Tarif Parkir Kawasan Macet Malang Diusulkan Naik 200 Persen

Arsito Hidayatullah

Rabu, 13 Agustus 2014 | 07:20 WIB
Tarif Parkir Kawasan Macet Malang Diusulkan Naik 200 Persen
Salah satu ikon Kota Malang (Foto: halomalang.com)

Suara.com - Legislator Kota Malang mengusulkan tarif parkir di sejumlah titik kawasan macet perlu dinaikkan, bahkan bisa mencapai 200 persen dari tarif saat ini sebesar Rp1.000 menjadi Rp3.000 untuk kendaraan roda dua.

Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Arif Wahyudi, di Malang, Rabu mengatakan untuk mengatasi keruwetan dan kemacetan di titik-titik tertentu perlu ada regulasi tarif parkir khusus dan harus lebih mahal daripada tarif pada umumnya.

"Saat ini, regulasi terkait parkir tersebut sudah ada, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha, namun belum ada klausul khusus yang mengatur tarif parkir di sepanjang jalan protokol maupun kawasan padat kendaraan, seperti di area Pasar Besar Malang," kata politisi dari PKB tersebut.

Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2011, disebutkan bahwa tarif parkir untuk kendaraan roda dua sebesar Rp1.000, kendaraan roda empat seperti sedan, pikap, jeep sebesar Rp2.000, dan kendaraan besar seperti bus, truk, serta minibus sebesar Rp4.000.

Arif mengatakan pihaknya siap menggodok regulasi khusus tesrebut, yakni merevisi Perda Nomor 2 Tahun 2011 dan merancang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang revisi tarif parkir di kawasan khusus tersebut.

Selain merevisi regulasi, lanjutnya, Pemkot Malang juga perlu membuat lahan khusus parkir di titik-titik tertentu untuk mengurangi kemacetan dan keruwetan arus lalu lintas di daerah itu. "Sebelumnya wali kota memang pernah mewacakan pembangunan area khusus parkir di kawasan ALun-alun Merdeka, namun sampai saat ini belum pernah dibahas di dewan, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini bisa teralisasi," katanya.

Menanggapi usulan dari wakil rakyat tersebut, Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Malang Mohammad Syamsul Arifin, menyatakan persetujuannya. "Menaikkan tarif parkir di titik-titik tertentu tersebut cukup bagus, namun harus disertai dengan pengawasan yang cukup ketat," tegasnya.

Untuk mengawasi titik-titik parkir yang mencapai 540 lebih itu, katanya, diperlukan tambahan personel, sebab saat ini Dishub hanya memiliki empat personel pengawas parkir. Paling tidak, untuk mengawasi area parkir di wilayah Kota Malang dibutuhkan sekitar 20 orang petugas.

Ia mengaku dirinya sudah mengajukan tambahan pengawas parkir tersebut, namun sampai sekarang belum disetujui. Karena minimnya petugas pengawas tersebut, Dishub menyiasatinya berdasarkan kecamatan, namun ada dua kecamatan yang diawasi oleh satu orang petugas, yakni Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru.

Sebenarnya, kata Syamsul, kemacetan lalu lintas di sejumlah titik, khususnya di kawasan Pasar Besar, bukan hanya disebabkan adanya kegiatan bongkar muat barang, tapi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan tersebut juga memicu kemacetan.

"Karena banyaknya PKL yang berjualan di ruas jalan, lahan untuk parkir terdesak dan menjadi sempit. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi ruwet dan macet," ujarnya.

Titik-titik kemacetan di wilayah Kota Malang, selain di kawasan Pasar Besar, juga terjadi di Jalan Mayjen Haryono, Jalan Veteran, Jalan Gajayana, Jalan Soekarno Hatta, Jalan A Yani hingga Jalan Basuki Rachmad, serta Jalan Kawi. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Truk Tabrak Pembatas Jalan di Slipi, 5 Koridor dan 3 Rute Pengumpan Transjakarta Terdampak

Truk Tabrak Pembatas Jalan di Slipi, 5 Koridor dan 3 Rute Pengumpan Transjakarta Terdampak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Mabes Polri Abaikan Duka Kanjuruhan? JPW Desak Evaluasi Jabatan Kombes Ferli Hidayat

Mabes Polri Abaikan Duka Kanjuruhan? JPW Desak Evaluasi Jabatan Kombes Ferli Hidayat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Pramono Kejar Jalan Tembus Kelapa GadingPulo Gadung, Ditargetkan Tuntas 2027

Pramono Kejar Jalan Tembus Kelapa GadingPulo Gadung, Ditargetkan Tuntas 2027

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

Eks Kapolores Malang Diangkat Jadi Koorspripim Polri, Pengamat: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Ini yang Dilakukan Ferli Hidayat Saat Tragedi Kanjuruhan: Dulu Dicopot Sekarang Jadi Petinggi Polri

Ini yang Dilakukan Ferli Hidayat Saat Tragedi Kanjuruhan: Dulu Dicopot Sekarang Jadi Petinggi Polri

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×