Inggris Waspadai ISIS Sasar Turis di Negara Mediterania

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 14 Juni 2015 | 07:39 WIB
Inggris Waspadai ISIS Sasar Turis di Negara Mediterania
ISIS menggunakan bahasa isyarat untuk rekrut tuna rungu. (Youtube)

Suara.com - Kantor Urusan Luar Negeri Inggris memperingatkan kelompok radikal asal Suriah dan Irak atau ISIS menargetkan turis di negara di kawasan laut Mediterania. Terutama sasaran itu di Turki.

Inggis mengeluarkan peringatan itu untuk warganya yang berkunjung ke sana. Mereka berisiko diculik, terdampak bom bunuh diri, serangan roket dan peledakan bom lainnya.

"Meskipun ISIS berbasis di Suriah dan Irak, mereka memiliki kapasitas untuk melakukan serangan di negara-negara tetangga, termasuk Turki," demikian pernyataan Kemenlu Inggris.

Minggu (14/6/2015), Express melaporkan lebih dari 2,5 juta warga Inggris mengunjungi turki tiap tahun. Jumlahnya terus bertambah.

Turki sendiri sebagai negara yang menjadi pintu masuk orang-orang yang ingin bergabung dengan ISIS. Negara berpopulasi 98,9 persen muslim itu menarik 7,5 juta wisatawan setiap tahun. Inggris pun mencatat Turki sebagai negara yang potensial menerima ancaman terorisme.

Pengamat pertahanan dari Royal United Services Institute, Raffaello Pantucci sepakat dengan peringatan Pemerintah Inggris. Kata dia, Turki dan Suriah merupakan lingkungan yang sangat berbahaya.

"Turki adalah tujuan wisata yang besar sehingga akan banyak orang berkeliaran dan bisa terjebak di dalamnya. Barat akan selalu menjadi sasaran karena menarik perhatian. Akhirnya kelompok teroris sekitar tertarik untuk menyebarkan ideologi mereka," jelas Pantucci.

Pantucci menjelaskan daya persebaran informasi di Inggris akan mudah tersebar ke seluruh dunia. Terutama jika ada warganya yang tewas akibat aksi terorisme.

"Jika warga Inggris tewas, pers Inggris akan menulis tentang hal itu dan pemberitaan pers Inggris akan disalin dan dikirim di seluruh dunia. Inilah sebabnya mengapa orang Barat, khususnya Inggris, terlihat bernilai tinggi," lanjut Pantucci.

Kota di Turki yang akan menjadi sasaran empuk ISIS adalah Ankara, Istanbul dan daerah-daerah yang dekat dengan perbatasan Suriah. (Express)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Janda Suriah Berjuang Lari dari ISIS

Cerita Janda Suriah Berjuang Lari dari ISIS

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 07:15 WIB

ISIS Rebut Satu Kota Lagi di Libya

ISIS Rebut Satu Kota Lagi di Libya

News | Sabtu, 06 Juni 2015 | 05:42 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×