Kisah Ketua RT Berani Turunkan Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Ahok

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Minggu, 05 Maret 2017 | 13:11 WIB
Kisah Ketua RT Berani Turunkan Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Ahok
Tempat pemakaman di daerah Kalibata [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Daripada memancing permasalahan baru di tengah warganya, akhirnya Ketua RT 7, RW 5, Pulo Kalibata, Jakarta Selatan, memutuskan untuk mencopot spanduk berisi tulisan "pemakaman ini ga nerima bangke orang munafik/pendukung dan pembela penista agama" yang dipasang di pagar kuburan di tanah wakaf. Apalagi, sekarang situasi politik menjelang pilkada Jakarta putaran kedua sedang panas.

Ketika mencopot spanduk pada Jumat (3/3/2016) lalu, Zulkifli sempat bersitegang dengan warga bernama Syukri (43). Syukri merupakan orang yang memasang spanduk tersebut.

"Kalau kejadian pencopotan spanduk kemarin sempat ramai. Sempat cekcok. Karena dia (Syukri) bilang kok nggak ngomong-ngomong main copot aja, saya capek-capek masang. Saya balikin, elu izin nggak sama gue. Dia aja nggak izin main masang-masang saja. Kalau ada izin kan saya pasti tahu," kata Zulkifli kepada Suara.com saat ditemui kediamannya, Minggu (5/3/2017).
 


Zulkifli siap menerima apapun resiko yang akan muncul setelah menertibkan spanduk yang dipasangkan di kuburan keluarga besar Syukri.

"Saya terus terang ketika copot (spanduk) ini saya tahu risikonya. Saya pasti hadapin. Terus terang aja, saya nggak akan takut selama itu kebenaran," kata Zulkifli

Zulkifli menekankan bahwa penertiban spanduk tersebut sama sekali bukan untuk menantang keributan, melainkan demi kebaikan bersama. Dia mencopot spanduk karena banyak warga yang merasa terganggu dengan keberadaannya. Tapi, selama ini warga tidak ada yang berani menurunkannya.

"Mungkin kalau dari warga pada takut. Kan saya copot tuh, bilang kalau dia nanyain. Risikonya biar saya yang tanggung. Ini tapi musti digaris bawahi, bukan saya mau nantang ribut. Saya nggak mau macam-macam, saya juga kasihan sama dia," kata dia.

Syukru mengatakan sebelum menurunkan spanduk, dia terlebih dahulu berembug dengan warganya. Dan banyak warga yang mendukungnya.

"Saya kan juga minta pendapat dari masyarakat. Kan ada group (WhatsApp). 'Copot aja pak daripada nanti jadi masalah.' Lagian juga masangnya nggak ngomong-ngomong," katanya.

Selain meminta pendapat warga, Zulkfili juga berbicara dengan Syukri.

"Saya juga sebelumnya udah kasih teguran. Walaupun tanpa adanya pendekatan persuasif, karena saya sudah tahu ini nggak benar, saya copot," kata dia.

Spanduk tersebut muncul tak lama setelah muncul berisi tulisan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" di sebagian masjid di Jakarta.

Foto-foto spanduk tersebut beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian publik karena momentumnya terjadi menjelang pilkada Jakarta putaran kedua. Pilkada Jakarta putaran kedua diikuti dua pasangan kandidat yaitu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ahok merupakan calon petahana yang kini sedang menjalani proses hukum perkara dugaan penistaan agama.

Spanduk yang terpasang di masjid, saat ini sudah ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:04 WIB

Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan

Viral Lafaz Allah di Tokong, Polisi Tangkap Pemilik Toko Bangunan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:49 WIB

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

News | Senin, 27 April 2026 | 19:58 WIB

Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang

Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:10 WIB

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:07 WIB

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:59 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!

JK Pertimbangkan Lapor Balik Pelapor Kasus Dugaan Penistaan Agama: Mereka Memfitnah Saya!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:01 WIB

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Terkini

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:27 WIB

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:48 WIB

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB

Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik

Enggar Lukita: Rachmat Gobel Terlalu Baik untuk Dunia Politik

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:41 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG

Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:39 WIB

Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!

Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:38 WIB

Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:35 WIB

Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat

Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:32 WIB

Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI

Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:28 WIB

Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian

Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:21 WIB

×