Basmi 482.000 Hektar Ladang Ganja, Buwas: Diganti Tanaman Pangan

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Rabu, 22 Februari 2017 | 07:07 WIB
Basmi 482.000 Hektar Ladang Ganja, Buwas: Diganti Tanaman Pangan
Sejumlah anggota Polri, TNI dan BNN saat melakukan pemusnahan ladang ganja di Aceh, beberapa waktu lalu. [Antara]

Suara.com - Pemerintah akan memberantas ladang ganja seluas 482.000 hektar yang ada di Aceh, untuk kemudian menggantinya dengan tanaman pangan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso yang ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa.

"Sejumlah kementerian dan lembaga saat ini berkoordinasi untuk menekan produksi ganja dari dalam negeri, khususnya dari Aceh sekitar 482.000 hektar luas ladangnya. Syukur-syukur nanti bisa menghilangkan semua tanaman ganja di Indonesia. Ini yang menjadi prioritas dan menjadi program Presiden," ujar pria yang kerap disapa Buwas itu.

Lahan-lahan ganja tersebut, lanjut dia, rencananya bakal diganti dengan tanaman pangan, di antaranya jagung, cabai, serta sebagian diubah menjadi ladang kopi dan coklat.

Menurut dia program ini juga kelak akan langsung diperkuat Kepala Negara dengan menghadirkan payung hukum berupa keputusan presiden.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menjelaskan alasan pemerintah menginisiasi program tersebut adalah karena persebaran ganja saat ini dinilai sudah meluas dan mengkhawatirkan.

"Masalah ganja bukan hanya ada di Aceh, tapi sudah merebak di beberapa daerah. Bahkan, Papua sekarang juga sudah memproduksi ganja," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah kemudian memutuskan untuk memulai pemberantasan salah satu jenis narkoba ini, dari tahap produksi.

"Jadi tidak ada lagi menanam ganja. Tapi nanti programnya menanam yang lebih produktif, yang nilainya secara ekonomi memang menyejahterakan masyarakat," ujar Buwas. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Amankan 11 Kg Ganja Asal Aceh yang Siap Dikirim

Polisi Amankan 11 Kg Ganja Asal Aceh yang Siap Dikirim

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 06:31 WIB

11 Negara Suplai Narkoba ke Indonesia

11 Negara Suplai Narkoba ke Indonesia

News | Sabtu, 07 Januari 2017 | 04:15 WIB

Peredaran Setengah Ton Ganja Dibongkar dari Jasa Ekspedisi

Peredaran Setengah Ton Ganja Dibongkar dari Jasa Ekspedisi

News | Jum'at, 06 Januari 2017 | 18:12 WIB

Gading Marten dan Gisel Terjaring Razia BNN di Kemang

Gading Marten dan Gisel Terjaring Razia BNN di Kemang

Entertainment | Jum'at, 30 Desember 2016 | 07:31 WIB

Terkini

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB