Kisah Penyelamat "Sniper" AS yang Bernasib Malang

Ruben Setiawan

Rabu, 21 Januari 2015 | 04:45 WIB
Kisah Penyelamat "Sniper" AS yang Bernasib Malang
Ilustrasi penembak jitu/ sniper. (Shutterstock)

Suara.com - Idealnya, menolong orang dapat membawa kebaikan bagi seseorang. Namun, tak jarang pula malah justru memberikan masalah baru bagi si penolong.

Hal itulah yang dialami Mohammad Gulab, seorang warga desa di Afghanistan. Menolong seorang penembak jitu pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), SEAL, Gulab justru jadi target pembunuhan Taliban.

Semua berawal pada tahun 2005, ketika seorang penembak jitu Navy SEAL, Marcus Luttrell dan tiga rekannya disergap pasukan Taliban di Afghanistan. Pertempuran sengit menewaskan ketiga rekan Luttrell.

Meski mengalami patah tulang punggung dan luka pecahan peluru pada sekujur tubuhnya, Luttrell jadi satu-satunya yang selamat. Beruntung, seorang warga desa yang baik hati menolong Luttrell. Si warga desa, yang tak lain adalah Gulab, kemudian membawa Luttrell ke rumahnya dan menyembunyikannya sampai pasukan bantuan AS datang menjemputnya.

Kisah Gulab dan Luttrell diangkat dalam sebuah film Hollywood berjudul Lone Survivor. Luttrell sendiri juga merupakan rekan dari Chris Kyle, penembak jitu SEAL yang kisahnya juga diangkat ke dalam film American Sniper.

Jadi pahlawan bagi Amerika Serikat karena menolong Luttrell, namun tak demikian halnya bagi Taliban. Kehidupan Gulab menjadi kian berat usai dirinya menolong si penembak jitu.

Ia harus meninggalkan kampung halamannya demi menghindar dari kejaran Taliban. Bahkan, ia pernah hampir tertangkap dan tertembak di bagian kakinya.

Kini, Gulab ingin pindah ke Amerika. Ia merasa, hanya di negara itu saja dirinya bisa aman. Namun, masuk ke Amerika tak semudah membalikkan telapak tangan.

Meski sudah menolong salah satu tentaranya, pemerintah Amerika Serikat tak begitu saja mengabulkan permintaan Gulab. Apalagi jika bukan lantaran birokrasi yang sulit dan lambat bagi seorang seperti Gulab yang notabene berasal dari negara konflik.

Kini, kasus Gulab ditangani Michael Wildes, pengacara yang menangani urusan keimigrasian. Ia membantu Gulab mendapat izin tinggal di Amerika Serikat secara cuma-cuma.

Menurut Wildes, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan apakah akan merelokasi Gulab ke Amerika Serikat atau negara lain. Namun, sebelum itu terjadi, tambah Wildes, AS harus terlebih dahulu meminta izin dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membawa Gulab ke AS. (News.com.au/New York Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian

Piala Dunia 2026 Tidak Aman? Viral Foto Sniper Mengintai dari Ketinggian

Bola | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:45 WIB

Pengamanan Super Ketat Inggris di Piala Dunia 2026: Dari Sniper hingga Teknologi Anti Drone

Pengamanan Super Ketat Inggris di Piala Dunia 2026: Dari Sniper hingga Teknologi Anti Drone

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 07:34 WIB

Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!

Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly

5 Drama China dengan Romansa Beda Usia yang Manis, Terbaru Sniper Butterfly

Your Say | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:10 WIB

Liburan Makin Seru! Ini 5 Drama China Baru yang Siap Temani Akhir Tahunmu

Liburan Makin Seru! Ini 5 Drama China Baru yang Siap Temani Akhir Tahunmu

Your Say | Rabu, 03 Desember 2025 | 18:50 WIB

Sinopsis Sniper Butterfly, Drama Terbaru Michelle Chen dan Daniel Zhou

Sinopsis Sniper Butterfly, Drama Terbaru Michelle Chen dan Daniel Zhou

Your Say | Jum'at, 28 November 2025 | 10:16 WIB

Viral Honda Vario Jadi 'Senjata' buat Bidik Sniper saat Demo, Intip Rahasianya

Viral Honda Vario Jadi 'Senjata' buat Bidik Sniper saat Demo, Intip Rahasianya

Otomotif | Senin, 01 September 2025 | 18:15 WIB

5 Tips dan Trik Sniper di Free Fire, Raih Booyah dari Posisi Aman!

5 Tips dan Trik Sniper di Free Fire, Raih Booyah dari Posisi Aman!

Tekno | Sabtu, 26 April 2025 | 14:50 WIB

ICJR Kecam Keras Penempatan Sniper Saat Arus Mudik Lebaran 2025: Berpotensi Extrajudicial Killing

ICJR Kecam Keras Penempatan Sniper Saat Arus Mudik Lebaran 2025: Berpotensi Extrajudicial Killing

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 21:26 WIB

Terkini

IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:04 WIB

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:00 WIB

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:50 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:47 WIB

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:37 WIB

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:05 WIB

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:56 WIB

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB

×