Tembak Mati Atau Suntik Mati, Mana yang Lebih Manusiawi?

Ruben Setiawan

Selasa, 17 Maret 2015 | 07:01 WIB
Tembak Mati Atau Suntik Mati, Mana yang Lebih Manusiawi?
Ilustrasi hukuman suntik mati. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan majalah dwibulanan Amerika, Pacific Standard, mengungkap adanya perbedaan pola pikir antara relawan regu tembak dengan anggota tim hukuman suntik mati.

Berdasarkan studi tersebut, para eksekutor lebih memilih menjadi relawan regu tembak ketimbang menjadi relawan hukuman suntik mati. Majalah itu memberi contoh kasus yang terjadi pada tahun 2006. Ketika pejabat di Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat, mengirim surat kepada 298 ahli anestesi, meminta bantuan melakukan hukuman suntik mati, semuanya menolak.

Pasalnya, para praktisi medis, yang memang dilatih untuk menyelamatkan nyawa manusia, cenderung memilih menolak permintaan semacam itu.

Berbeda halnya dalam kasus eksekusi seorang terpidana mati kasus pembunuhan bernama Ronnie Lee Gardner di Negara Bagian Utah tahun 2010. Lima anggota kepolisian yang tergabung dalam regu tembak, seluruhnya mengajukan diri secara sukarela.

Sejak tahun 2004, pemerintah Utah tidak lagi menawarkan opsi tembak mati kepada terpidana mati lantaran dinilai terlalu menarik perhatian media massa. Hingga saat ini, wacana untuk kembali memberlakukan hukuman tembak mati di Utah masih jadi isu yang kontroversial. Gubernur Utah Gary Herbert masih belum memastikan apakah dirinya akan meneken undang-undang tembak mati.

Sementara Paul Ray, politisi Negara Bagian Utah yang getol mendukung rencana tersebut, berpendapat bahwa eksekusi dengan regu tembak lebih cepat dan lebih manusiawi ketimbang dengan suntik mati. Wacana pemberlakukan tembak mati di Utah muncul menyusul kegagalan hukum suntik mati di Oklahoma tahun lalu.

"Dengan suntik mati, sang terpidana baru akan meninggal dalam waktu beberapa menit seiring dengan masuknya obat ke dalam tubuh. Sementara dengan regu tembak, terpidana akan meninggal dalam hitungan tiga hingga lima detik," kata Ray.

Namun, bagi Randy Gardner, saudara Ronnie Lee Gardner, hukuman tembak mati tidaklah manusiawi.

"Ketika anda mengambil seseorang dan mengikatnya di sebuah bangku, menutup kepala mereka dan menembaknya dari jarak 8 meter dengan senapan terarah tepat ke jantungnya, itu adalah sesuatu yang amat barbar," kata Randy. (News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korupsi Dana Bencana BNPB, Mengapa KPK Tak Menerapkan Pasal Hukuman Mati?

Korupsi Dana Bencana BNPB, Mengapa KPK Tak Menerapkan Pasal Hukuman Mati?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Dituduh Berbuat Asusila di Masjid Makkah, Dua Warga Bangladesh Dieksekusi Mati

Dituduh Berbuat Asusila di Masjid Makkah, Dua Warga Bangladesh Dieksekusi Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:00 WIB

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

KPK Tak Bertaji, Tersangka Korupsi Dana Bencana Tidak Dijerat Pakai Pasal Hukuman Mati

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:47 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:11 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:58 WIB

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Warga Ingin Piknik Gratis di Ancol, DPRD DKI Sebut APBD Belum Mampu

Warga Ingin Piknik Gratis di Ancol, DPRD DKI Sebut APBD Belum Mampu

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Bukan Cuma Panci, Ini yang Diperiksa dalam Sertifikasi Halal Rice Cooker

Bukan Cuma Panci, Ini yang Diperiksa dalam Sertifikasi Halal Rice Cooker

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh

Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

×