Pasang Surut Hubungan Iran-Arab Saudi dalam 2 Dekade Terakhir

Ruben Setiawan | Suara.com

Senin, 04 Januari 2016 | 07:47 WIB
Pasang Surut Hubungan Iran-Arab Saudi dalam 2 Dekade Terakhir
Ilustrasi bendera Iran dan Arab Saudi. (Shutterstock)

Suara.com - Arab Saudi akhirnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada hari Minggu (3/1/2015) menyusul penyerbuan demonstran Iran ke kedutaan besar Arab Saudi di Teheran. Penyerbuan dipicu eksekusi mati seorang ulama Syiah Iran oleh Pemerintah Arab Saudi.

Demonstran menyerbu kedutaan besar Arab Saudi pada Minggu pagi. Sementara itu, Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa Iran layak memperoleh "balasan dari yang Maha Kuasa" atas eksekusi Sheikh Nimr al-Nimr, ulama Syiah yang dikenal sebagai pengkritik keluarga kerajaan Arab Saudi.

Dalam 2 dekade terakhir, hubungan kedua negara mengalami pasang-surut. Berikut ini adalah beberapa peristiwa yang memicu ketegangan diantara kedua negara, juga masa-masa di mana keduanya menjalin hubungan baik.

1987 - Mekkah

Hubungan Arab Saudi dan Iran memanas pada Juli 1987 saat 402 jemaah haji, di mana 275 diantaranya berasal dari Iran, tewas dalam bentrokan yang terjadi di Mekkah.

Demonstran memadati jalanan Teheran, menduduki kedutaan Arab Saudi dan membakar kedutaan Kuwait. Seorang diplomat Arab Saudi tewas akibat luka parah setelah jatuh dari jendela kedutaan. Arab Saudi menuduh Iran menunda evakuasi sang diplomat ke rumah sakit di Arab.

Hubungan diplomatik negara pun diputus oleh penguasa Arab Saudi kala itu, Raja Fahd, pada bulan April 1988.

 1999 - Masa damai

Raja Fahd memberi selamat atas terpilihnya Presiden Mohammad Khatami dalam pilpres tahun 2001. Khatami, seorang ulama Syiah, membangun kembali hubungan dengan Arab Saudi sejak kemenangan perdananya sebagai presiden pada tahun 1997.

Khatami mengunjungi Arab Saudi pada tahun 1999. Kunjungan itu menjadi kunjungan pertama seorang Presiden Iran sejak terjadinya Revolusi Iran pada tahun 1979. Kedua negara menandatangi sebuah pakta keamanan pada April 2001 untuk membangun hubungan lebih baik.

2003 - Persaingan kawasan

Invasi AS yang menjatuhkan Saddam Hussein di Irak mendorong penduduk Irak yang mayoritas beragama Islam Syiah untuk mengarahkan haluan politiknya terhadap Iran.

Program energi nuklir Iran membuat Arab Saudi takut bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, Iran akan mendominasi kawasan Teluk dan mendongkrak populasi Syiah.

Arab Saudi mengatakan kepada seorang utusan Iran pada bulan Januari 2007 bahwa Iran membuat kawasan Teluk dalam bahaya.

 2011 - Arab Spring

Arab Saudi mengirim pasukan untuk membantu Bahrain melawan protes pro-demokrasi, karena takut kaum oposisi yang sebagian besar terdiri atas Syiah akan merapat ke Iran. Arab Saudi dan Bahrain kemudian menuding Iran memicu kekerasan terhadap polisi Bahrain.

Kawat diplomatik AS yang dirilis oleh WikiLeaks menunjukkan bahwa para pemimpin Arab Saudi, termasuk Raja Abdullah, mendesak AS untuk melakukan kebijakan keras terhadap Iran terkait program nuklirnya, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Arab Saudi menuding beberapa tokoh Syiah yang tinggal di Provinsi Timur, termasuk Nimr, bekerjasama dengan asing, yang adalah Iran, untuk menanamkan benih perpecahan setelah bentrokan antara polisi dengan warga Syiah.

AS mengklaim telah mengungkap sebuah rencana Iran untuk membunuh duta besar Arab Saudi untuk AS. Arab Saudi mengaku terkejut dengan hal tersebut dan mengatakan bahwa Iran akan membayar mahal.

2012 - Perang Proksi

Arab Saudi menjadi pendukung utama pemberontakan untuk menumbangkan sekutu Iran, yakni Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Arab Saudi menuding Assad melakukan pembersihan etnis dan Iran dituding pula menjadi kekuasaan yang mempengaruhi Suriah. Sementara itu, Iran menuding Arab Saudi membekingi "teorisme".

Bulan Maret 2015, Arab Saudi memulai kampanye militer di Yaman untuk menghentikan kaum Houthi, sekutu Iran, untuk naik ke kekuasaan. Arab Saudi menuding Iran memanfaatkan milisi untuk melakukan kudeta. Iran menuduh serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi menyasar warga sipil. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

40 Negara Bahas Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Pimpin Upaya Buka Jalur Minyak

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:28 WIB

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:45 WIB

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:43 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:21 WIB

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 18:09 WIB

Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026

Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 16:51 WIB

Terkini

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:54 WIB

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:43 WIB

Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026

Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:39 WIB

Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu

Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:30 WIB

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB