DPR Minta Jokowi Ungkap Aktor Politik Demo 4 November

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Minggu, 06 November 2016 | 11:25 WIB
DPR Minta Jokowi Ungkap Aktor Politik Demo 4 November
Presiden Joko Widodo menerima peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV dan LV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/11). (Antara)

Suara.com - Pemerintah diminta untuk mengungkapkan identitas aktor politik yang menungggangi aksi damai, Jumat (4/11/2016). Hal itu menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo tentang adanya aktor politik yang menunggangi kasus tersebut.

"Untuk menurunkan tensi politik dan memperjelas duduk persoalan, pemerintah sebaiknya mengungkap identitas aktor-aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November 2016. Tudingan Presiden Joko Widodo bahwa ada aktor politik yang menunggangi aksi damai itu membuat masyarakat terus bertanya-tanya," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo di DPR dalam pernyataannya, Minggu (6/11/2016).

Dia menambahkan masyarakat jadi dibuat binggung karena baik Presiden Jokowi maupun mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sama-sama hanya menyajikan teka-teki yang tidak mudah untuk diterka. Dan, teka-teki ini membuat suasana politik makin tidak menentu.

Bambang mengatakan teka-teki itu mulai disajikan oleh Presiden Jokowi ketika mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (31/10/2016). Kemudian, SBY tiba-tiba menyambangi Menko Polhukam Wiranto dan malam harinya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada Selasa (1/11/2016).

Di luar dugaan, tambahnya, SBY menyelenggarakan konferensi pers di Cikeas, keesokan harinya, Rabu (2/11/2016). Bambang mengatakan, dalam kesempatan itu SBY mengatakan berbahaya jika ada informasi intelijen bahwa rencana aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11/2016) digerakkan atau didanai oleh pihak tertentu atau partai politik.

Bambang menerangkan, dalam kesempatan itu, SBY berucap, 'Kalau ada info atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya menuduh seseorang, kalangan, parpol, melakukan seperti itu. Pertama, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kedua, menghina, rakyat bukan kelompok bayaran'. Pernyataan ini yang menurut Bambang, membuat masyarakat menjadi bingung.

"Masyarakat menjadi binggung, mengapa SBY tiba-tiba begitu emosional terkait dengan rencana aksi damai 4 November itu. Apalagi, SBY juga tidak menyebut identitas pihak yang dituding membiayai aksi itu dan juga siapa yang menuduh," katanya.‎

Kemudian, sambung Bambang, saat membuat pernyataan resmi pasca unjuk rasa 4 November, Presiden menegaskan, ada aktor politik yang memicu kerusuhan dalam aksi damai itu. Pernyataan Presiden inilah yang membuat pertanyaan di ruang publik.

"Pernyataan Presiden ini tentu saja memunculkan pertanyaan di ruang publik. Masyarakat penasaran dan ingin tahu siapa yang dituding presiden. Bukankah negara kita negara hukum? Kita punya banyak pasal untuk bisa menjerat siapapun yg diduga menyebar kebohongan, fitnah, melakukan provokasi, makar dan lain-lain. Jadi, baik SBY maupun Jokowi bisa menempuh jalur hukum," ujar Bambang.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Akan Umumkan Pahlawan Nasional Baru, Siapa?

Jokowi Akan Umumkan Pahlawan Nasional Baru, Siapa?

News | Minggu, 06 November 2016 | 10:22 WIB

13 Orang Jadi Tersangka Penjarahan Minimarket di Penjaringan

13 Orang Jadi Tersangka Penjarahan Minimarket di Penjaringan

News | Minggu, 06 November 2016 | 10:07 WIB

Mantan Jubir Gus Dur: Hukum Salah, Jika Ahok Dinyatakan Bersalah

Mantan Jubir Gus Dur: Hukum Salah, Jika Ahok Dinyatakan Bersalah

News | Minggu, 06 November 2016 | 09:32 WIB

Polisi Harus Usut Aktor Politik yang Provokasi Demo 4 November

Polisi Harus Usut Aktor Politik yang Provokasi Demo 4 November

News | Minggu, 06 November 2016 | 07:52 WIB

Kompolnas Desak Polri Terus Perkarakan Pendemo Rusuh

Kompolnas Desak Polri Terus Perkarakan Pendemo Rusuh

News | Minggu, 06 November 2016 | 07:06 WIB

Akademisi: Demo 4 November Sulit Dikatakan Tak Bermuatan Politik

Akademisi: Demo 4 November Sulit Dikatakan Tak Bermuatan Politik

News | Minggu, 06 November 2016 | 01:02 WIB

Terkurung Pendemo, Supir Taksi Ini Lakukan 'Aksi Metal'

Terkurung Pendemo, Supir Taksi Ini Lakukan 'Aksi Metal'

News | Sabtu, 05 November 2016 | 22:37 WIB

Unjuk Rasa 4 November Tinggalkan Sampah 75 Ton

Unjuk Rasa 4 November Tinggalkan Sampah 75 Ton

News | Sabtu, 05 November 2016 | 23:31 WIB

Terpisah dari Rombongan, Dinas Sosial Pulangkan 27 Demonstran

Terpisah dari Rombongan, Dinas Sosial Pulangkan 27 Demonstran

News | Sabtu, 05 November 2016 | 21:44 WIB

Hendardi: "Otak" Kerusuhan Demo 4 November Harus Diungkap

Hendardi: "Otak" Kerusuhan Demo 4 November Harus Diungkap

News | Sabtu, 05 November 2016 | 20:00 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×