Warga Perumahan Zeni Mampang Mengadu ke Pusara di TMP Kalibata

Minggu, 01 November 2015 | 10:55 WIB
Warga Perumahan Zeni Mampang Mengadu ke Pusara di TMP Kalibata
Warga Perumahan Zeni Mampang ke pusara orangtua di TMP Kalibata, Jakarta, (1/11/2015). [suara.com/Erik Tanjung]

Suara.com - Keluarga para pejuang yang menjadi korban gusuran berziarah ke makam orang tuanya di Taman Maham Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Warga perumahan Zeni Mampang Prapatan terdiri dari Ibu-ibu, anak-anak dan bapak-bapak ini mengadu kepada almarhum bapak mereka mengenai ancaman Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta‎ yang akan menyita paksa rumah-rumah mereka.

Warga yang mengenakan kostum serba putih ini kemudian melakukan tabur bunga di kuburan tersebut.

‎Salah satu anak pejuang kemerdekaan 1945, Budi Lestari (50) mengatakan, mereka datang berdoa dan meminta restu di pusara orang tuanya untuk mempertahankan rumah peninggalan dan tidak disita oleh Kodam Jaya.

‎"Saya sangat merasakan bahwa bapak saya peduli orang-orang yang lemah. Untuk itu saya merasakan aura almarhum untuk menolong yang lemah dan membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah," kata Lestari ditemui di kuburan bapaknya.

Dia menuturkan, orang tua mereka telah mengorbankan semuanya demi memperjuangkan bangsa dan negara. Namun Pemerintah, khususnya TNI Angkatan Darat tidak menghargai para pahlawan dengan menyita rumah-rumah yang mereka wariskan kepada anak-anaknya.

‎"Kami cuma minta, hargailah jasa orangtua kami. Orang tua kami berjuang ikhlas untuk negara ini, saya tahu bagaimana Bapak saya meninggalkan anak-anak dan istrinya untuk berjuang, hidup di hutan. Kenapa kami diperlakukan seperti ini," ujarnya.

Menurut Lestari rumah dan lahan yang mereka tempati sekarang adalah dibeli dari hasil keringat orang mereka yang bekerja membangun gedung olah raga Glora Bung Karno dan tugu Monas ketika itu.

Upah dari hasil kerja‎nya dipotong oleh angkatan darat ketika itu untuk cicilan biaya pembelian rumah tersebut. Dan mereka memiliki dokumen-dokumennya.

"Ayah saya pernah bilang kepada anak-anaknya, kalian tidak usah takut, kalian tetap tinggal di sini karena ini rumah kita, bukan rumah dinas.‎ Itu kata bapak saya yang selalu saya ingat," kata Lestari dengan berlinang air mata mengingat pesan almarhum ayahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI