Polisi Pantau Pengikut ISIS di Jakarta

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 29 Juni 2015 | 17:16 WIB
Polisi Pantau Pengikut ISIS di Jakarta
Terdakwa terduga ISIS Afif Abdul Majid menjalani sidang putusan di Pengadilan Negri Jakarta Pusat. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Polda Metro Jaya mewaspadai adanya gerakan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah Jakarta. Sebab paham ISIS sudah masuk ke Jakarta sejak beberapa waktu lalu.

Kapolda Irjen Tito Karnavian menjelaskan belum lama ini ada seruan Jihad yang dilakukan Juru bicara ISIS bernama Abu Muhammad Al-Adnani di bulan puasa ini.

"Yang memberikan fatwa dan dorongan untuk melalukan jihad di Bulan Ramadan pada 23 Juni lalu adalah juru bicara ISIS yang namanya Abu Muhammad Al-Adnani. Dia meneruskan perintah dari Amirnya yang bernama Abu Umar Al-Baghdadi," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Seruan Jihad yang dilakukan di Jakarta itu sama persis dengan peristiwa penyerangan yang terjadi di Perancis, Tunisia dan Kuwait. Seruan itu dilakukan terus-menerus. Dia pun menilai ajakan untuk berjihad itu punya hubungan dengan penyerangan yang terjadi di 3 negara tersebut.

"Kita lihat bahwa ada keterkaitan erat antara imbauan melakukan jihad di Bulan Ramadan. Sehingga terjadi peristiwa berturut-turut di Prancis, Tunisia dan Kuwait," katanya.

Dikatakan Tito di Indonesia juga ada satu kelompok yang bergabung dengan ISIS. "Saya tidak mau sebutkan namanya. Dan kelompok ini di Indonesia juga ada. Wilayahnya ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah terutama dan di Banten," katanya.

Untuk itu, Polisi mengaku terus mewaspadai kelompok yang berhubungan langsung dengan ISIS itu. "Oleh karena itu jaringan yang ada di sana berhubungan dengan kelompok yang ada di kita, otomatis kita harus waspada. Terutama di wilayah yang disebutkan tadi," ucap Tito.

Dia sudah menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau gerakan ISIS yang ada di Jakarta. Meski demikian dirinya enggan menjelaskan lebih rinci apa strategi yang akan dilakukan untuk menangkal gerakan ISIS.

Mantan Kepala Densus 88 itu beralasan hal itu dilakukan supaya tidak membuat panik masyarakat. "Kami sudah melalukan langkah, saya sudah menjelaskan ke Kapolres tentang langkah yang harus mereka lakukan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Terkait ISIS, Polisi Prancis Selidiki Pelaku Pemenggalan

Diduga Terkait ISIS, Polisi Prancis Selidiki Pelaku Pemenggalan

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 15:36 WIB

Lindungi Tunangan, Lelaki Tertembus 3 Peluru Pembantai di Tunisia

Lindungi Tunangan, Lelaki Tertembus 3 Peluru Pembantai di Tunisia

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 14:43 WIB

Detik-detik Pengeboman Jamaah Salat Jum'at di Kuwait

Detik-detik Pengeboman Jamaah Salat Jum'at di Kuwait

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 13:47 WIB

Lewat Twitter, Pendukung ISIS Puji Pembantai Turis di Tunisia

Lewat Twitter, Pendukung ISIS Puji Pembantai Turis di Tunisia

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 10:17 WIB

Terkini

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:22 WIB

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

Dipolisikan Kasus Penistaan Agama, JK Larang Umat Islam Demo Bela Dirinya: Jangan!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:17 WIB