Tiga Bukti yang Menjerat Pembunuh Keji Bocah dalam Kardus

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 21:15 WIB
Tiga Bukti yang Menjerat Pembunuh Keji Bocah dalam Kardus
Bukti-bukti dalam penetapan Agus Darmawan sebagai tersangka kasus pembunuhan bocah berusia 9 tahun PNF alias Eneng dalam kardus di Kamal, Jakarta Barat, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (10/10) [Suara.com/Oke Atmaja].

Suara.com - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyatakan terdapat tiga barang bukti yang memberatkan pelaku pembunuhan PNF (9), sehingga membuat dirinya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Kaos kaki korban PNF menjadi bukti pertama, pada barang ini ada DNA AD setelah diteliti tim dokter forensik," kata Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya Krishna Murti dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, dalam kasus ini pelaku A menggunakan kaos kaki untuk menyumpal mulut korban ketika melakukan tindak kekerasan seksual, sebelum akhirnya korban dibunuh pada Jumat (2/10).

Selanjutnya, cairan yang ditemukan di alat vital korban juga dijadikan bukti oleh kepolisian, tambahnya. Selain itu, katanya, terdapat bekas jeratan di leher serta bekas pukulan barang tumpul di mulut korban yang menjadi bukti kuat terjadinya pembunuhan.

Barang-barang ini didapatkan kepolisian setelah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak sepuluh kali, katanya.

"Bukti yang sebagian besar diketahui dari hasil autopsi ini akan menjadi alat bukti keterangan ahli yang signifikan," ujar Krishna.

Polisi menetapkan A yang dikenal dengan AD alias AP (39), sebagai tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur pada Jumat (9/10), setelah pihak berwenang melakukan pengembangan kasus pembunuhan dan kekerasan seksual terhadap PNF alias FA (9), bocah perempuan dalam kardus, di Kalideres, Jakarta Barat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebelum Bunuh PNF, Agus Minum Cairan Larutan Sabu

Sebelum Bunuh PNF, Agus Minum Cairan Larutan Sabu

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 18:06 WIB

Polisi Tetapkan Agus jadi Tersangka, Paman PNF: Hukum Mati Saja

Polisi Tetapkan Agus jadi Tersangka, Paman PNF: Hukum Mati Saja

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 17:53 WIB

Polisi Temukan Bekas Benda Tumpul di Alat Vital Korban PNF

Polisi Temukan Bekas Benda Tumpul di Alat Vital Korban PNF

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 17:07 WIB

Tersangka Pembunuh Bocah Dalam Kardus

Tersangka Pembunuh Bocah Dalam Kardus

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 17:22 WIB

Polisi Resmi Tetapkan Agus sebagai Tersangka Pembunuhan Putri

Polisi Resmi Tetapkan Agus sebagai Tersangka Pembunuhan Putri

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 15:47 WIB

Petunjuk Baru Pembunuhan 'Bocah dalam Kardus'

Petunjuk Baru Pembunuhan 'Bocah dalam Kardus'

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 05:47 WIB

Tersangka Pembunuhan 'Bocah dalam Kardus' Belum Jelas

Tersangka Pembunuhan 'Bocah dalam Kardus' Belum Jelas

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 05:34 WIB

Pemerintah Jangan Biarkan Kasus Bocah Dalam Kardus Terulang

Pemerintah Jangan Biarkan Kasus Bocah Dalam Kardus Terulang

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 07:01 WIB

Kasus Bocah Dalam Kardus, Agus Masih Sembunyikan Sesuatu

Kasus Bocah Dalam Kardus, Agus Masih Sembunyikan Sesuatu

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 06:41 WIB

Begini Cara Polisi Temukan Pembunuh Bocah Dalam Kardus

Begini Cara Polisi Temukan Pembunuh Bocah Dalam Kardus

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 06:31 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB