Jokowi Minta Pejabat Eselon I Jadi Motor Reformasi

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Selasa, 22 Maret 2016 | 16:34 WIB
Jokowi Minta Pejabat Eselon I Jadi Motor Reformasi
Presiden Joko Widodo. [Antara]

Suara.com - Presiden Joko Widodo, pagi ini, Selasa, (22/3/2016) mengadakan Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dengan para Menteri, Kepala Lembaga Negara Non Pemerintahan dan para Pejabat Eselon I. "Saya minta seluruh Menteri, Kepala Lembaga dan pejabat eselon I bekerja lurus sesuai yang sudah digariskan," kata Presiden mengawali arahan dalam RKP ini. 

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan dua hal yang menjadi prioritas dalam 5 tahun kedepan. "Pertama deregulasi, kedua, percepatan pembangan infrastruktur, fokusnya disitu," ujar Presiden. 

Pada setiap kesempatan bertemu dengan pejabat baik di tingkat pusat maupun daerah, Presiden selalu meminta agar semua melangkah lebih cepat karena kita sudah masuk dalam era kompetisi dan kemenangan ditentukan kecepatan, kelincahan dan kapasitas nasional yang solid dalam merespon dinamika perubahan global.

Deregulasi diperlukan, karena salah satu faktor yang menghambat pemerintah tidak dapat cepat dalam bertindak adalah terlalu banyaknya aturan. "Saya mendapatkan info dari Bappenas, jumlah regulasi aturan, ternyata kita mempunya 42 ribu aturan regulasi," ucap Presiden.

Selain itu, Presiden juga mendapatkan informasi terdapat lebih dari 3.000 lebih Perda di Kemendagri yang bermasalah. Terlebih saat ini, ketika terjadi perubahan ekonomi gobal yang sangat cepat ini, dimana perubahan dapat terjadia setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu. "Tahun lalu kita pontang panting antisipasi (krisis) Yunani, yang muncul ternyata depresiasi Yuan, selanjutnya muncul lagi (penurunan) suku bunga The Fed," kata Presiden.

Ibarat sebuah kapal, Indonesia adalah  kapal besar, negara besar. Tapi, lanjut Presiden, kita jangan terjerat oleh aturan yang  terlalu banyak, aturan yang dibuat sendiri. "Aturannya terlalu banyak, ini yang harus dideregulasi, disederhanakan," kata Presiden.

Siapkan Reform untuk Menangi Kompetisi

Presiden juga  menegaskan bahwa pejabat eselon  I memiliki peran kunci untuk  menjabarkan  dan melaksanakan visi Presiden di era kompetisi.  Birokrasi perlu menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi.  Eselon I, lanjut Presiden, seharusnya bisa  menjadi motor dari reform.  Jika tidak melakukan reform maka akan tertinggal dalam persaingan dengan negara negara lain. Presiden meyakini bahwa sebagai negara besar kita akan bisa memenangi kompetisi, asal kita mau, asal ada niat.

Salah satu reform yang ditekankan oleh Presiden adalah reformasi anggaran. Presiden minta agar rancangan anggaran yang dirumuskan tidak selalu bagi rata. "Lagu lama itu harus kita tinggalkan", tegas Presiden. Anggaran yang disusun harus fokus pada  program prioritas yang telah ditentukan  dan bermanfaat  besar bagi rakyat. Prinsip money follow function, money follow organization harus mulai ditinggalkan menjadi money follow programme.

Presiden juga meminta kembali agar Kementerian dalam menyusun rencana anggaran menghilangkan kata kata yang tidak jelas, yang absurd. "Tidak usah banyak banyak program, kosentrasi pada program yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat", kata Presiden. Presiden juga mengingatkan untuk lebih memperbesar belanja modal. Dan melakukan efisiensi pada belanja barang.

Dalam pelaksanaan program atau proyek, Presiden mengingatkan pada menteri dan  seluruh pejabat eselon I untuk mengubah total tradisi untuk melaksanakan proyek  di bulan Juli, Agustus, atau September. Sehingga bulan November dan Desember harus "pontang panting" mengejar serapan anggaran. Presiden minta semua proyek bisa dimulai pada bulan Januari. Ini akan menjadi contoh pada Provinsi, Kabupaten/Kota. " Realisasi serapan baik, kualitas juga baik. Belanja optimal, kualitas juga optimal", tegas Presiden.

Selain itu, Presiden mengharapkan seluruh  Kementerian/ Lembaga memberikan perhatian pada Papua, NTT, kawasan perbatasan, pulau pulau terdepan, terutama dalam hal pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan yang lainnya.

Kepada seluruh Menteri dan para pejabat eselon I, Presiden meminta agar diperkuat sinergi antar Kementerian, antar Ditjen. " Jangan berjalan sendiri sendiri", ujar Presiden. Komunikasi  dan sinergi antar kementrian, antar eselon I harus betul betul berjalan di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:27 WIB

Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur

Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur

News | Jum'at, 04 September 2026 | 10:54 WIB

Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRB Dalam Rapat Bersama DPR

Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRB Dalam Rapat Bersama DPR

News | Rabu, 26 November 2025 | 10:52 WIB

Pramono Anung Rombak Birokrasi DKI: 1.842 Pejabat Baru, Janji Pelayanan Publik Lebih Baik

Pramono Anung Rombak Birokrasi DKI: 1.842 Pejabat Baru, Janji Pelayanan Publik Lebih Baik

News | Rabu, 05 November 2025 | 22:42 WIB

Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?

Bongkar Penampakan Ijazah Gibran dengan Alumni MDIS Singapura, Apakah Sama?

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 19:23 WIB

Urusan Pesantren 'Naik Kelas', Kemenag Siapkan Eselon I Khusus di Momen Hari Santri 2025

Urusan Pesantren 'Naik Kelas', Kemenag Siapkan Eselon I Khusus di Momen Hari Santri 2025

News | Senin, 22 September 2025 | 21:08 WIB

Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya

Riwayat Pendidikan Gibran di Orchid Park Secondary School Disorot, Ini Fakta dan Profil Sekolahnya

Lifestyle | Senin, 22 September 2025 | 17:43 WIB

Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura

Di Balik Kontroversi Ijazah Gibran Rakabuming Raka, Ini Profil Kampus MDIS Singapura

Lifestyle | Kamis, 18 September 2025 | 20:02 WIB

Jawaban Pengacara Jokowi Soal Ijazah Bikin Refly Harun Geram: 'Aneh

Jawaban Pengacara Jokowi Soal Ijazah Bikin Refly Harun Geram: 'Aneh

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 08:48 WIB

Dokter Tifa Sebut Jokowi Hanya Bisa Dihancurkan Orang Gila

Dokter Tifa Sebut Jokowi Hanya Bisa Dihancurkan Orang Gila

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:59 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×