Miris, Kehidupan Warga Gaza di Tenda Darurat

Ruben Setiawan

Jum'at, 20 Februari 2015 | 03:45 WIB
Miris, Kehidupan Warga Gaza di Tenda Darurat
Seorang bocah Gaza mengintip dari balik plastik dalam tenda pengungsiannya. (Reuters/Mohammed Salem)

Suara.com - Kehidupan warga Palestina di Gaza, belum pulih pascakonflik Hamas-Israel yang memporakporandakan tempat tinggal mereka, bulan Juli tahun lalu. Hingga saat ini, ratusan ribu keluarga masih jadi pengungsi di negeri mereka sendiri karena rumah mereka luluh lantak dibombardir Israel.

Lansiran Reuters, sekitar 150.000 kepala keluarga tidak punya tempat tinggal. Upaya perbaikan dan renovasi rumah terhambat, lantaran kebijakan Israel yang membatasi impor semen, batu bata, batang besi, dan material bahan bangunan lainnya masuk ke Gaza. Israel menganggap, material semacam itu dapat dipakai Hamas untuk membangun kembali terowongan bawah tanah yang bisa mereka pergunakan untuk melakukan serangan ke wilayah Israel.

Alhasil, warga, juga organisasi bantuan kemanusiaan yang ada di Gaza harus memutar otak. Merekapun memilih memanfaatkan sisa-sisa reruntuhan rumah untuk membangun tempat tinggal darurat ketimbang menunggu material bangunan yang tak jelas kapan akan tersedia.

"Kami merancang tempat-tempat berlindung dengan material lain sehingga bisa menampung keluarga pengungsi sebanyak-banyaknya," kata Matt McGarry, salah satu relawan organisasi kemanusiaan di Gaza.

Pihaknya mengaku telah membangun 70 unit rumah darurat di antara puing-puing bangunan yang hancur di Khan Youniz, sebuah kota yang terletak di Gaza bagian selatan. Sedikitnya, sudah ada 40 keluarga yang pindah ke rumah-rumah tersebut. Rencananya, mereka akan membangun sekitar 100 unit lagi.

Sementara itu, masih banyak yang memilih tinggal di rumah darurat buatan mereka sendiri dan bertahan di bawah guyuran hujan lebat serta suhu udara dingin. Rumah darurat mereka bangun dengan material seadanya.

"Ini hanya sementara, tidak ada yang senyaman tinggal di dalam rumah batu bata," kata Maryam Baraka, seorang warga Khan Youniz.

Kelangkaan material bangunan membuat harga meroket. Harga satu sak semen saja, mencapai 100 shekel atau sekitar Rp322 ribu, atau empat kali lebih mahal dari harga normal. Warga yang masih punya cukup uang untuk membeli bahan bangunan, biasanya mencampurnya dengan berbagai material yang sebenarnya bukan material standar untuk bangunan.

"Kami ingin sesegera mungkin membuat bangunan untuk berlindung bagi istri dan enam anak saudara saya," kata Motasem Dalloul yang menghabiskan sekitar 20.000 Dolar atau sekitar Rp250 juta hanya untuk membangun rumah dengan bahan kayu, kapur, besi, dan sedikit semen.

Mereka lebih beruntung ketimbang ribuan warga Gaza lainnya. Mereka yang tidak punya harta berlebih terpaksa tinggal di tenda selama lebih dari enam bulan sejak perang yang berkecamuk tahun lalu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

Empat Hari Menggali Tanpa Bantuan Alat Berat, 19 Jenazah Perempuan Anak Ditemukan di Gaza

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Mossad Israel Pecat 2 Pejabat Senior Usai Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal

Mossad Israel Pecat 2 Pejabat Senior Usai Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Gagal

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Inggris Investigasi Aliran Dana Badan Amal ke Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Inggris Investigasi Aliran Dana Badan Amal ke Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:17 WIB

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

Israel Makin Jauh dari Amerika, Benjamin Netanyahu Mau Serang Iran Sendiri

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang

Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×