PPATK Akan Telusuri Aliran Dana Suap Benjina

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2015 | 14:48 WIB
PPATK Akan Telusuri Aliran Dana Suap Benjina
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf. (Antara/Sigid Kurniawan)

Suara.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menelusuri aliran dana suap PT Pusaka Benjina Resources (PBR) kepada petugas Kepolisian, Bea Cukai, dan KKP di Kepulauan Aru, Maluku. Adanya suap ini diakui oleh pihak perusahaan.

Satuan Tugas Anti Ilegal Fishing akan meminta laporan ke pada PPATK. Namun sampai saat ini penelusuran belum selesai.

"Itu akan dilakukan PPATK. Kita sudah sering kali kerjasama. Sekarang belum ada hasinya. Kita akan tracking aliran keuangan," kata Ketua Satuan Tugas Anti Ilegal Fishing Mas Ahcmad Santosa saat berbincang dengan suara.com, Rabu (8/4/2015) malam kemarin.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaporkan ada praktik suap di Pelabuhan Khusus perikanan Benjina. Suap itu dilakukan saban 1 bulan kepada aparat kepolisian, Bea Cukai, dan petugas KKP.

Tiap kapal ikan memberikan uang Rp250 ribu. Sementara kapal pengangkut (tramper) dipungut Rp 4 juta per kapal.

Ota, sapaan akrab Mas Achmad Santosa mengatakan masalah tata kelola perikanan menjadi hal serius yang disoroti. Sebab banyak terjadi pungli dan suap di sana sejak lama.

"Ini kan sudah jelas. Benjina misalnya, pemalsuan dokumen, kok bisa? Surat-suratnya aja nggak jelas, izin Indonesia atau Thailand. Kok
bisa? UPI nggak berfungsi, kok bisa?" tanya Ota.

Artinya bisa saja pihak aparatur pemerintah seperti bea cukai dan KKP bisa saja 'bermain' di sana? "Oh iya, bisa saja. Makanya harus dibbuat proses pengelolaan perizinan itu terbuka untuk publik. Silakkan saja main, semua orang bisa lihat. Bisa menggunakan online," papar Ota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Perketat Izin Operasi Kapal Ikan eks Asing

KKP Perketat Izin Operasi Kapal Ikan eks Asing

News | Kamis, 09 April 2015 | 14:28 WIB

Hasil Investigasi Sementara Satgas Mafia Illegal Fishing

Hasil Investigasi Sementara Satgas Mafia Illegal Fishing

News | Kamis, 09 April 2015 | 07:59 WIB

Ini Data Lengkap Kapal Milik Benjina

Ini Data Lengkap Kapal Milik Benjina

News | Kamis, 09 April 2015 | 06:03 WIB

Menteri Susi Ingin Kapal Panama MV Hai Fa Disita

Menteri Susi Ingin Kapal Panama MV Hai Fa Disita

News | Kamis, 09 April 2015 | 06:00 WIB

Terlibat Perbudakan, KKP Tutup Pusaka Benjina Resources

Terlibat Perbudakan, KKP Tutup Pusaka Benjina Resources

News | Rabu, 08 April 2015 | 18:11 WIB

Perbudakan ABK Benjina

Perbudakan ABK Benjina

Foto | Selasa, 07 April 2015 | 19:46 WIB

DPR Minta Pemerintah Selidiki Perbudakan Nelayan di Pulau Benjina

DPR Minta Pemerintah Selidiki Perbudakan Nelayan di Pulau Benjina

News | Selasa, 07 April 2015 | 14:35 WIB

ABK Korban Perbudakan Benjina Minta Dipulangkan ke Myanmar

ABK Korban Perbudakan Benjina Minta Dipulangkan ke Myanmar

News | Senin, 06 April 2015 | 13:52 WIB

Menteri Susi: Ilegal Fishing Setara Narkoba

Menteri Susi: Ilegal Fishing Setara Narkoba

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2015 | 09:59 WIB

Thailand Ancam Hukum Mati Pengusaha Perikanan Pekerjakan Budak

Thailand Ancam Hukum Mati Pengusaha Perikanan Pekerjakan Budak

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 15:13 WIB

Terkini

Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Rupiah Menuju Rekor Terburuk, Modal Asing Terus Kabur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Bacaan Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Panduan Pemerintah, Lengkap!

Bacaan Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Panduan Pemerintah, Lengkap!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Warga Ingin Piknik Gratis di Ancol, DPRD DKI Sebut APBD Belum Mampu

Warga Ingin Piknik Gratis di Ancol, DPRD DKI Sebut APBD Belum Mampu

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Bukan Cuma Panci, Ini yang Diperiksa dalam Sertifikasi Halal Rice Cooker

Bukan Cuma Panci, Ini yang Diperiksa dalam Sertifikasi Halal Rice Cooker

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh

Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

Mensos Gus Ipul Pastikan 15 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Perlinsos Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

×