Mahasiswi Indonesia Bangun "Beranilawanmafia.com"

Ruben Setiawan

Senin, 15 September 2014 | 04:15 WIB
Mahasiswi Indonesia Bangun "Beranilawanmafia.com"
Presiden terpilih Joko Widodo. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sejumlah mahasiswi Indonesia di Singapura meluncurkan situs www.beranilawanmafia.com, sebagai aksi mengajak masyarakat mengawal pengelolaan sumber daya alam Tanah Air dan melawan mafia migas.

"Situs ini dibuat untuk menyelamatkan empat miliar barel minyak dari tangan para mafia migas. Mafia yang paling berbahaya bukanlah mafia penyelundup, melainkan mafia yang terlibat dalam pembuatan regulasi terkait sumber daya energi dan mineral," ujar perwakilan mahasiswi Indonesia di Singapura, Putri Pertiwi melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (14/9/2014).

Putri mengatakan, Indonesia seharusnya lebih kaya dan lebih makmur dari Singapura, karena sumber daya alamnya melimpah, namun faktanya Singapura dengan lahan dan sumber daya alam terbatas, mampu lebih makmur.

"Bahkan harga BBM di Indonesia mengikuti harga BBM Internasional, pasti ada yang salah pada pengelolaan sumber daya alam kita," kata dia.

Putri menilai keinginan kuat Presiden terpilih Joko Widodo untuk memberikan perubahan bagi rakyat Indonesia dengan membenahi pengelolaan sumber daya alam sepatutnya didukung dengan cara memilih figur yang tepat untuk posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Untuk saat ini fokus kami di satu kementerian saja (Kementerian ESDM), dan terkait langsung dengan program utama Jokowi dalam memberantas mafia migas. Untuk mafia hutan, mafia lingkungan hidup, mafia hukum dan lainnya kami sedang persiapkan untuk diangkat juga," jelasnya.

Menurut Putri, laman tersebut akan dipakai untuk menyeleksi figur-figur yang tepat memimpin kementerian ESDM ke depan. Namun, tidak dijelaskan secara rinci bagaimana mekanisme penyeleksian yang akan dipakai Putri dan kawan-kawannya.

Pengamat politik Jerry Sumampauw menilai bahwa apa yang dilakukan Putri patut diapresiasi dan jarang terjadi mahasiswi Indonesia di luar negeri yang peduli atas kondisi bangsanya sendiri.

"Ini patut diapresiasi. Apa yang dilakukan putri dan kawan-kawan saya rasa bentuk kepedulian seorang anak bangsa yang mampu mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri terhadap kondisi bangsanya," kata Jerry. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Migas Dinilai Tidak Efektif

Pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Migas Dinilai Tidak Efektif

News | Minggu, 14 September 2014 | 15:25 WIB

Wamen ESDM: Pelaku Pencurian Minyak Harus Dihukum Berat

Wamen ESDM: Pelaku Pencurian Minyak Harus Dihukum Berat

Bisnis | Sabtu, 13 September 2014 | 00:33 WIB

IMC Ingatkan Jokowi Jangan Akrab dengan Mafia Migas

IMC Ingatkan Jokowi Jangan Akrab dengan Mafia Migas

News | Jum'at, 12 September 2014 | 17:07 WIB

Jero Wacik Korupsi, Laporan Keuangan Kementerian ESDM dapat Opini Terbaik

Jero Wacik Korupsi, Laporan Keuangan Kementerian ESDM dapat Opini Terbaik

Bisnis | Jum'at, 12 September 2014 | 13:34 WIB

Soal Impor Migas, Selama Ini Pemerintah Diremehkan Mafia

Soal Impor Migas, Selama Ini Pemerintah Diremehkan Mafia

Bisnis | Sabtu, 06 September 2014 | 16:32 WIB

Hanya 7 Persen Anggota Komisi Energi DPR yang Paham soal Migas

Hanya 7 Persen Anggota Komisi Energi DPR yang Paham soal Migas

Bisnis | Sabtu, 06 September 2014 | 14:12 WIB

Terkini

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

Aparat Jebol Pertahanan Massa Hotel Sultan, Provokator Diamankan dan Tamu Dievakuasi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:12 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:00 WIB

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:05 WIB

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB