Array

Sidang Tak Dimulai-mulai, Saksi Ahli Jessica Belum Datang

Kamis, 15 September 2016 | 12:19 WIB
Sidang Tak Dimulai-mulai, Saksi Ahli Jessica Belum Datang
Terdakwa Jessica Kumala Wongso dan pengacara Otto Hasibuan [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Sidang ke 21 kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat belum dimulai hingga siang hari ini. Tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso masih menunggu kedatangan saksi ahli. Rencananya, ada tiga saksi ahli yang akan didengarkan keterangannya oleh majelis hakim.

"Rencananya tiga (saksi ahli) yang dihadirkan, tapi paling satu yang paling jadi," kata salah satu kuasa hukum Jessica, Hidayat Bostam, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Tiga saksi ahli yang akan dihadirkan, di antaranya ahli digital forensik Rismon Hasilohan Sianipar.

Bostam belum mau menceritakan latar belakang Rismon dan akan menjelaskannya setelah berada di hadapan majelis hakim.

Dua saksi ahli lainnya, kata Bostam, masih dikonfirmasi lagi.

"Kan kita lihat waktu. Sisanya masih harus dikonfirmasi," kata dia.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kisworo sejatinya mulai pukul 10.00 WIB. Rombongan tim kuasa hukum Jessica baru tiba di ruang sidang Koesoemah Atmadja 1 sekitar pukul 11.30 WIB.

Dalam sidang ke 20, kemarin, pengacara Jessica menghadikan dua saksi ahli, toksikologi kimia dari Universitas Indonesia Budiawan dan patologi anatomi dari Universitas Hasanuddin, Gatot Susilo Lawrence.

Budiawan menyebut golden evidence dalam kasus kematian Wayan ialah barang bukti nomor empat. Barang bukti nomor empat berupa cairan yang diambil dari lambung Mirna. Sampel cairan diambil 70 menit setelah Mirna dinyatakan meningga dunia. Dan hasilnya, kata dia, tidak ada sianida.

"Hasil negatif yang pertama inilah golden evidence tanpa intervensi. Di cairan lambung negatif, jelas tidak ada sianida dalam tubuh korban," ujar Budiawan.

Budiawan menambahkan zat sianida ditemukan dari lambung Mirna tiga hari kemudian atau setelah jenazah diberi formalin. Kadar sianida yang ditemukan sebanyak 0,2 miligram per liter. Menurut Budiawan sianida ditemukan karena adanya intervensi dari zat formalin.

"Ada data 0,2 miligram per liter sianida setelah diformalin, tentu ada intervensi. Formalin itu larutan formaldehit dan air," kata dia.

"Saya ragu apakah ini bisa menarik kesimpulan. Bukti di organ-organ lain tidak ada sianida, jelas tidak ada sianida di tubuh Mirna. Berdasarkan data ini, tidak ada sianida," Budiawan menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI