Saksi dari SKK Migas Dihadirkan, Sutan Tak Tahu yang Dibicarakan

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2015 | 19:31 WIB
Saksi dari SKK Migas Dihadirkan, Sutan Tak Tahu yang Dibicarakan
Mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana menjalani sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi suap APBN Perubahan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun 2013 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2015). Dalam sidang ini, jaksa KPK menghadirkan delapan saksi, dua di antaranya dari SKK Migas, Hermawan sebagai Pegawai SKK Migas dan Tri Kusuma Lidya sebagai Sekretaris Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Dan selama memberikan kesaksian, Sutan mengaku tidak mengenal mereka dan juga tidak mengerti apa yang sedang diutarakan di sidang.

"Saya sendiri tidak mengenal mereka, dan saya sendiri tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan saat ini," kata Sutan saat diberi kesempatan berbicara oleh Hakim Ketua Artha Theresia di gedung Pengadilan Tipikor.

Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan para saksi, jaksa KPK membaginya dalam empat kelompok. Hermawan dan Lidya mendapat giliran kedua setelah kelompok pertama selesai.

Dalam pertanyaan yang dilancarkan oleh Majelis Hakim, penasihat hukum dan JPU, tidak satu pun yang berkaitan dengan kasus Sutan. Pasalnya, dalam pertanyaannya, penasihat hukum Sutan hanya menanyakan terkait amplop yang berwarna perak atau silver yang diterima Lidya dari Rudi Rubiandini untuk diantarkan kepada Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karno.

"Saya diberikan bungkusan berwarna silver sama Pak Rudi untuk diberikan kepada Pak Sekjen Kementerian ESDM, itu pada tanggal 28 Mei 2013, dan pada tanggal 12 Juni 2013, diberikan bungkusan yang warnanya sama kepada Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM, Pak Didi," kata Lydia saat ditanya terkait kronologis kedua bungkusan tersebut diberi oleh Rudi.

Lydia mengaku tidak tahu apa isi bungkusan tersebut dan untuk menyerahkannya pun tidak dilakukannya sendiri. Pasalnya, dia meminta salah satu rekannya, Hermawan, untuk mengantarkan kepada Sekjen Kemen ESDM dan dan juga Kabiro Keuangan Kemen ESDM.

Sama seperti Lidya, Hermawan pun menceritakan hal yang sama.

Menurut Lidya, perintah yang disampaikan Rudi Rubiandini disampaikan secara lisan.

"Perintahnya lisan, bilang minta tolong ini diantarkan ke kementerian ESDM, pak sekjen. Begitu juga saat menyuruh menyerahkan bungkusan ke Kabiro keuangan ESDM," kata Lidya menirukan ucapan Rudi.

Sedangkan terkait kasus APBN Perubahan yang menjerat Sutan, keduanya mengaku sama sekali tidak mengetahui.

"Untuk konteks kasus Pak Sutan, saya sama sekali tidak mengerti," kata Hermawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diancam Saat Tangani Kasus Kondensat, Penyidik Makin Semangat

Diancam Saat Tangani Kasus Kondensat, Penyidik Makin Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 14:28 WIB

Tersangka Kasus Korupsi SKK Migas Dicekal Bareskrim

Tersangka Kasus Korupsi SKK Migas Dicekal Bareskrim

News | Kamis, 07 Mei 2015 | 13:42 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB