Elektabilitas Prabowo Meningkat Karena Anomali Kelas Menengah

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2014 | 15:48 WIB
Elektabilitas Prabowo Meningkat Karena Anomali Kelas Menengah
Capres nomor urut satu Prabowo Subianto. [Antara/Prasetyo Utomo]

Suara.com - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kampanye fitnah efektif mempengaruhi elektabilitas calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo yang terus menurun.

Beberapa waktu lalu Jokowi diserang kampanye fitnah menyangkut isu SARA seperti Jokowi keturunan Tionghoa dan Kristen serta anti-islam.

"Kampanye hitam terkait isu Kristen dan Tionghoa ternyata efektif menurunkan elektabilitas Jokowi," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Menurut Burhanuddin, tren Jokowi masih unggul namun dukungan antara Jokowi dengan pesaingnya, Prabowo semakin mengecil karena elektabilitas Prabowo justru semakin meningkat.

"Elektabilitas Prabowo tidak terganggu dengan isu pelanggaran HAM. Elektabilitasnya lebih tinggi di kalangan masyarakat yang tahu tentang isu pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan Prabowo dibandingkan dengan yang tidak tahu dan kebanyakan dari mereka yang tahu itu adalah kalangan kelas menengah," jelas Burhanuddin.

"Bagi kalangan kelas menengah itu artinya isu pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan Prabowo tidak penting untuk jadi pertimbangan. Ini yang saya sebut anomali kelas menengah," tambahnya.

Dalam survei top of mind, Jokowi masih unggul namun posisi Prabowo semakin mendekat. Elektabilitas Jokowi turun dari survei bulan Maret 2014, yang saat itu mendapatkan 32,5 persen, sementara Prabowo pada saat itu baru di angka 11,4 persen. Lalu elektabilitas Jokowi turun lagi sebesar 31,8 persen sedangkan Prabowo menyusul di bawahnya dengan 19,8 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Komentari Kemeja Jokowi yang Itu-itu Saja

Warga Komentari Kemeja Jokowi yang Itu-itu Saja

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 14:59 WIB

Gugatan Wanprestasi Kontrak Politik Jokowi Disidangkan Selasa Depan

Gugatan Wanprestasi Kontrak Politik Jokowi Disidangkan Selasa Depan

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 13:25 WIB

Istilah Tol Laut Jokowi Dinilai Salah Kaprah

Istilah Tol Laut Jokowi Dinilai Salah Kaprah

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 13:05 WIB

Prajurit TNI Tak Boleh Main-Main di Area Politik Praktis

Prajurit TNI Tak Boleh Main-Main di Area Politik Praktis

News | Rabu, 18 Juni 2014 | 12:16 WIB

Terkini

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:39 WIB

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:36 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:01 WIB

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:58 WIB

Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror

Para Pembela Andrie Yunus Mulai Terima Ancaman Teror

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:57 WIB