UNICEF: Lindungi Anak-anak dari Konflik

Angelina Donna Suara.Com
Sabtu, 08 November 2014 | 16:53 WIB
UNICEF: Lindungi Anak-anak dari Konflik
Pengungsi Suriah di kamp pengungsian di perbatasan Suruq, Jumat (7/11/2014) (Reuters/Yannis Behrakis)

Suara.com - Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani masalah anak-anak (UNICEF ), meminta semua pihak yang terlibat konflik agar menjauhkan anak-anak dari tempat berbahaya.

Pernyataan ini dikeluarkan UNICEF, Jumat (7/11/2014) waktu setempat setelah serangan mematikan terhadap sekolah di Ukraina dan Suriah pada pekan ini.

Badan PBB tersebut menyatakan serangan tersebut sebagai "kenangan mengerikan" yang harus dibayar generasi muda akibat perang.

Sebelumnya, Hanaa Singer, Wakil UNICEF di Suriah mengatakan bom mortir menghantam satu sekolah dasar pada Rabu (5/11/2014) di Kabupaten Qaboun di bagian timur Damaskus, menewaskan sedikitnya 11 anak kecil dan melukai banyak lagi.

Serangan di Qaboun merupakan serangan terakhir dari serangkaian serangan membabi-buta terhadap sekolah, guru dan murid. Dalam sembilan bulan pertama 2014 saja, PBB di Suriah telah mencatat sedikitnya terdapat sebanyak 35 peristiwa semacam itu, yang menewaskan 105 anak kecil dan melukai 293 anak lainnya.

"Jumlah sebenarnya pasti jauh lebih banyak. Ada petunjuk serangan di beberapa daerah mungkin telah dilakukan dengan sengaja," kata Singer.

Ia menyampaikan simpatinya yang paling dalam kepada keluarga anak kecil yang telah kehilangan nyawa mereka atau telah cedera.

Masih pada hari yang sama, dua anak lagi tewas dan empat anak cedera di Ukraina, ketika satu bom artileri menghantam lapangan olah raga sekolah di Kota Donetsk.

Wakil UNICEF Christophe Boulierac mengatakan pihaknya prihatin dengan jatuhnya korban jiwa itu dan menyampaikan simpati kepada keluarga anak-anak tersebut.

Boulierac menekankan UNICEF telah berulangkali menyerukan semua pihak dalam konflik itu agar memikul tanggung jawab bersama untuk melindungi anak-anak, sekolah dan prasarana sipil lain saat terjadi konflik.

Sekolah mesti menjadi zona perdamaian dan tempat aman agar anak-anak bisa belajar tanpa takut kehilangan nyawa atau cedera, katanya.

Ia mengingatkan semua pihak, dalam setiap konflik memiliki kewajiban khusus berdasarkan hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional untuk memberi perlindungan khusus buat anak-anak. (Xinhua/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI