JK Ungkap Kesamaan Nasib PPP dan Golkar

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Minggu, 10 April 2016 | 14:07 WIB
JK Ungkap Kesamaan Nasib PPP dan Golkar
Suasana penutupan Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Minggu (10/4/2016). (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan pidato penutupan dalam Muktamar PPP, di Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4/2016). Dalam pidatonya, Politisi Golkar ini sempat memberikan sindiran-sindiran untuk partai berlambang kakbah itu.

Pertama, JK menyindir soal Muktamar kali ini dengan sebutan Muktamar C. Sebab, dua Muktamar sebelumnya, yaitu Muktamar VIII di Surabaya dan Jakarta, membuat partai ini terbelah.

"Kita sampaikan puji syukur karena bisa menghadiri Muktamar PPP VIII, setidak-tidaknya VIII C‎. Karena ada A (Surabaya), B (Jakarta), dan C. Tapi itu sama partai saya juga ada A, B, C. Mudah-mudahan tidak ada D, ini terakhir VIII C," kata JK dalam pidatonya.

Dia berharap Muktamar ini menjadi yang terakhir dan islah PPP benar-benar terwujud. Politisi Golkar ini pun mengajak, PPP kubu lain untuk menentukan sikap yang sama. Sebab, ke depan, masalah yang dihadapi PPP akan cukup banyak.

"Walaupun sedikit masih ada pekerjaan rumah, mudah-mudahan selesai dengan kearifan bersama. Saya pikir semuanya apabila kita musyawarah dengan bijaksana dan arif, pasti semua masalah-masalah dapat kita selesaikan. Apalagi namanya partai persatuan, masak mau pecah. Bukan partai pecah Indonesia itu kan," katanya.

Dia sempat menyandai lokasi Muktamar kali ini yang dilakukan di Asrama Haji. Padahal, sebelumnya, Muktamar PPP yang dilakukan di Surabaya dan Jakarta, digelar di hotel berbintang.

Namun, sambung JK, Asrama Haji ternyata memiliki nilai tersendiri buat partai berlambang kakbah itu. Karenanya, dia berharap PPP bisa benar-benar islah setelah dilakukannya Muktamar di Asrama Haji ini.

"Muktamar ini ‎masing-masing turun pangkat dari tidur di hotel, sekarang terpaksa Asrama Haji. Tapi yang penting kan bukan tempatnya tapi keikhlasannya. Apalagi sama-sama Ka'bah, urusan haji kan Ka'bah juga. Jadi tepatlah. Ternyata PPP hanya bisa bersatu di Asrama Haji. Siapa suruh bikin lambang Ka'bah kan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Romahurmuzziy 'Palak' JK Belikan Ponsel untuk Kader PPP

Romahurmuzziy 'Palak' JK Belikan Ponsel untuk Kader PPP

News | Minggu, 10 April 2016 | 13:53 WIB

Jadi Ketum PPP, Romi akan Minta Nasihat dari Surya Dharma Ali

Jadi Ketum PPP, Romi akan Minta Nasihat dari Surya Dharma Ali

News | Minggu, 10 April 2016 | 06:43 WIB

Jokowi-JK Melayat Gubernur Kepri

Jokowi-JK Melayat Gubernur Kepri

Foto | Jum'at, 08 April 2016 | 19:38 WIB

Jokowi ke Muktamar karena Ada Mbah Moen dan Ingin PPP Tak Runtuh

Jokowi ke Muktamar karena Ada Mbah Moen dan Ingin PPP Tak Runtuh

News | Jum'at, 08 April 2016 | 17:26 WIB

Jokowi Hadiri Muktamar di Asrama Haji, Ada Teriakan PPP Islah

Jokowi Hadiri Muktamar di Asrama Haji, Ada Teriakan PPP Islah

News | Jum'at, 08 April 2016 | 15:47 WIB

JK Buka IIMS 2016

JK Buka IIMS 2016

Foto | Kamis, 07 April 2016 | 12:10 WIB

Politisi Golkar: Belum Ada Partai yang Benar-benar Modern

Politisi Golkar: Belum Ada Partai yang Benar-benar Modern

News | Rabu, 06 April 2016 | 07:31 WIB

Sulit Jadi Ketum Golkar Jika Ada Politik Uang

Sulit Jadi Ketum Golkar Jika Ada Politik Uang

News | Rabu, 06 April 2016 | 02:30 WIB

Soal Muktamar Islah, Kubu Djan Berencana Segera Surati Presiden

Soal Muktamar Islah, Kubu Djan Berencana Segera Surati Presiden

News | Senin, 04 April 2016 | 06:31 WIB

Djan Faridz Salahkan Menteri Agama Bawa Kubu Romi ke Istana

Djan Faridz Salahkan Menteri Agama Bawa Kubu Romi ke Istana

News | Minggu, 03 April 2016 | 17:18 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB