Tewas saat Meliput, Mensos Imbau Perusahaan Pers Jaga Jurnalisnya

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Februari 2017 | 18:59 WIB
Tewas saat Meliput, Mensos Imbau Perusahaan Pers Jaga Jurnalisnya
Karangan bunga untuk Guntoro (29), fotografer Koran Jakarta yang meninggal saat menjalankan tugas jurnalistik meliput banjir di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017). (dok Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengimbau perusahaan pers menjaga jurnalisnya dari kemungkinan bahaya saat meliput bencana alam. Caranya dengan membekali awak jurnalisnya dengan berbagai alat keselamatan terhadap bencana, termasuk asuransi.

Mensos menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Guntoro (29), fotografer Koran Jakarta yang meninggal saat menjalankan tugas jurnalistik meliput banjir di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Saudara Guntoro. Kita doakan beliau damai dan tenang di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan serta keikhlasan menghadapi ujian ini," ujar Mensos di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Khofifah menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan Guntoro dalam mewartakan musibah banjir. Di saat semua orang menjauhi daerah bencana untuk menyelamatkan diri, ia datang dan memotret di lokasi bencana.

Hasil liputan para jurnalis terkait bencana selalu ditunggu banyak pihak. Melalui pemberitaan di media, informasi mengenai kebutuhan pengungsi, titik lokasi bencana, langkah penanganan, serta tindak lanjut pascabencana dapat diketahui masyarakat luas.

"Rasa empati, tanggung jawab dan panggilan hati nuraninya untuk menjalankan tugas jurnalistik yang dilakukan saudara Guntoro layak diapresiasi," kata Mensos.

Mensos mengungkapkan jurnalis merupakan mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Sosial dalam penanggulangan bencana. Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial berada dalam klaster pengungsian dan perlindungan.

"Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos bertugas mendirikan Dapur Umum Lapangan, memberikan Layanan Dukungan Psikososial, menyerahkan Jaminan Hidup (Jadup) korban bencana, menggelontorkan bantuan logistik kepada pengungsi, dan memberikan santunan kepada korban bencana," paparnya.

Melalui jurnalis, lanjutnya, upaya dan gerak cepat pemerintah dalam penanganan kebencanaan tersebut dapat terangkat ke media dan tersampaikan kepada masyarakat. 

baca juga

Perlindungan Terhadap Jurnalis

Mensos mengatakan belajar dari musibah yang dialami Guntoro, ia mengimbau ketika jurnalis meliput di daerah bencana hendaknya mempersiapkan fisik sebaik-baiknya dan mempertimbangkan faktor keamanan. Kepada perusahaan media, ia berharap, dapat membekali jurnalisnya dengan peralatan keselamatan penunjang dan asuransi.

"Medan di lokasi bencana tentu tidak mudah, maka saya berharap rekan-rekan jurnalis dapat membekali diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai kebencanaan dan pastikan fisik dalam kondisi baik," katanya.

Sementara itu mengingat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebanyak 323 kabupaten/kota di Indonesia sangat rawan bencana, maka Mensos menilai penting bagi para jurnalis untuk memperkuat pemahaman dan peningkatan kapasitas peliputan terkait kebencanaan.

"Rencananya dalam waktu dekat Kemensos menggelar bimbingan teknis (bimtek) jurnalis dalam peliputan di lokasi bencana. Pelatihan akan disampaikan oleh TAGANA (Taruna Siaga Bencana) di TAGANA Training Center, Sentul, Bogor,” papar Mensos.

Ia berharap melalui pelatihan ini para jurnalis mendapat pengetahuan yang cukup tentang kebencanaan, mampu menjaga keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, dapat mengali isu apa saja di lokasi bencana yang dapat diangkat tanpa mengekspos kesedihan atau eksploitasi terhadap korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AJI, PWI dan IJTI Setuju Kaji Ulang Tanggal Hari Pers Nasional

AJI, PWI dan IJTI Setuju Kaji Ulang Tanggal Hari Pers Nasional

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:14 WIB

Komunitas Pers Minta Pemerintah Kaji Ulang Hari Pers Nasional

Komunitas Pers Minta Pemerintah Kaji Ulang Hari Pers Nasional

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 11:02 WIB

Agar Jurnalis Tak Jadi Korban Terus, Ini Pesan LBH Pers

Agar Jurnalis Tak Jadi Korban Terus, Ini Pesan LBH Pers

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 12:57 WIB

Atmakusumah Astraatmadja: Situasi Darurat, Pers Indonesia Diobral

Atmakusumah Astraatmadja: Situasi Darurat, Pers Indonesia Diobral

wawancara | Senin, 13 Februari 2017 | 07:00 WIB

AJI Ingatkan Verifikasi Media Tak Langgar Kebebasan Pers

AJI Ingatkan Verifikasi Media Tak Langgar Kebebasan Pers

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 19:09 WIB

Jurnalis di Papua Belum Terbebas dari Intimidasi

Jurnalis di Papua Belum Terbebas dari Intimidasi

News | Senin, 06 Februari 2017 | 09:57 WIB

AJI Jayapura Kritik Kemerdekaan Pers di Papua Masih Minim

AJI Jayapura Kritik Kemerdekaan Pers di Papua Masih Minim

News | Senin, 30 Januari 2017 | 06:10 WIB

Lagi, Wartawan Ditembak Mati Saat Liputan

Lagi, Wartawan Ditembak Mati Saat Liputan

News | Kamis, 05 Januari 2017 | 11:12 WIB

Pimpinan DPR Ingatkan Blokir Media Online Harus Ikuti Prosedur

Pimpinan DPR Ingatkan Blokir Media Online Harus Ikuti Prosedur

News | Rabu, 04 Januari 2017 | 15:15 WIB

5 Undang-Undang yang Berpotensi Merusak Kebebasan Pers

5 Undang-Undang yang Berpotensi Merusak Kebebasan Pers

News | Jum'at, 23 Desember 2016 | 17:36 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×