AL Fillipina Bantu Cari 4 WNI ABK Kapal yang Hilang

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 24 Desember 2016 | 14:41 WIB
AL Fillipina Bantu Cari 4 WNI ABK Kapal yang Hilang
Sejumlah anak buah kapal berupaya menolong korban Kapal Motor rombongan peziarah yang tenggelam di Selat Gonzalu. (Antara/STR-Apriani Kerong)

Angkatan Laut Filipina akan membantu melakukan pencarian empat anak buah kapal (ABK) Kapal Perang RI yang sedang melaksanakan pengawalan terhadap kapal ikan Filipina di Perairan Talaud, Sulawesi Utara pada 13 Desember 2016.

"Dalam pelaksanaan operasi pencarian, TNI AL berkoordinasi dengan Naval Fleet East Mindanao (NFEM) Command. Direncanakan dari Angkatan Laut Filipina akan mendukung dan melibatkan satu kapal perangnya yaitu BRP Magat Salamat (PS-20)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig GM Sipulta, di Jakarta, Sabtu (24/12/2016).

Menurut Laksma Gig Sipulta, dengan kondisi cuaca dan geografis di lokasi, sampai saat masih belum dapat ditemukan keempat ABK KRI Layang-635 yang hilang kontak sejak 14 Desember 2016.

Dengan melihat kondisi cuaca dan geografis di lokasi serta pertimbangan operasional, TNI AL mengerahkan tambahan unsur LPD KRI Dr Suharso-990 (kapal rumah sakit) dengan satu Heli Bell dan 1 Heli BO-105 (onboard) yang rencana akan digunakan sebagai kapal markas.

"Kapal berangkat menuju daerah operasi pada Sabtu pagi," kata Kadispenal.

Pencarian, kata Sipulta, juga dilakukan di darat pada pulau-pulau di sekitar lokasi dengan melibatkan semua unsur Lanal Melonguane, Lanal Morotai, Posal Tobelo dengan bantuan dari pemda dan masyarakat sekitarnya.

"Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kemudian, mohon dukungan dan doa agar ke empat ABK KRI Layang dapat ditemukan dengan selamat," kata Kadispenal.

Kejar nelayan Filipina Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Layang-635 dengan Komandan Mayor Laut (P) Agus Susatya tergabung dalam Operasi Siaga Yudha-16 yang melaksanakan patroli di perbatasan Indonesia-Filipina, dalam operasi tersebut telah melaksanakan kegiatan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (terhadap kapal ikan asing bernama Nurhana asal Filipina.

Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, menjelaskan kronologi peristiwa itu, dimana KRI Layang-635 pada tanggal 11 Desember 2016 menuju daerah operasi dalam keadaan siap dan cuaca berdasarkan BMKG cukup baik, selanjutnya pada 13 Desember 2016 KRI Layang-635 mendapat kontak secara visual dengan jarak 5 Nm nampak kapal ikan berbendera Filipina.

Pada hari yang sama pada pukul 17.15 WIT, KRI Layang-635 melaksanakan peran tempur bahaya permukaan dan peran pemeriksaan kepada kapal asing yang melanggar batas wilayah Indonesia.

Geledah Pada titik koordinat 05 49 LU-129 45 BT dilaksanakan penggeledahan oleh Tim Pemeriksa dengan hasil data keterangan, kapal ikan asing Nurhana membawa 24 warga negara asing (WNA) Filipina, dan tidak membawa muatan atau dokumen yang lengkap.

Berdasarkan data tersebut, kata Maman, kapal Filipina Nurhana dikawal menuju Lanal Melonguane dengan data tambahan bahwa kapal kawalan mampu bertahan selama 4,5 hari dengan cepat lima-delapan knots.

Dari informasi ABK Filipina yang mampu berbahasa Indonesia, terdapat 10 kapal ikan asing Filipina berada di 30 Nm sebelah barat dari posisi pemeriksaan KIA Nurhana.

Saat pengawalan prosedur yang telah dilaksanakan diantaranya, Tim Kawal KRI Layang yang diketuai oleh Letda Laut (P) Faisal Dwi Andarta R. terdiri atas empat orang dengan membawa dua pucuk senjata laras panjang, empat magasen dan 60 butir amunisi tajam.

Rencananya kapal akan tiba di Lanal Melonguane pada tanggal 15 Desember 2016 pukul 12.00 WIT. Selanjutnya 21 ABK Nurhana dipindahkan ke KRI Layang-635 serta tersisa tiga orang ABK yaitu juru mudi, juru masak, dan KKM untuk dikawal menuju Pangkalan terdekat.

Tim Kawal yang berada di kapal Nurhana diperintahkan melaporkan situasi, pada posisi setiap tiga jam melalui radio HF frekuensi 20.542 dan FM CH.72 selain itu tim kawal dibekali bahan makanan selama empat-lima hari.

