Cina Tangkap Dua Mata-mata Jepang

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 30 September 2015 | 16:25 WIB
Cina Tangkap Dua Mata-mata Jepang
Iustrasi mata-mata. (shutterstock)

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan telah menangkap 2 orang mata-mata asal Jepang. Mata-mata itu telah ditahan sejak Mei 2015 lalu.

Koran Asahi Jepang memberitakaan satu orang ditahan di rovinsi timur laut Cina, Liaoning dekat perbatasan antara Korea Utara. Satu lagi ditahan di provinsi timur Zhejiang dekat fasilitas militer. Kedua mata-mata itu dari swasta.

Meski disebut dari mata-mata swasta, Pemerintah Cina mencurigai jika kedua orang itu dalam instruksi Pemerintah Jepang. Kantor berita Jepang Kyodo mengatakan kedua orang itu berusia 50 tahunan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hong Lei mengatakan dalam jumpa pers jika keduanya dituduh memata-matai pemerintah.

"Cina telah diberitahu pihak Jepang dari situasi yang relevan," tambahnya.

Sementara Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengakui jika kedua tahanan Cina itu adalah warga Jepang "Para diplomat mengambil semua langkah yang tepat dan menyediakan bantuan yang mungkin dilakukan," katanya.

Suga menolak menjelaskan soal tuduhan memata-matai Cina itu. Sementara Presiden Cina Xi Jinping melakukan pengetatan undang-undang keamanan. Termasuk pembentukan komisi keamanan nasional.

Kejadian ditahannya warga Jepang karena dituduh mata-mata ini bukan pertama kali. Pada tahun 2010, ada empat warga Jepang ditahan Cina karena dicurigai memasuki zona militer dan mengambil foto tanpa izin. Penahanan itu sempat meningkatkan ketegangan antara Tokyo dan Beijing. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Pecat 249 Pejabat Malas

Cina Pecat 249 Pejabat Malas

News | Selasa, 29 September 2015 | 15:57 WIB

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Saham Hongkong Jatuh, Yuan Menguat

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 09:49 WIB

Perempuan Berjilbab Jadi Simbol Ekstrimis di Xinjiang

Perempuan Berjilbab Jadi Simbol Ekstrimis di Xinjiang

News | Kamis, 24 September 2015 | 13:43 WIB

Komisi I Dukung Perbaikan Natuna, Anggarannya Capai Rp450 Miliar

Komisi I Dukung Perbaikan Natuna, Anggarannya Capai Rp450 Miliar

News | Senin, 21 September 2015 | 20:26 WIB

Laut Cina Selatan Panas, Landasan Pulau Natuna Harus Diperbaiki

Laut Cina Selatan Panas, Landasan Pulau Natuna Harus Diperbaiki

News | Senin, 21 September 2015 | 17:12 WIB

Konflik Cina dan AS, Rizal Ramli: Indonesia Jadi Pendamai Saja

Konflik Cina dan AS, Rizal Ramli: Indonesia Jadi Pendamai Saja

News | Rabu, 16 September 2015 | 17:23 WIB

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tuntutan Buruh

DPR Minta Pemerintah Perhatikan Tuntutan Buruh

DPR | Senin, 14 September 2015 | 17:37 WIB

Warga Bidara Cina Minta Ganti Rp25 Juta Permeter, Ini Kata Ahok

Warga Bidara Cina Minta Ganti Rp25 Juta Permeter, Ini Kata Ahok

News | Jum'at, 11 September 2015 | 15:02 WIB

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Dibayangi Deflasi, Harga Komoditas di Cina Turun

Bisnis | Kamis, 10 September 2015 | 11:15 WIB

Relokasi Warga Bidara Cina Dilakukan Oktober

Relokasi Warga Bidara Cina Dilakukan Oktober

News | Kamis, 10 September 2015 | 07:17 WIB

Terkini

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:03 WIB

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB