Polri Klaim Selidiki Internal Soal Dugaan Suap dari Freddy

Rabu, 03 Agustus 2016 | 18:09 WIB
Polri Klaim Selidiki Internal Soal Dugaan Suap dari Freddy
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar memberikan keterangan pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menepis anggapan kepolisian hanya fokus melakukan penyelidikan atas kesaksian terpidana mati Freddy Budiman yang ditulis oleh Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar.

Menurutnya, aparat kepolisian juga akan menyelidiki internal di tubuh kepolisian terkait keterlibatan polisi dalam penyelundupan Narkotika berdasarkan kesaksian Freddy Budiman yang ditulis Haris.

Kata Boy, hal itu akan dilakukan setelah Haris bisa menunjukkan fakta-fakta keterlibatan polisi dalam penyelundupan Narkotika.

"Ke dalam juga. Bahkan nanti dalam proses penanganan itu, bisa memberi kesempatan pada Haris menunjukkan fakta-fakta baru itu, jadi ada kesempatan. Mekanisme lembaga penegakan hukum," ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Lebih lanjut, terkait dugaan kepada anggota petugas BNN, Polri menyerahkan kewenangan kepada BNN untuk melakukan penyelidikan ke internal. Sementara kata Boy, proses penyelidikan di Polri tengah berjalan.

"Kalau BNN. kita serahkan pada BNN. Kalau Polri, sendiri sudah jalan," ungkapnya.

Sebelumnya, Mabes Polri resmi menerima laporan institusi TNI, BNN, dan Polri atas kasus pelanggaran pasal UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang dilakukan oleh Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar.

Laporan tersebut terkait tulisan Haris yang disebar ke media sosial tentang dugaan keterlibatan pejabat penegak hukum di bisnis narkoba berdasarkan wawancara dengan terpidana kasus narkoba yang telah dieksekusi mati, Freddy Budiman, yang dianggap mencemarkan nama baik dan fitnah terhadap TNI, BNN, dan Polri sebagai lembaga penegak hukum.

Dalam kesaksian Freddy yang diceritakan kepada Haris pada 2014 di Nusakambangan, menyebutkan Freddy pernah memberikan uang sampai Rp450 miliar kepada BNN dan Rp90 miliar kepada petinggi Mabes Polri untuk membantu melancarkan penyelundupan narkotika.

Freddy juga menyebutkan pernah menggunakan fasilitas mobil jenderal TNI bintang dua dari Medan ke Jakarta untuk mengangkut narkoba. Freddy juga menyebut petugas lapas dan BNN ikut membantu bisnis narkoba yang dikendalikan Freddy dari penjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI