KPK: Tak Ada Anggota Pansel KPK Titipan Partai Tertentu

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 21 Mei 2015 | 14:13 WIB
KPK: Tak Ada Anggota Pansel KPK Titipan Partai Tertentu
Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki didampingi Johan Budi, Adnan Pandu, Indriyanto Seno Adjie dan Zulkarnaen [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi mendukung panitia seleksi calon pemimpin lembaga pilihan Presiden Joko Widodo.

"Saya melihat Pansel Pimpinan KPK saat ini kredibel, punya integritas serta multi pakar disiplin ilmu," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi melalui pesan singkat, Kamis (21/5/2015).

Ia mengatakan pemimpin KPK membutuhkan orang yang tidak sekedar paham hukum, tapi juga memahami manajemen dan teknologi.

"Selain itu yang saya lihat pansel pimpinan yang terpilih ini tidak terafiliasi atau tidak punya hubungan dengan parpol tertentu," kata Johan.

Menurut Johan pemilihan pemimpin KPK saat ini krusial dalam menentukan nasib lembaga ke depan.

"Peristiwa hiruk pikuk yang dialami KPK di tahun akhir periode ketiga ini menjadi pembelajaran bagi KPK secara lembaga, karena itu Pimpinan KPK periode 2015-2019 ini menjadi penting posisinya terutama dalam proses seleksinya," kata dia.

"Tentu akan banyak kepentingan kepentingan politik yang ingin berperan dalam memilih Pimpinan KPK karena itu dibutuhkan pansel yang kredibel, steril dari kepentingan politik tertentu dan juga kapabel, artinya paham benar tentang kebutuhan sosok pimpinan untuk lembaga KPK," tambah dia.

Johan mengatakan anggota panitia seleksi pemimpin KPK harus steril dari campur tangan pihak mana pun.

Presiden Joko Widodo menetapkan panitia seleksi calon pemimpin KPK yang terdiri atas sembilan perempuan dengan ahli keuangan dan moneter Destry Damayanti sebagai ketua merangkap anggota.

Enny Nurbaningsih, pakar Hukum Tata Negara dan Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM, menjadi Wakil Ketua merangkap anggota.

Anggota lainnya yakni pakar hukum pidana dan hak asasi manusia dan Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum dan HAM Harkristuti Haskrisnowo, ahli teknologi informasi dan manajemen Betti S Alisjabana, dan ahli hukum pidana ekonomi dan pencucian uang Yenti Garnasih.

Selain itu ada ahli psikologi sumber daya manusia dan pendidikan Supra Wimbarti, ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi Natalia Subagyo, ahli hukum sekaligus Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas Diani Sadiawati, dan ahli sosiologi korupsi dan modal sosial Meuthia Ganie-Rochman.

"Tidak ada masalah, sama saja laki-lagi atau perempuan, yang penting kapasitas dan kapabilitasnya tadi," kata Johan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota Pansel KPK Rangkap Jabatan, Jokowi Dianggap Tak Teliti

Anggota Pansel KPK Rangkap Jabatan, Jokowi Dianggap Tak Teliti

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 13:11 WIB

Ini Anggota Tim Pansel KPK yang Paling Banyak Rangkap Jabatan

Ini Anggota Tim Pansel KPK yang Paling Banyak Rangkap Jabatan

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 12:43 WIB

Yenti Garnasih Kaget Ditunjuk Jokowi Jadi Anggota Pansel KPK

Yenti Garnasih Kaget Ditunjuk Jokowi Jadi Anggota Pansel KPK

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 12:34 WIB

Pansel KPK Perempuan, Mereka Lebih Tahan Godaan

Pansel KPK Perempuan, Mereka Lebih Tahan Godaan

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 12:20 WIB

Terkini

Polisi Tangkap Bandar Sabu di Cengkareng, Sita 75,78 Gram Narkotika

Polisi Tangkap Bandar Sabu di Cengkareng, Sita 75,78 Gram Narkotika

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

Fitnah Temui Dubes Singapura, Dino Patti Djalal Duga Ada 'Tim Siluman' Penyebar Hoaks

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Apakah Bedak Marcks Cocok untuk Kulit Berminyak? Wajah Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Review Natur Hair Shampoo Anti Dandruff , Mengandung Tea Tree Oil untuk Atasi Ketombe

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:44 WIB

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

5 Sunscreen yang Tidak Perih di Mata, Tear-Free dan Alcohol-Free untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Diproyeksikan Turun ke Rp2,3 Juta/Gram

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB

×