Polda Tinggal Tunggu Puslabfor Untuk Ungkap Kematian Mirna

Senin, 11 Januari 2016 | 19:37 WIB
Polda Tinggal Tunggu Puslabfor Untuk Ungkap Kematian Mirna
Prarekonstruksi kasus Wayan Mirna Salihin (27) di kafe Olivier, Grand Indonesia [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Polda Metro Jaya terus menelusuri sebab kematian Wayan Mirna Salihin (27) usai meneguk kopi di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan beberapa sampel yang diambil dari lambung dan hati Mirna telah diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk ditelaah.

"Sudah dikirim hari ini, tinggal menunggu hasil," ujar Musyafak, Senin (11/1/2016).

Sampel tersebut nanti akan dicocokkan dengan sampel cairan sisa kopi dan muntahan Mirna yang diambil dari tempat kejadian perkara.

Musyafak mengungkapkan dari hasil autopsi pada lambung dan hati Mirna pada Minggu (10/1/2015) dini hari, terlihat ada pendarahan di bagian lambung Mirna. Pendarahan ini terjadi karena kemasukan zat.

"Dari hasil autopsi ada pendarahan di lambung dan kita ambil lambung bersama dengan sampel hati dan empedu," kata dia.

Musyafak menilai ada pembakaran lambung (korosif) pada lambung Mirna sehingga mengakibatkan iritasi dan pendarahan.

Namun, dia belum bisa menyimpulkan sebab kematian Mirna. Nanti Puslabfor Polri yang akan menjawab.

"Untuk membuktikan zat apa yang dapat merusak korosif di lambung, hasilnya menunggu dari Puslabfor," katanya.

Mirna meninggal pada Rabui (6/1/2016). Usai minum kopi, Mirna kejang, lalu mulutnya mengeluarkan busa warna kekuning-kuningan.

Mirna sempat dibawa ke klinik Damiyanti yang berada di Grand Indonesia, lalu dirujuk ke RS Abdi Waluyo, Menteng. Tetapi nyawanya tak tertolong lagi.

Polisi telah memeriksa pegawai kafe dan manajernya. Jessica dan Hani, teman perempuan yang bersama Mirna di kafe Olivier juga sudah diperiksa.

Belakangan terungkap, kopi yang diminum Mirna sebenarnya bukan pesanannya. Soalnya, ketika datang belakangan bersama Hani, kopi sudah ada di meja.

Polisi tidak mau buru-buru membuat kesimpulan kasus. Polisi masih menelaah bukti-bukti yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI