Miliarder Rusia Jadi Tahanan Rumah, Pengamat Cium "Aroma Politik"

Arsito Hidayatullah

Rabu, 17 September 2014 | 18:46 WIB
Miliarder Rusia Jadi Tahanan Rumah, Pengamat Cium "Aroma Politik"
Bos grup perusahaan Sistema asal Rusia, Vladimir Yevtushenkov, saat di St Petersburg, beberapa waktu lalu. [Reuters/Sergei Karpukhin]

Suara.com - Pihak penyidik Rusia pada Selasa (16/9/2014) waktu setempat mengumumkan bahwa mereka telah memberi status tahanan rumah kepada bos grup perusahaan Sistema, Vladimir Yevtushenkov. Dia disebut telah dijadikan tersangka dalam kasus pencucian uang. Sementara itu, tokoh grup pengusaha menilai ada motif politis di balik perkembangan ini.

Sebagaimana ditulis Reuters, sangkaan terhadap Yevtushenkov diberikan terkait akuisisi saham perusahaan minyak Bashneft. Langkah penyidik ini juga mengikuti perintah pengadilan pada awal tahun ini yang melarang Sistema menjual saham-sahamnya di Bashneft, seiring dengan investigasi kasus yang sejauh ini terus dibantah keterlibatannya oleh pihak Sistema.

Komite Investigasi Federal Rusia menyatakan bahwa mereka tengah menelusuri kasus kriminal terkait pencurian saham-saham di perusahaan minyak di Bashkortostan, sebuah wilayah republik di Rusia.

"Para penyidik memiliki alasan yang cukup untuk meyakini bahwa Pimpinan Dewan Direksi Sistema, Vladimir Yevtushenkov, terlibat dalam melegalkan properti yang telah diambil melalui jalan kriminal. Hari ini dia disangkakan terlibat dalam pencucian uang," ungkap Komite tersebut melalui pernyataan di situsnya.

Pihak Sistema sendiri, yang diketahui juga mengontrol operator seluler terbesar Rusia yaitu MTS, sejauh ini menganggap tuduhan-tuduhan itu tanpa dasar. Sementara itu, sejumlah pengamat melontarkan kecurigaan, terutama setelah adanya spekulasi bahwa Rosneft, produsen minyak terbesar Rusia yang dikontrol pemerintah dan dikelola sekutu Vladimir Putin yakni Igor Sechin, konon berminat membeli Bashneft.

Salah satu pandangan itu muncul dari Alexander Shokhin, pimpinan Federasi Industrialis dan Pengusaha Rusia (RSPP), grup besar yang mengontrol dua pertiga perekonomian Rusia. Dia membandingkan kasus ini dengan kasus eks-raksasa perminyakan, Yukos, yang mantan pemiliknya, Mikhail Khodorkovsky, harus bermasalah hukum dengan Kremlin.

"Tidak diragukan, ini benar-benar mirip 'Yukos 2.0', karena sangkaan yang diberlakukan pada bos perusahaan yang telah membayar US$2,5 miliar untuk aset-aset yang kini malah dituduh mencuri saham dan melakukan pencucian uang," ungkap Shokhin, sebagaimana dikutip kantor berita RIA.

Khodorkovsky yang dulunya pernah jadi orang terkaya di Rusia, diketahui ditangkap oleh aparat bersenjata pada tahun 2003, sebelum akhirnya dinyatakan bersalah dalam kasus pencurian dan permainan pajak pada 2005. Yukos yang sempat bernilai US40 miliar, lantas dipecah-pecah dan dinasionalisasi, dengan sebagian besar asetnya diserahkan ke Rosneft.

Terkait spekulasi itu, pihak Kremlin pun segera melontarkan sanggahan. Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa pengaitan status tersangka Yevtushenkov dengan motif politik merupakan sebuah hal absurd.

"Itu jelas tidak benar dan absurd, mencoba mengaitkan dan mewarnai kisah ini dengan warna-warna politik tertentu," ujarnya. [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun

Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Trump Bakal Longgarkan Sanksi bagi Rusia, Harga Minyak Dunia Terkoreksi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Torehkan Sejarah, Rosatom dan Indonesia Sepakati Ekspor Listrik Nuklir Terapung Perdana di Dunia

Torehkan Sejarah, Rosatom dan Indonesia Sepakati Ekspor Listrik Nuklir Terapung Perdana di Dunia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Hubungan Dagang Indonesia-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS, Naik 21,6%

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Jumpa Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang & Ekonomi Bilateral

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

Rusia Gempa 6,9 Magnitudo, Ancaman Tsunami di Indonesia?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×