Korut Nekat Kembali Lakukan Uji Coba Nuklir

Adhitya Himawan

Rabu, 16 Maret 2016 | 01:00 WIB
Korut Nekat Kembali Lakukan Uji Coba Nuklir
Peluncuran roket Korea Utara. (Reuters)

Suara.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan bahwa negaranya segera melaksanakan uji hulu ledak nuklir dan peluncuran peluru kendali balistik, yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Informasi ini diungkapkan kantor berita nasional Korea Utara KCNA pada Selasa (15/3/2016).

Uji coba nuklir Korut selama ini dinilai melanggar sejumlah sanksi PBB, yang belakangan diperkuat dengan dukungan China, sekutu utama Korea Utara.

Kim mengeluarkan tanggapan tersebut saat memantau uji modul kembali peluru kendali balistik, yang mengukur kestabilan struktural bahan anti-panas, yang baru dikembangkan, kata KCNA.

Saat mengatakan uji hulu ledak nuklir dan sejumlah roket balistik, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, akan dilaksanakan dalam waktu dekat untuk meningkatkan kepercayaan akan kemampuan serangan nuklirnya, dia mengarahkan pihak terkait membuat persiapannya serinci mungkin," kata kantor berita itu.

Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda di tempat pengujian nuklir Korea Utara atau pangkalan roket jarak jauh mereka, namun mengatakan bahwa Korea Utara terus mempertahankan kesiapan mereka untuk melakukan uji coba nuklir.

Presiden Korea Selatan Park Geun Hye mengatakan Korea Utara akan membawa diri mereka ke arah penghancuran diri jika mereka tidak berubah dan terus melawan komunitas internasional.

Laporan terkait Korea Utara itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea saat pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer gabungan tahunan yang disebut oleh Seoul sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Dalam dugaan sebuah simulasi kembalinya toket, surat kabar resmi milik Partai pekerja Korea Utara yang berkuasa menerbitkan sebuah gambar pada Selasa, yang menunjukkan sebuah benda berbentuk kubah yang ditempatkan di bawah sesuatu yang tampaknya merupakan sebuah mesin roket, ditembakkan dengan pendorong yang berapi. Dalam gambar yang terpisah, Kim memantau objek yang dijelaskan oleh KCNA sebagai sebuah ujung hulu ledak.

Korea Utara telah mengeluarkan pernyataan provokatif hampir setiap harinya sejak berada di bawah resolusi PBB yang diberlakukan pada bulan ini untuk memperketat sanksi terhadap negaranya, setelah mereka melaksanakan uji coba nuklir pada Januari dan peluncuran roket jarak jauh pada bulan lalu.

Pada 1962, Amerika Serikat meluncurkan misil balistik dengan hulu ledak aktif dikenal dengan nama uji Burung Pengawal. China melakukan uji serupa pada 1966.

"Yang akan menjadi hal buruk adalah jika Korea Utara mengulang kembali operasi burung Pengawal atau uji coba nuklir China keempat dan melakukan keduanya dalam waktu bersamaan," kata Jeffrey Lewis dari Institut Studi Internasional Middlebury di California.

"Untuk saat ini, itu tampak seperti sebuah uji coba nuklir dan beberapa uji misil dalam urutan yang berdekatan," dia mengatakan.

Keraguan Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan setelah adanya laporan Korea Utara itu, bahwa mereka masih belum yakin bahwa Korea Utara telah memiliki teknologi untuk memulangkan misil, yang seharusnya termasuk kemampuan untuk mengarahkan toket itu setelah memasuki atmosfir.

Pakar dari Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan bahwa kesepakatan umumnya adalah bahwa Korea Utara saat ini belum berhasil memperkecil sebuah hulu ledak nuklir untuk dapat dipasang di misil balistik antar benua.

Lebih penting lagi, kesepakatannya adalah belum adanya uji coba yang membuktikan bahwa mereka telah menguasai teknologi pemulangan roket yang dibutuhkan untuk membawa senjata itu kembali ke dalam atmosfir.

Kim mengatakan pada minggu lalu bahwa negaranya telah berhasil memperkecil sebuah hulu ledak nuklir.

Korea Utara, yang telah melakukan empat uji coba nuklir, juga mengklaim bahwa uji coma nuklir Januari mereka merupakan uji coba sebuah bom hidrogen, meskipun sebagian besar pakar mengatakan ledakannya terlalu kecil untuk sebuah ledakan yang berasal dari bom hidrogen.

Korea Utara juga mengatakan bahwa satelit yang mereka luncurkan ke orbit bumi berfungsi dengan baik, meskipun belum diverifikasi secara independen.

Korea Utara membantah segala kritik terkait program nuklir dan misil mereka, meskipun yang berasal dari sekutunya, China, mengatakan bahwa mereka memiliki hak kedaulatan untuk mempertahankan diri dari segala ancaman dan untuk melakukan program luar angkasa, yang meletakkan satelit di orbit bumi.

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru memperluas sejumlah sanksi yang ada dengan cara mewajibkan para negara anggotanya untuk memeriksa seluruh Kargo yang mengarah atau berasal dari Korea Utara dan melarang perdagangan batu bara Korea Utara, yang dianggap sebagai sumber dana program nuklir mereka.

Menteri luar negeri dari Korea Selatan dan China membicarakan sejumlah sanksi baru terhadap Korea Utara melalui telepon pada Senin akhir, dan sepakat bahwa penting untuk memberlakukannya dengan cara yang lengkap dan komprehensif, kata China pada Selasa (15/3/2016). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:38 WIB

Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia

Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia

Bola | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara

Korea Selatan Putus Semua Kanal Komunikasi dengan Korea Utara

Video | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:50 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:25 WIB

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

Amerika Serikat Protes Keras Iran Jadi Pemimpin Sidang Nuklir NPT, Menghina Perjanjian Internasional

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:36 WIB

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:06 WIB

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:26 WIB

Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir

Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:13 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:57 WIB

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:46 WIB

ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!

ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:37 WIB

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:29 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

×