Pada 13 Desember 2016 pukul 18.30 WIT, kapal ikan asing Nurhana diawaki tim kawal dan tiga ABK Filipina menuju Lanal Melonguane, dan KRI Layang-635 melanjutkan patroli sektor menyusuri perbatasan ZEEI. Hingga pukul 21.00 hingga pukul 03.00 WIT tim kawal melaporkan kepada KRI Layang-635 selama pelayaran berjalan aman dan terkendali.

Nnamun pada pukul 06.00 WIT KRI Layang-635 kehilangan kontak tim kawal yang berada di kapal Nurhana. KRI Layang-635 terus melakukan komunikasi sampai dengan pukul 10.30 WIT. Kondisi cuaca yang mulai berkabut ditambah laut yang berombak dan hujan, KRI Layang melaksanakan pencarian kapal Nurhana yang sampai saat ini masih belum ditemukan, melalui penyisiran track kapal kawalan hingga berada di posisi duga pada pukul 06.00 WIT, pada tanggal 14 Desember 2016 pukul 17.15 KRI Layang terjalin komunikasi dengan tim kawal namun posisi kapal kawal tidak dapat diterima dengan baik dan jelas.

Pada tanggal 15 Desember 2016, KRI Layang-635 terus melakukan pencarian dengan menyisir arah timur laut dari Pulau Talaud dengan maneuver zig-zag, dan pukul 12.00 WIT mengubah sektor pencarian menuju arah tenggara secara zig-zag dengan pertimbangan kapal kawalan memiliki kendala untuk mengambil track langsung menuju Melonguane. Karena cuaca buruk, KRI Layang mengubah pencarian kearah barat.

KRI Layang-635 pada tanggal 16 Desember 2016 berkoordinasi dengan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Guspurlatim) menggerakkan pesawat udara P-850 untuk melakukan pencarian dari udara dan KRI Ahmad Yant-351 (AMY) untuk mendukung pencarian dan pengisian bahan bakar kepada KRI Layang.

Sampai dengan 13.30 WIT pesawat P-850 bertolak dari Manado menuju utara Morotai dengan sector pencarian 90 x 35 Nm namun hasil belum ditemukan.

Selanjunya pada tanggal 17 Desember 2016 pada pukul 13.00 WIT, KRI Layang menuju Morotai untuk melaksanakan dukungan kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan, sedangkan KRI Ahmad Yani melaksanakan pencarian dengan luas sektor 170 x 30 Nm di selatan rencana track tim kawal dengan hasil yang masih sama kapal Nurhana belum bisa ditemukan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Tingkatkan Pelayanan WNI di Luar Negeri

Pemerintah Tingkatkan Pelayanan WNI di Luar Negeri

News | Senin, 28 November 2016 | 07:07 WIB

Dua TKI Diculik Kelompok Bersenjata di Malaysia

Dua TKI Diculik Kelompok Bersenjata di Malaysia

News | Minggu, 06 November 2016 | 12:04 WIB

Empat ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia Telah Bebas

Empat ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia Telah Bebas

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 11:03 WIB

Dideportasi Malaysia, WNI Ini Minta Perlindungan Kemenlu

Dideportasi Malaysia, WNI Ini Minta Perlindungan Kemenlu

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 03:02 WIB

Wiranto: 3 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dipulangkan Hari Ini

Wiranto: 3 WNI yang Disandera Abu Sayyaf Dipulangkan Hari Ini

News | Senin, 26 September 2016 | 21:06 WIB

Sembilan dari  177 WNI yang Ditahan Filipina Masih Diperiksa

Sembilan dari 177 WNI yang Ditahan Filipina Masih Diperiksa

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 20:23 WIB

Presiden Filipina Perintahkan 177 WNI Calon Haji Dipulangkan

Presiden Filipina Perintahkan 177 WNI Calon Haji Dipulangkan

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 18:43 WIB

Satu Lagi, WNI Ditahan Otoritas Turki

Satu Lagi, WNI Ditahan Otoritas Turki

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 14:18 WIB

Menlu: Dua Mahasiswi WNI yang Ditangkap di Turki Telah Bebas

Menlu: Dua Mahasiswi WNI yang Ditangkap di Turki Telah Bebas

News | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 10:14 WIB

Hendak Naik Haji dengan Paspor Filipina, 177 WNI Ditahan

Hendak Naik Haji dengan Paspor Filipina, 177 WNI Ditahan

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 19:01 WIB

Terkini

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

Arab Saudi Usir Atase Militer Iran, MBS Disebut Desak Trump Terus Gempur Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 17:10 WIB

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:38 WIB

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:36 WIB

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB