Kepala Bappenas: Daerah Lamban Bisa Tak Diberikan DAK

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 14 Agustus 2015 | 23:20 WIB
Kepala Bappenas: Daerah Lamban Bisa Tak Diberikan DAK
Sofyan Djalil yang kini menjabat Kepala Bappenas. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan salah satu sanksi untuk pemerintah daerah yang lamban dalam menyerap anggaran adalah tidak diberikan dana alokasi khusus atau tetap diberikan tapi kecil.

Setelah konferensi pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 di Jakarta, Jumat, ia mengatakan Presiden Joko Widodo akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai pemberian DAK untuk tahun anggaran 2016 tersebut.

Pemberian DAK itu akan tergantung pada kinerja pemerintah daerah dalam merealisasikan anggaran. Beberapa kriteria dalam menilai kinerja pemda itu antara lain tingkat penyerapan anggaran pada 2015, tata kelola pemerintahan dan juga hasil audit laporan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Punishment-nya, jika daerah tidak `perform, itu akan tidak diberikan, atau diberikan, tapi dengan jumlah yang kecil sekali. Ukurannya akan dikaitkan dengan beberapa indikator," kata Sofyan.

Hal itu disampaikan Sofyan terkait meningkatnya dana transfer daerah pada RAPBN 2016 menjadi sebesar Rp782,2 triliun dibandingkan pada APBN-Perubahan 2015 sebesar Rp664,6 triliun.Dalam postur RAPBN 2016 tersebut, dijelaskan Sofyan, akan terdapat pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) baru yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar di daerah.

"DAK baru ini, khusus untuk infrastruktur publik, seperti jalan pedesaan, pengembangan sector perikanan, transportasi dan lainnya," ujar dia.

Sofyan mengatakan, dalam RAPBN 2016, setiap Kabupaten akan menerima alokasi DAK maksimal Rp100 miliar.

Dengan meningkatnya alokasi anggaran ke daerah tersebut, diakui Sofyan, pemerintah daerah harus menggenjot kinerjanya. Salah satu yang harus dibuktikan pemerintah daerah adalah tidak boleh lagi ada dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan.

Dalam RAPBN 2016, pagu dana transfer ke daerah, untuk pertama kalinya lebih besar daripada pagu belanja Kementerian/Lembaga yang dianggarkan sebesar Rp780,4 triliun. Jumlah belanja Kementerian/Lembaga tersebut turun dibanding APBNP 2015 sebesar Rp795 triliun.

Sofyan mengatakan hal tersebut merupakan bukti dari janji pemerintah untuk menerapkan desentralisasi fiskal.

Dalam pagu dana transfer ke daerah di RAPBN 2016, terdapat dana desa yang naik menjadi Rp47 triliun, disbanding 2015 sebesar Rp20,8 triliun. Kemudian, dana perimbangan sebesar Rp710,8 triliun, dana insentif daerah Rp5 triliun, dana otonomi khsus dan dana keistimewan D.I.Y Rp19,5 triliun. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Unik Pemerintah Bahas Kondisi Perekonomian

Begini Cara Unik Pemerintah Bahas Kondisi Perekonomian

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 16:22 WIB

Kepala Bappenas: Jangan Cepat-cepat Bangun Kereta Cepat

Kepala Bappenas: Jangan Cepat-cepat Bangun Kereta Cepat

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2015 | 12:41 WIB

Bappenas Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Naik

Bappenas Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2015 | 14:12 WIB

Terkini

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×