyebut Emon bukan seorang pedofilia, karena dari pantauan saya tersangka merasa malu, jijik dan marah yang ditandakan dengan cara Emon mengumpulkan nama-nama anak dalam bukunya sebagai rasa kemenangan dirinya yang telah berhasil mendominasi aksi balas dendamnya tersebut," lajutnya.

Reza menduga bahwa Emon melakukan kekerasan seksual terhadap anak karena mereka lemah dan mudah dieksploitasi, serta dibungkam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ritanenny, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah Emon seorang pedofilia atau bukan. Untuk menetapkan seseorang sebagai pedofilia harus menempuh penelitian yang cukup panjang, melalui proses uji psikologi dan psikitris.

"Maka dari itu, berkaca kepada kasus Emon yang telah melakukan pelecehan seksual dan sodomi kepada anak-anak pihaknya akan melakukan penelitian terlebih dahulu dan mencari rekam jejak Emon semasa kecilnya," kata Rita. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI