Ini Isi Pidato Jokowi yang Salah Sebut Kelahiran Bung Karno

Siswanto

Kamis, 04 Juni 2015 | 18:33 WIB
Ini Isi Pidato Jokowi yang Salah Sebut Kelahiran Bung Karno
Presiden Joko Widodo (Antara)

Suara.com - Kesalahan Presiden Joko Widodo ketika menyebut tempat kelahiran mantan Presiden Sukarno di acara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2015), lalu, mendapat beragam reaksi.

Banyak yang membela pidato Jokowi, tak sedikit pula yang mengolok-oloknya karena hal itu diungkapkan oleh seorang Kepala Negara yang notabene berasal dari kader yang memperjuangkan ideologi Sukarno.

Ketika itu, Jokowi membaca naskah. Ia mengaku setiap kali berada di Blitar, kota kelahiran Proklamator, hatinya selalu bergetar. Padahal yang benar tempat kelahiran Bung Karno adalah di Surabaya.

Lantas, seperti apa isi lengkap pidato Jokowi di Alun-alun Kota Blitar yang dihadiri Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Menko PMK Puan Maharani, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan mantan Wapres Boediono, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya

Berikut ini adalah pidato lengkap Jokowi yang berhasil didapatkan Suara.com.

Assalamualaikum Wr, Wb, Salam Sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Budhaya.

Menggali Pancasila, Bung Karno. Hati saya selalu bergetar. Getaran ini selalu muncul karena kota ini. Kita secara bersama-sama bisa menghayati semangat yang bersumber pada ide. Bersumber pada cita-cita, bersumber pada gagasan besar Bung Karno. Cita-cita, gagasan dan harapan Bung Karno yakni untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang berdikari, Indonesia yang berkepribadian.

Saya selalu teringat pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, 70 tahun yang lalu di depan Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Beliau menyatakan, Pancasila itulah yang berkobar-kobar dalam dada saya sejak berpuluh-puluh tahun. Diterima atau tidak terserah saudara-saudara, tetapi saya sendiri mengerti seinsaf-insafnya bahwa tidak satupun dapat menjamak dengan sendiri dan menjadi realitet, sehingga tidak dengan perjuangan.

Pernyataan Bung Karno itu mengakui bahwa tidak ada satupun dasar negara dapat menjadi realitas tanpa perjuangan. Jika ingin merealisasikan Pancasila harus penuh dengan perjuangan. Dengan berdirinya negara Indonesia tidak berarti perjuangan sudah selesai, tapi justru baru akan mulai.

Saudara-saudara sebangsa dan se tanah air, perjuangan untuk mewujudkan cita-cita bukanlah jalan yang mudah. Perjuangan memang jalan yang mendaki. Medan perjuangan inilah yang tidak boleh berhenti. Ada tugas bersama, yakni membumikan Pancasila. Menjadikannya realitet dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam medan perjuangan itu, kita harus punya dua hal pokok. Pertama, Persatuan Indonesia. Republik ini sejatinya bukan sebuah negara yang dibangun untuk satu golongan atau beberapa kelompok saja. Republik ini memerlukan persatuan, memerlukan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa.

Kedua keberanian untuk menjebol. Keberanian untuk membangun. Sampai disini saya mengutip kembali apa yang disampaikan Bung Karno. Pergerakan kita janganlah pergerakan kecil-kecilan. Pergerakan kita haruslah pada hakikatnya. Suatu gerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat. Suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai seluruhnya, sampai akar-akarnya.

Saya memiliki keyakinan yang sama dengan Bung Karno. Bahwa jangan perubahan yang ingin kita wujudkan pastilah akan dihadapkan pada bertahannya mentalitas-mentalitas lama, mulai dari mentalitas kolonial, mentalitas budak sampai dengan mentalitas feodal.

Perjuangan kita sesungguhnya adalah menjebol mentalitas yang berada dalam keterjajahan, dalam ketertindasan, dalam ketidakadilan, dalam ketidakmerdekaan serta membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen.

Namun harus diingat, tujuan dari perjuangan bukanlah kemakmuran para pemimpinnya, tapi rakyat di perbatasan, di pulau-pulau terluar, para pembantu rumah tangga, pedagang kecil, buruh, petani hingga tukang cuci pakaian dan rakyat kecil lainnya merasakan kemerdekaan dan benar-benar berdaulat dalam arti yang sesungguhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Salah Sebut Kelahiran Sukarno, PAN: Harus Ada Reshuffle

Jokowi Salah Sebut Kelahiran Sukarno, PAN: Harus Ada Reshuffle

News | Kamis, 04 Juni 2015 | 15:21 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×