Delapan Orang Divonis Mati Atas Kekerasan di Xinjiang

Arsito Hidayatullah

Senin, 08 Desember 2014 | 19:45 WIB
Delapan Orang Divonis Mati Atas Kekerasan di Xinjiang
Gambar di media sosial Cina terkait aksi penyerangan di pasar Urumqi pada Mei lalu. [Weibo]

Suara.com - Sebanyak enam orang hari ini divonis hukuman mati atas aksi penyerangan di sebuah pasar di Urumqi, Provinsi Xinjiang, sebelah barat Cina, pada Mei 2014 lalu. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 39 orang.

Sementara itu, dalam persidangan yang sama dengan kasus berbeda, dua orang lainnya juga divonis hukuman mati atas aksi penyerangan di stasiun kereta Urumqi, April lalu. Peristiwa yang menewaskan satu orang ini sendiri terjadi usai kunjungan Presiden Xi Jinping ke Urumqi pada 30 April, di mana para pelaku mengamuk menggunakan pisau dan meledakkan bom.

Sebagaimana diberitakan BBC, Senin (8/12/2014), dalam kasus di pasar Urumqi, sebanyak dua orang lainnya divonis hukuman mati tertunda, yang biasanya berarti harus menghabsikan seumur hidupnya di penjara. Sementara untuk kasus di stasiun kereta, tiga orang mendapatkan vonis serupa.

Dalam aksi di pasar Urumqi sendiri, mereka yang divonis hukuman mati dianggap ikut merancang dan membantu penyerangan tersebut. Para penyerang menabrakkan dua mobil ke tengah khalayak di pasar saat itu, serta melemparkan beberapa bom yang menewaskan puluhan orang. Kejahatan yang didakwakan pada mereka tercatat mulai dari terlibat organisasi teroris, penggunaan peledak, hingga korupsi.

Insiden pada bulan-bulan itu sendiri telah mendorong pemerintah Cina melancarkan operasi khusus selama setahun, terutama demi menyasar apa yang mereka sebut sebagai kelompok teroris pendukung separatisme di Xinjiang. Wilayah itu dikenal didiami kaum minoritas Uyghur yang beragama Islam.

Namun, sejak pemerintah Cina mencanangkan operasi tersebut, sejumlah kekerasan lainnya justru telah terjadi, dengan sekitar 200 orang tewas dan berujung pula pada puluhan orang yang ditangkap dan dihukum mati. Tahun 2009 lalu, beberapa kekerasan di Urumqi juga sudah mencatatkan setidaknya 200 korban tewas.

Pemerintah Cina mengklaim serius membangun kawasan itu, namun di sisi lain masyarakat Uyghur menilai mereka justru terus ditekan dan kebudayaannya coba dihilangkan. Itulah yang selama ini menyebabkan senantiasa terjadi bentrok antara warga Uyghur dan bangsa Han khususnya di sana, meski pemerintah Cina sendiri kerap berusaha menutupinya. [BBC]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!

Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 14:59 WIB

Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life

Mengeksplorasi Tradisi dan Budaya Kota Xinjiang Lewat Drama Bloom Life

Your Say | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:15 WIB

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:53 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB

Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi

Sering Terjadi Penembakan, Australia Godok Aturan Jaga Ketat Perayaan Orang Yahudi

News | Kamis, 30 April 2026 | 14:24 WIB

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

Polisi Inggris Nyatakan Penusuk Yahudi Sebagai Teroris, Ini Identitas Pelaku

News | Kamis, 30 April 2026 | 09:50 WIB

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:53 WIB

Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?

Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:43 WIB

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:37 WIB

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:34 WIB

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:29 WIB

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

Tiyo Ardianto Sebut Pelaporan Dirinya Jadi Ajang Cari Muka ke Presiden Prabowo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:28 WIB

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

John Lennon hingga Tulkuyem: Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran Demi Muluskan Suap Tambang!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:23 WIB

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

Cerita Menegangkan Jurnalis Venezuela Terjebak di Lift saat Gempa Bumi, Tambah Kaget Lihat Medsos

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

Laporan Awal, 32 Orang Tewas karena Gempa Bumi Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:15 WIB

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah Rp4,9 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:14 WIB