Densus 88 Tangkap Perakit Bom Berdaya Ledak Tinggi di Majalengka

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 25 November 2016 | 15:44 WIB
Densus 88 Tangkap Perakit Bom Berdaya Ledak Tinggi di Majalengka
Divisi Humas Mabes Polri merilis barang bukti bahan peledak yang diamankan tim Detasemen Khusus 88 Anti-teror dari jaringan teroris Majalengka, di Jakarta, Jumat (25/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror meringkus pelaku teroris berinisial RPW (24) di Majalengka, Rabu (23/11/2016). RPW ditangkap karena diduga telah membuat bom rakitan dari bahan kimia.

Target peledakan ditujukan ke objek vital seperti gedung MPR/DPR RI, Mabes Polri, Kedutaan Besar Negara Asing dan beberapa stasiun televisi tertentu.

"RPW Dtangkap di Majalengka dari informasi Densus 88. Adapun barang-barang ini dibua pada waktunya seperti biasa sasaran itu ditujukan kepada gedung DPR dan Mabes Polri, Mako Brimob, Kedubes asing, stasiun TV tertentu, tempat ibadah dan kafe," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016)

Menurutnya, penangkapan RPW lantaran dicuriga sebagai pihak pembuat bom rakitan yang dipesan oleh kelompok-kelompok jaringan teroris di beberapa daerah di Indonesia.

Namun, sebelum pesanan bom rakitan itu dikirim, pelaku sudah terlebih dahulu diringkus tim Densus 88.

"Kombinasi senyawa kimia yang sdah jadi ini dibuat atas pesanan dari daerah tertentu di sepanjang Sumatera, Jawa, Nusa Tengara. Sebelum smpurna dan diedarkan ke pemesan sudah ditangkap densus," katanya.

RPW, kata Rikwanto memiliki laboratorium di kediamannya untuk merakit bom yang kekuatan ledakannya cukup besar.

"Beberapa senyawa kimia ada didepan ini yang kita sita. Ini bisa digunakan untuk rakit bom. Nanti dikombinasi saja tinggal ditambah booster paku dan baterei akan jadi bom yang cukup dahsyat tinggal volumenya saja," katanya.

Rikwanto menambahkan keahlian RPW merakit bom berasal dari beberapa percobaan yang dipelajari dari berbagai artikel dan video di media sosial. Pelaku terduga teroris tersebut menekuni perakitan bom setelah tidak tamat kuliah di jurusan pertanian di universitas swasta.

"Yang bersangkutan latar belakangnya adalah pernah kuliah nmun tidak tamat bagian daripada Pertanian ikut ormas di Majalengka tersangka juga buat lab sendiri di rumahnya dan buat senyawa sendiri yang digunakan untuk bahan peledak," kata dia.

Rikwanto juga menyampaikan RPW merupakan pelaku teroris yang berkaitan dengan jaringan kelompok teroris pimpinan Bahrun Naim yang sekarang ada di Timur Tengah.

"Tersangka teradikalisasi sendiri dengan membaca artikel milik Umar Abdurahman tentang takfiri, thagut, dan demokrasi dll. Tersangka tertarik melakukan kimia memang hobi melakukan percobaan dan penelitian," katanya.

Selain menangkap RPW, Densus juga menyita barang bukti bahan peledak seperti RDX, TNT, HMTD, ANFO dan black powder serta ratusan paku yang digunakan pelaku dalam merancang bom rakitan.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 15 juncto Pasal 7 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana 10 tahun penjara atau seumur hidup.

"Yang bersangkutan kita kenakan Pasal UU terorisme yaitu tersangka lakukan pmufakatan jahat dengan melawan hukum membuat, menyimpan dan menguasai bahan peledak dengan maksud akan digunakan untuk tindak terorisme," kata Rikwanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakil Ketua MPR Ingin UU Terorisme Direvisi

Wakil Ketua MPR Ingin UU Terorisme Direvisi

News | Sabtu, 19 November 2016 | 15:24 WIB

Polisi Bekuk 5 Terduga Teroris di Bekasi

Polisi Bekuk 5 Terduga Teroris di Bekasi

News | Jum'at, 18 November 2016 | 15:56 WIB

Bom Bunuh Diri di Pesta Pernikahan di Irak Tewaskan 15 Orang

Bom Bunuh Diri di Pesta Pernikahan di Irak Tewaskan 15 Orang

News | Jum'at, 18 November 2016 | 08:13 WIB

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Kasus Teror Bom Gereja Samarinda

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Kasus Teror Bom Gereja Samarinda

News | Kamis, 17 November 2016 | 15:06 WIB

Bom Gereja Samarinda Dinilai Tak Berkaitan dengan Aksi 4 November

Bom Gereja Samarinda Dinilai Tak Berkaitan dengan Aksi 4 November

News | Selasa, 15 November 2016 | 17:59 WIB

Pascabom Samarinda, DPR Mau RUU Terorisme Dibahas Lebih Serius

Pascabom Samarinda, DPR Mau RUU Terorisme Dibahas Lebih Serius

News | Selasa, 15 November 2016 | 12:23 WIB

ISIS Klaim Ledakan Tempat Suci di Pakistan, 52 Orang Tewas

ISIS Klaim Ledakan Tempat Suci di Pakistan, 52 Orang Tewas

News | Minggu, 13 November 2016 | 11:52 WIB

Kaum 'Jihadis' Rentan Tunggangi Aksi Berlatar Agama

Kaum 'Jihadis' Rentan Tunggangi Aksi Berlatar Agama

News | Selasa, 08 November 2016 | 11:45 WIB

Jerman Selidiki Kemungkinan Ada Pengikut ISIS di Tubuh Tentara

Jerman Selidiki Kemungkinan Ada Pengikut ISIS di Tubuh Tentara

News | Minggu, 06 November 2016 | 08:53 WIB

Seorang Imam Masjid di Swiss Ditangkap Polisi

Seorang Imam Masjid di Swiss Ditangkap Polisi

News | Kamis, 03 November 2016 | 07:10 WIB

Terkini

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

Penggeledahan Belum Rampung, Tim Kejagung Masih Periksa Kantor BGN

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:07 WIB

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

Energi Terbarukan Kian Murah, Mengapa Masih Sulit Berkembang di Indonesia?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:00 WIB

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Dasco Pasang Badan: Strategi Presiden Dinamis, Tak Bisa Dibatasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:59 WIB

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

Danantara Disorot! Minim Transparansi Jadi Celah Korupsi dan Gerus Kepercayaan Investor

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

Dasco Tegaskan Revisi UU Pemilu Jadi Inisiatif DPR, Komisi II Segera Gelar Pembahasan

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:58 WIB

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

Pertahanan Udara Bahrain Rontokkan 3 Rudal Iran, Situasi Teluk Persia Memanas

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:50 WIB

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

Jangan Cuma Elite, DPR Desak Rakyat Dilibatkan Jadi Mitra SPPG

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:43 WIB

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN, Istana: Mari Kita Tunggu Hasil Kerja Jaksa

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:33 WIB

Pemakaman Ali Khamenei Digelar Juni, Jutaan Pelayat dari Berbagai Negara Diperkirakan Hadir

Pemakaman Ali Khamenei Digelar Juni, Jutaan Pelayat dari Berbagai Negara Diperkirakan Hadir

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:13 WIB

Sahroni: Anggaran BGN Jumbo, Pejabat Jadi Gelap Mata

Sahroni: Anggaran BGN Jumbo, Pejabat Jadi Gelap Mata

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06 WIB