Tutup Kasus Samad dan BW, Ini Penjelasan Jaksa Agung

Arsito Hidayatullah | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 03 Maret 2016 | 18:37 WIB
Tutup Kasus Samad dan BW, Ini Penjelasan Jaksa Agung
Jaksa Agung HM Prasetyo saat di DPR RI. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jaksa Agung HM Prasetyo akhirnya resmi mengakhiri kasus yang membelit dua mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW).

Langkah ini diakui diambil oleh Prasetyo setelah melihat berbagai jasa yang telah dilakukan oleh kedua sosok tersebut selama ini. Selain itu, kedua komisioner KPK periode 2011-2015 tersebut saat ini juga dipandang masih terus berjuang untuk memerangi korupsi di Indonesia.

"Akhirnya atas dasar fakta itu, Jaksa Agung menggunakan hak prerogatif yang diberikan Pasal 35 huruf C Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 (UU Kejaksaan) untuk mengambil keputusan, dan keputusan yang diambil adalah mengesampingkan perkara, deponeering perkara atas nama Abraham Samad dan Bambang Widjojanto," kata Prasetyo, dalam konferensi persnya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2016).

 
Lebih jauh, politisi Partai Nasdem tersebut menjelaskan langkah-langkah yang dilaulinya sebelum keputusan tersebut diambil. Prasetyo antara lain menjelaskan bahwa dirinya sudah meminta pendapat dari berbagai kalangan, untuk dapat memutuskan yang terbaik, terkait perkara lama yang dialami oleh kedua tokoh KPK tersebut.

"Saya sebagai Jaksa Agung secara resmi telah meminta pertimbangan dari beberapa pimpinan lembaga negara, pimpinan tinggi kuasa negara, yaitu (antara lain) Ketua Mahkamah Agung (MA), DPR RI, Kapolri, tentang rencana Jaksa Agung tersebut," katanya.

Menurut Prasetyo pula, berbagai jawaban diperolehnya saat meminta keterangan dan pendapat dari berbagai pihak tersebut. Ketua MA dan Kapolri misalnya, menurutnya memberikan wewenang sepenuhnya kepada Jaksa Agung sesuai dengan amanat konstitusi. Sementara di sisi lain, DPR merekomendasikan hal yang lain, meskipun pada akhirnya menyerahkan juga keputusan sepenuhnya kepadanya.

"Di samping meminta pertimbangan kepada pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung juga mencermati, memperhatikan, mendengar aspirasi dan tuntutan rasa keadilan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Meskipun dari segala pertimbangan yang ada, keputusan terakhir kembali berpulang kepada Jaksa Agung," kata Prasetyo.

Seperti diketahui, tak lama setelah pimpinan KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan, calon Kapolri saat itu sebagai tersangka kasus rekening gendut pada awal 2015 lalu, sebaliknya pimpinan dan penyidik KPK justru kemudian terseret berbagai kasus dan juga menjadi tersangka. Abraham Samad yang pada waktu itu menjabat Ketua KPK, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan KTP terkait seorang perempuan bernama Fransiska Feriyani Liem. Kasus ini sendiri sebenarnya terjadi pada tahun 2007 dan baru diungkap pada 2015.

Selain itu, pihak kepolisian kemudian juga menetapkan BW yang pada waktu itu menjabat Wakil Ketua KPK, sebagai tersangka dalam kasus pidana dugaan mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan tidak benar (palsu) saat bersaksi di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam perkara sengketa hasil Pilkada Kota Waringin Barat, tahun 2010 lalu. Saat itu BW diketahui berprofesi sebagai pengacara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi dan Prasetyo Diingatkan Efek Buruk Deponering Buat Samad

Jokowi dan Prasetyo Diingatkan Efek Buruk Deponering Buat Samad

News | Selasa, 16 Februari 2016 | 17:22 WIB

Jaksa Agung Tegaskan "Deponeering" adalah Hak Prerogatifnya

Jaksa Agung Tegaskan "Deponeering" adalah Hak Prerogatifnya

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 06:09 WIB

Jaksa Agung Diminta Jelaskan Deponering 2 Mantan Pimpinan KPK

Jaksa Agung Diminta Jelaskan Deponering 2 Mantan Pimpinan KPK

News | Kamis, 11 Februari 2016 | 19:21 WIB

Jokowi Perintahkan Jaksa Agung dan Kapolri Selesaikan Kasus Ini

Jokowi Perintahkan Jaksa Agung dan Kapolri Selesaikan Kasus Ini

News | Kamis, 04 Februari 2016 | 18:46 WIB

Terkini

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB