Iran Lucuti Inti Reaktor Nuklir Arak dan Mengisinya dengan Beton

Ruben Setiawan

Selasa, 12 Januari 2016 | 17:59 WIB
Iran Lucuti Inti Reaktor Nuklir Arak dan Mengisinya dengan Beton
Reaktor nuklir Iran di Arak yang berjarak 190 kilometer dari Teheran. (Reuters)

Suara.com - Iran akhirnya melucuti inti reaktor nuklirnya di Arak lalu mengisinya dengan adonan beton, sebagaimana disyaratkan oleh kesepakatan yang ditandatangani Iran bersama negara-negara pemilik teknologi nuklir dunia, tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan oleh agensi berita Fars, mengutip keterangan dari sumber di pemerintahan Iran.

Langkah tersebut akan mengurangi kemampuan reaktor Arak untuk memproduksi plutonium dan dipandang sebagai awal dari berakhirnya sanksi ekonomi yang selama bertahun-tahun membelenggu Iran.

Di tempat terpisah, Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan, sanksi ekonomi yang dijatuhkan Uni Eropa kepada Iran akan segera dicabut.

"Saya dapat mengatakan, saya berharap hari ini datang lebih cepat. Implementasi kesepakatan terus dilakukan dengan lancar," kata Federica dalam sebuah kunjungan ke Praha, Ceko.

Iran dan enam negara kuat dunia, yakni Cina, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, dan Jerman pada bulan Juli lalu menandatangani sebuah kesepakatan guna menyudahi krisis nuklir Iran. Kesepakatan tersebut diberi nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran menyetujui rekonstruksi reaktor nuklir Arak agar tidak bisa dipergunakan untuk memproduksi plutonium fisi, salah satu material pembuat bom nuklir.

Keenam negara yang menyepakati JCPOA dengan Iran juga akan berpartisipasi dalam perancanangan ulang dan rekonstruksi reaktor modern di Arak.

Republik Islam Iran mengatakan, reaktor nuklirnya dibangun untuk memproduksi isotop yang berguna dalam perawatan kanker dan keperluan medis lainnya. Iran membantah jika aktivitas nuklirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata.

Terkait keputusan Iran untuk melucuti inti reaktor Arak, juru bicara badan energi atom Iran, Behrouz Kamalvandi, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Etemad, mengatakan,"Iran telah memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir bulan Juli, lebih awal dari yang dijadwalkan".

"Implementasi JCPOA akan selesai dalam waktu 7 hari ke depan," kata Behrouz hari Senin (11/1/2016).

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani, dalam pidato yang ditayangkan televisi nasional hari Senin mengatakan,"Kami berharap sanksi terhadap Iran akan dicabut dalam waktu beberapa hari ke depan".

Dengan dicabutnya sanksi ekonomi, Iran bisa meningkatkan produksi dan ekspor minyak yang selama ini dibatasi. Tahun lalu, Iran memprediksi akan menggenjot ekspor hingga 500 ribu barel per hari jika sanksi ekonomi telah dicabut. Namun, banyak pengusaha minyak yang khawatir, hal ini akan meningkatkan surplus minyak di pasaran dan menurunkan harga minyak. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:02 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

Iran Masih Sabar 13 Malam Digempur Amerika Serikat, Masih Mau Ngobrol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:45 WIB

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

Malam ke-13 Amerika Rudal Iran, Korban Tewas Mulai Berjatuhan di Ahwas Hingga Bandar Abbas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:51 WIB

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

Perang Meluas, 2 Nadi Minyak Dunia Jadi Arena Terbang Rudal dan Bom Drone

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:26 WIB

Warga Timteng Siaga, Amerika Siap Serang Iran Lagi, Donald Trump: Akan Lebih Besar

Warga Timteng Siaga, Amerika Siap Serang Iran Lagi, Donald Trump: Akan Lebih Besar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:50 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas

3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:33 WIB

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:25 WIB

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:47 WIB

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Merasa Tak Bersalah tapi Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid: Penuh Rekayasa

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:45 WIB

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:33 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:28 WIB

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

×