Surat ISIS Kepada Keluarga James Foley Dibuka ke Publik

Liberty Jemadu

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 09:03 WIB
Surat ISIS Kepada Keluarga James Foley Dibuka ke Publik
Jurnalis AS, James Foley. (Reuters/Louafi Larbi).

Suara.com - GlobalPost, media online yang mempekerjakan James Foley, wartawan AS yang diduga telah dipenggal oleh Negara Islam (NI) atau ISIS, mempublikasikan email yang dikirim oleh kelompok militan tersebut kepada keluarga Foley.

Media yang bermarkas di Boston, AS itu pada Kamis (21/8/2014), mengatakan bahwa keluarga Foley sudah sepakat untuk membuka email dari NI itu kepada publik.

"Kami memilih untuk menerbitkannya secara lengkap demi transparansi dan untuk membeberkan kisah Jim secara utuh. Kami yakin surat itu akan menunjukkan motivasi dan taktik dari Negara Islam," tulis GlobalPost.

Adapun surat itu diterima keluarga Jim, demikian James akrab disapa, pada 12 Agustus, sepekan sebelum video pembunuhan sadis atas Jim beredar di media sosial.

Dalam email itu NI menulis bahwa itu adalah pesan "bagi pemerintah Amerika dan warga negaranya yang seperti domba".

"Kalian sudah diberi banyak kesempatan untuk bernegosiasi soal pembebasan warga kalian melalui transaksi tunai seperti yang telah disetujui oleh negara-negara lain," tulis NI dalam email itu.

Kelompok itu juga menawarkan pertukaran tahanan dengan "orang-orang Islam yang sedang berada dalam tahanan kalian."

Sementara itu, GlobalPost juga mengatakan bahwa keluarga Foley tidak diberikan kesempatan untuk bernegosiasi oleh NI.

"Setelah lebih dari setahun tidak berhubungan, keluarga Foley menerima kabar dari penculik Jim pada 26 November 2013. Mereka meminta uang," beber GlobalPost.

"Setelah para militan membuktikan bahwa mereka menahab Jim, mereka meminta tebusan senilai 100 juta euro (sekitar Rp1,55 triliun) atau pemerintah AS harus membebaskan sejumlah tahanan," imbuh GlobalPost.

Setelah itu, keluarga Foley tidak lagi menerima kabar dari penculik Jim sampai muncul lagi surat serupa pada Agustus ini.

Menurut direktur GlobalPost, Phil Balboni, keluarga Foley meneruskan surat dari NI itu ke pemerintah AS. Ia juga mengatakan bahwa polisi federal AS (FBI) ikut membantu menyusun surat balasan, yang isinya agar NI berbelaskasihan kepada Jim. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Tua James Foley: Dia Akhirnya Bebas

Orang Tua James Foley: Dia Akhirnya Bebas

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 16:42 WIB

ISIS Pernah Minta Tebusan Rp1 Triliun untuk James Foley

ISIS Pernah Minta Tebusan Rp1 Triliun untuk James Foley

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 13:39 WIB

Jadi Sandera ISIS, Nyawa Wartawan Majalah TIME di Ujung Tanduk

Jadi Sandera ISIS, Nyawa Wartawan Majalah TIME di Ujung Tanduk

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 11:19 WIB

SBY: Pembantaian Wartawan Amerika oleh ISIS Mempermalukan Islam

SBY: Pembantaian Wartawan Amerika oleh ISIS Mempermalukan Islam

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 09:56 WIB

James Foley Pernah Hampir Diselamatkan Pasukan Khusus AS

James Foley Pernah Hampir Diselamatkan Pasukan Khusus AS

News | Kamis, 21 Agustus 2014 | 09:45 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×