12 Orang Hilang di Sulsel Diduga Ikut Gafatar

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Januari 2016 | 03:21 WIB
12 Orang Hilang di Sulsel Diduga Ikut Gafatar

Suara.com - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diprediksi sudah masuk ke Sulawesi Selatan sejak beberapa tahun lalu. Ada 12 orang yang hilang. Mereka diduga ikut gerakan Ormas Gafatar.

"Laporan pertama itu ada warga menghlang di daerah Luwu, yang melaporkan itu Andi Besse bahwa adiknya Andi Mulyani (23) beserta suaminya Burhan Faisal dan anaknya menghilang sejak Mei 2015," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera di Makassar, Rabu (13/1/2016).

Berdasarkan pengakuan dari Besse, Burhan Faisal yang merupakan suami dari adiknya Andi Mulyani diduga menjadi Ketua Gafatar Sulawesi Tenggara dan resmi menjadi pengurus pada Tahun 2012. Bukan cuma satu keluarga di Kabupaten Luwu dengan tiga orang jiwa yang sudah dilaporkan menghilang, dibeberapa daerah lainnya sudah ada laporan orang hilang.

Di Kabupaten Jeneponto, enam orang juga dilaporkan menghilang. Masing-masing sepasang suami istri Abdul Kadri Nasir (32) dan Adriani Hafid (32). Dua anaknya pun dilaporkan hilang yakni Habibah (3) dan Berlian (6 bulan).

Bahkan pasangan suami istri (Pasutri) itu diketahui tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pusat Statistik (BPS) Jeneponto. Sedangkan ibu dan adik Abdul Kadri juga dilaporkan hilang.

"Kita sedang menunggu data-data orang dari semua daerah dan menyelidikinya, apakah kehilangan mereka semua itu karena menjadi pengikut Gafatar atau karena sebab lainnya," kata Barung.

Sementara itu, dari Kabupaten Bantaeng, dua warga setempat juga dilaporkan menghilang bernama Isa dan Hasrini. Keduanya diduga sebagai pengurus Gafatar Bantaeng.

"Informasi dari Polres Bantaeng, sudah ada 100 formulir yang ditemukan. Sampai saat ini, anggota masih melakukan penyelidikan," tuturnya.

Sedangkan di Kabupaten Takalar, satu orang lainnta dinyatakan menghilang atas nama Andi Alwi. Berdasarkan data yang diterima Andi Alwi menjadi pengikut Gafatar atas ajakan Abdul Kadri.

Barung menambahkan, Besse saat memberikan pengakuan menyebutkan jika dirinya sempat menjadi pengikut Gafatar selama seminggu setelah diajaki adiknya.

Namun karena bertentangan dengan kata hatinya serta keyakinannya, sehingga memutuskan untuk meninggalkan Gafatar. Alasannya, karena Besse disuruh melepaskan hijabnya dan diajarkan jika salat dan puasa bukan kewajiban. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemprov Sumut: Selama Ini Tidak Ada yang Aneh dengan Gafatar

Pemprov Sumut: Selama Ini Tidak Ada yang Aneh dengan Gafatar

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 23:06 WIB

Tiga Komisi di DPR Tangani Kasus Gafatar

Tiga Komisi di DPR Tangani Kasus Gafatar

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 16:11 WIB

Pemkot Kendari Resmi Umumkan Bahaya Gafatar

Pemkot Kendari Resmi Umumkan Bahaya Gafatar

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 02:04 WIB

Mendagri: Gafatar Organisasi Tak resmi

Mendagri: Gafatar Organisasi Tak resmi

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 01:15 WIB

Giliran Warga Garut Hilang Diduga Gabung ke Gafatar

Giliran Warga Garut Hilang Diduga Gabung ke Gafatar

News | Rabu, 13 Januari 2016 | 00:01 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×