Ahok Pernah Jadi Korban Pungli Saat Urus Perpanjangan KTP

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 30 Mei 2016 | 13:06 WIB
Ahok Pernah Jadi Korban Pungli Saat Urus Perpanjangan KTP
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku pernah mengalami kesulitan untuk mengurus perpanjangan KTP. Dari situ, Ahok menyimpulkan pelayanan administrasi di lingkungan RT dan RW sangat buruk.

"Saya juga punya pengalaman buruk waktu mau nyambung KTP misalnya, minta surat pengantar dari RT/RW, sampai pagi-pagi dia belum bangun saya udah harus kerja, saya pulang ke rumah sudah kemalaman, dia lagi makan malam nggak mau terima," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/5/2016).

Ahok menambahkan praktik pungutan liar juga masih ada. Dia mengalaminya sendiri ketika mengurus perpanjangan KTP.

"Akhirnya suruh siapa ngurusin surat-surat itu, hansip, kasih siapa duit, hansip, itu jadi jaringan pungli akhirnya tanpa kita sadari," kata dia.

Itu sebabnya, Ahok tidak terkejut kalau ada sebagian pengurus RT dan RW meminta jatah lahan parkir liar sebagai uang sampingan.

"Nggak usah heran, kamu lihat aja Tanah Abang di belakang Grand Indonesia, kamu tanya, parkir liar itu setor ke siapa? Kamu tanya aja mau di Mangga Besar, Sawah Besar, kamu tanya oknumnya siapa? Itu, kan memang dulu ada oknum main, oknum RW," kata dia

Atas banyaknya ketidakberesan itulah, kemudian pemerintah Jakarta menerapkan sistem aplikasi Qlue.

"Sekarang itu bagus, tapi bukan buat malakin orang. Bukan buat berkuasa tapi melayani. Kalau kamu merasa aplikasi qlue nggak bagus, saya mau tanya, kamu mau laporan gimana," kata Ahok.

Seperti diketahui, saat ini, pemberian uang operasional buat ketua RT dan RW didasarkan pada laporan kinerja mereka lewat aplikasi Qlue. Dengan demikian kinerja mereka menjadi terukur dan transparan. Pendapatan mereka sekarang akan sangat tergantung dari laporan kinerja per hari. Para ketua RT diminta mengirimkan minimal tiga laporan per hari, untuk masing-masing laporan dibayar Rp10 ribu. Sedangkan untuk ketua RW masing-masing laporan akan dibayar Rp12.500. Dengan demikian, untuk ketua RT yang rajin bisa mendapat gaji sebulannya Rp975 ribu, sementara ketua RW Rp1,2 juta. Aplikasi ini sebenarnya juga menghemat penggunaan kertas.

Qlue merupakan aplikasi untuk menampung semua permasalahan warga, mulai dari kemacetan, jalan rusak, banjir, penumpukan sampah, sampai pelayanan publik yang tak maksimal di pemerintahan, puskesmas, sampai rumah sakit. Warga tinggal membuat tulisan dan foto lalu mengunggah ke aplikasi Qlue. Aplikasi ini bisa di-download lewat Play Store.

Semua laporan warga tersebut kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan laman smartcity.jakarta.go.id dan Cepat Respons Opini Publik. Aparat pemerintah diharuskan menginstall-nya juga, terutama CROP, agar cepat tanggap.

Namun, sebagian pengurus RT dan RW menolak dengan berbagai alasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Dukung Ahok Terapkan Qlue, Tapi Komunikasi Harus Baik

Sandiaga Dukung Ahok Terapkan Qlue, Tapi Komunikasi Harus Baik

News | Senin, 30 Mei 2016 | 12:24 WIB

Di Balik 'Ngotot' Ahok Ingin Terapkan Sistem Aplikasi Qlue

Di Balik 'Ngotot' Ahok Ingin Terapkan Sistem Aplikasi Qlue

News | Senin, 30 Mei 2016 | 11:59 WIB

Malas Pakai Qlue, Ahok: Jangan Jadi RT/RW Bos!

Malas Pakai Qlue, Ahok: Jangan Jadi RT/RW Bos!

News | Senin, 30 Mei 2016 | 11:28 WIB

Qlue Ditolak RT/RW, Ahok Emosi Ungkit-ungkit Kejelekan Mereka

Qlue Ditolak RT/RW, Ahok Emosi Ungkit-ungkit Kejelekan Mereka

News | Senin, 30 Mei 2016 | 11:06 WIB

Ketua RT dan RW di DKI Tolak Pakai Qlue Terancam Masuk Penjara

Ketua RT dan RW di DKI Tolak Pakai Qlue Terancam Masuk Penjara

News | Senin, 30 Mei 2016 | 10:48 WIB

Terkini

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:08 WIB

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:05 WIB

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:33 WIB

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:27 WIB

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:16 WIB

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:51 WIB

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:41 WIB

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 00:58 WIB

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

×