Suara.com - Saat ini, jumlah driver Gojek sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang. Jumlahnya terus bertambah seiring dengan tingginya minat warga memanfaatkan jasa layanan transportasi yang menggunakan armada ojek sepeda motor berbasis aplikasi mobile.
Marselina (38) adalah salah satu driver Gojek. Perempuan ini mengaku pernah menjadi bahan iseng tukang ojek mangkal yang menolak kehadiran Gojek karena dianggap saingan berat.
"Walaupun cewek dikerjain juga mas (sama tukang ojek lokal), misalnya kalau nanya alamat dibohongin mah sering mas," ujar Marselina kepada suara.com di kantor PT. Gojek Indonesia, Jalan Benda Raya, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).
"Terus sekarang kita juga kalau mau jemput atau nganter penumpang nuruninya jauhan dari tempat tukang ojek mangkal," Marselina menambahkan.
Marselina mengatakan walaupun tidak disukai sebagian tukang ojek mangkal, dia tak khawatir. Dia tetap santai.
"Nggak khawatir, kan Gojek, ada satgasnya. Banyak penolakan sepanduk Gojek dilarang masuk seperti, di UI, Kalibata, tapi kan kalau dia pukul namanya udah main kekerasan dan ada hukumannya juga," kata dia.