Gempa Nepal Pisahkan Sejoli Pendaki Tertua Himalaya

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 April 2015 | 12:17 WIB
Gempa Nepal Pisahkan Sejoli Pendaki Tertua Himalaya
Para pendaki di base camp Everest. (Reuters/Navesh Chitrakar)

Suara.com - Sangeeta Behl bingung tidak mendapatkan kabar dari suaminya, Ankur. Nenek 54 tahun itu termenung di depan komputer dan duduk di samping telepon.

Dia berharap telepon itu berbunyi dan mendapat kabar dari suaminya dari di Puncak Himalaya pasca gempa 7,9 SR mengguncang Nepal. Gunung Everest memang terkena dampak gempa dan puluhan pendaki dinyatakan tewas tertimbun salju.

Sangeeta bercerita, suaminya ke Himalaya sejak 4 April kemarin. Dia sudah mempunyai firasat jika pendakian kali ini berbahaya. Sebab di usia suaminya yang ke-60 tahun, rentan terkena hipotermia. Ditambah medan Everest cukup berat.

Namun Sangeeta mengizinan suaminya ikut mendaki. Sebab ada 9 pendaki veteran lainnya juga ikut. Pendakian itu mempunyai misi 'Seven Summits'.

Sangeeta yang juga pendaki perempuan memutuskan tidak ikut ekspedisi. Padahal Sangeeta selalu bersama mendaki sejak menikah. Sudah 4 kali dia ikut ekspedisi 'Seven Summits'.

"Kami pernah 4 kali melakukan pendakian bersama-sama. Ekspedisi kelima, kami memutuskan untuk melakukannya secara terpisah," katanya perempuan asal India itu.

Sangeeta melanjutkan ceritanya dengan tenang. Katanya, suaminya mendaki bersama temannya dari Amerika Serikat, Norwegia, Australia, Brasil dan Norwegia. Semua orangtua. Pendakian itu disponsori perusahaan dengan memberangkatkan 10 pendaki. Pendakian itu dipimpinan pendaki senior, Garret Madison.

Sangeeta mendengar kabar suaminya terjebak di camp 2 Everest dari pesan elektronik di situs perusahaan Ankur. Kebetulan Ankur membawa telepon satelit yang memberi tanda posisi mereka.

"Ankur membawa telepon satelit sendiri. Dia telah menghubungi saya secara teratur dengan update tentang kemajuan ekspedisi. Tapi sejak kemarin, dia belum mengabarkan. Saya menerima pesan teks darinya setelah longsoran kemarin, mengatakan tim itu di Camp 2 dan aman. Dia tahu telah terjadi gempa," kata Sangeeta.

Namun tim Ankur kehabisan makanan pasca gempa. Posisi dia terakhir di ketinggian 19.685 kaki. Sangeeta meminta pemerintah India menjemput mereka dengan helikopter. Dia sudah mengirimkan pesan itu kepada Pedana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Luar Negeri India.

"Kami telah meminta mengirimkan helikopter untuk evakuasi. Tapi semua tergantung cuaca," kata Sangeeta. (timesofindia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Nepal, Produksi Apel di India Terancam

Gempa Nepal, Produksi Apel di India Terancam

News | Senin, 27 April 2015 | 11:17 WIB

20 Orang Tewas di Tibet Akibat Gempa

20 Orang Tewas di Tibet Akibat Gempa

News | Senin, 27 April 2015 | 08:16 WIB

Sebanyak 34 WNI Berada di Nepal Saat Gempa Terjadi, 17 Selamat

Sebanyak 34 WNI Berada di Nepal Saat Gempa Terjadi, 17 Selamat

News | Senin, 27 April 2015 | 07:29 WIB

Korban Tewas Gempa Nepal Kini Menjadi 2.500 Orang

Korban Tewas Gempa Nepal Kini Menjadi 2.500 Orang

News | Senin, 27 April 2015 | 06:54 WIB

Jokowi: Bantuan Indonesia ke Nepal Masuk dalam 3-4 Hari

Jokowi: Bantuan Indonesia ke Nepal Masuk dalam 3-4 Hari

News | Senin, 27 April 2015 | 06:20 WIB

Sebagai Sesama Negara Rawan Bencana, RI Kirim Bantuan ke Nepal

Sebagai Sesama Negara Rawan Bencana, RI Kirim Bantuan ke Nepal

News | Minggu, 26 April 2015 | 21:04 WIB

Kemenlu: 23 WNI Belum Bisa Dihubungi Pascagempa Nepal

Kemenlu: 23 WNI Belum Bisa Dihubungi Pascagempa Nepal

News | Minggu, 26 April 2015 | 20:23 WIB

Jokowi:  Kita Siapkan Bantuan ke Nepal, Jangan Tergesa-gesa

Jokowi: Kita Siapkan Bantuan ke Nepal, Jangan Tergesa-gesa

News | Minggu, 26 April 2015 | 16:06 WIB

Presiden: Indonesia Akan Bantu Nepal

Presiden: Indonesia Akan Bantu Nepal

News | Minggu, 26 April 2015 | 15:22 WIB

Menyedihkan, Relawan Gempa Nepal Gali Puing dengan Tangan Kosong

Menyedihkan, Relawan Gempa Nepal Gali Puing dengan Tangan Kosong

News | Minggu, 26 April 2015 | 12:12 WIB

Terkini

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:05 WIB

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:04 WIB

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:56 WIB

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:54 WIB

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:53 WIB

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:50 WIB

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:49 WIB

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:47 WIB

×