Kesaksian Rina, Rohaniwan yang Temani Seck Osmane Jelang Eksekusi

Yazir Farouk, Erick Tanjung

Jum'at, 29 Juli 2016 | 22:59 WIB
Kesaksian Rina, Rohaniwan yang Temani Seck Osmane Jelang Eksekusi
Peti jenazah Seck Osmane tiba di RS St Carolus, Jakarta, Jumat (29/7). (Antara/Rivan Awal Lingga)

Suara.com - ‎Kesedihan masih tampak di raut wajah Biarawati Rina. Dia adalah pendamping rohani Seck Osmane, terpidana mati kasus narkoba yang dieksekusi di Nusakambangan, Jawa Tengah pada Jumat (29/7/2016) dini hari tadi.

‎Sorot matanya terlihat sayu karena kelelahan. Namun Rina masih setia menemani tubuh kaku Seck yang sudah dimasukkan ke dalam peti di di Rumah Sakit ST Carolus, Jakarta Pusat pada Jumat sore.

Kepada suara.com, Rina mengaku mulai mendampingi Seck sejak sejak warga negara Nigeria itu dipindahkan ke penjara Nusakambangan sebagai terpidana mati kasus narkoba. Sampai Seck mau menemui ajal, dia masih setia menemani.

Rina mengaku terguncang saat detik-detik eksekusi dimulai. Batinnya bergejolak, tak terima atas mencabut nyawa seorang ‎manusia.

"Seck Osmane nomor terakhir yang disebut, dia nomor 11. Kalau nggak salah petugas sebut nomor 6, 7, 9 dan 11, dan Osmane ini nomoe 11. Tapi eksekusi bagi saya sebagai pendamping rohani sangat tidak nyaman," kata Rina.

Rina menuturkan, malam itu dia diminta oleh petugas untuk menemaninya menjemput Seck di ruang isolasi. Selama ini dia tak pernah diberi izin menemui Seck di ruang isolasi.

"Tiba-tiba malam tadi diminta untuk menemani ke ruang isolasi menjemput Osmane. Ibarat seorang malaikat penjemput maut datang," ujarnya.

‎Rina masih ingat betul bagaimana suasana malam terakhir Seck kala itu. Meskipun diguyur hujan, eksekusi kata dia, tetap dilakukan.

"Saya basah kuyup. Saya mendampingi dia sampai akhir," ‎ucapnya.

Rina adalah satu-satunya 'sahabat' yang mendampingi Seck sebelum ajal menjemput. Sang adik sempat bertemu Seck di ruang isolasi, beberapa jam sebelum eksekusi dilakukan.

Seck lanjut Rina, mulai menempati ruang isolasi pada Senin (25/7/2016). Adapun pemberitahuan baru disampaikan sehari kemudian.

Sebelum dieksekusi mati, Seck punya satu permintaan, yakni dimakamkan di Nigeria. Menurut Rina, jenazah akan diterbangkan ke sana pada Senin pekan depan.

Seck Osmane dijatuhi hukuman mati pada 2004 lalu atas tuduhan menyimpan dan mengedarkan 2,4 kilogram heroin.
Dia ditangkap setelah polisi menemukan barang haram teresebut di kamar kosnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada 2003 lalu.

Seck sempat beberapa kali mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonisnya namun selalu ditolak. Hingga akhirnya, perjalanan hidup Seck berakhir di tanah lapangan tembak Nusakambangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Haris Azhar Tulis Kesaksian Rahasia Freddy Budiman Senin Lalu

Haris Azhar Tulis Kesaksian Rahasia Freddy Budiman Senin Lalu

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 20:58 WIB

Habibie Surati Jokowi Tinjau Lagi Hukuman Mati Zulfikar Ali

Habibie Surati Jokowi Tinjau Lagi Hukuman Mati Zulfikar Ali

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 18:50 WIB

Dikubur di Makam Mbah Ratu, Keluarga Freddy Budiman Minta Maaf

Dikubur di Makam Mbah Ratu, Keluarga Freddy Budiman Minta Maaf

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 18:10 WIB

Masinton Sebut "Cerita Busuk dari Seorang Bandit" seperti Film

Masinton Sebut "Cerita Busuk dari Seorang Bandit" seperti Film

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 17:30 WIB

Malam Ini Kontras Beberkan "Cerita Busuk dari Seorang Bandit"

Malam Ini Kontras Beberkan "Cerita Busuk dari Seorang Bandit"

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 17:05 WIB

Seck Osmane Akan Diterbangkan ke Nigeria Senin Pekan Depan

Seck Osmane Akan Diterbangkan ke Nigeria Senin Pekan Depan

News | Jum'at, 29 Juli 2016 | 17:05 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

×