Hujan Deras dan Angin Kencang, Yogyakarta Dilanda Longsor

Selasa, 21 Maret 2017 | 22:13 WIB
Hujan Deras dan Angin Kencang, Yogyakarta Dilanda Longsor
Ilustrasi longsor (Antara)

Suara.com - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (21/3/2017) sore. Hal itu mengakibatkan tanah longsor serta banjir di sejumlah lokasi.

"Belum ada informasi korban jiwa maupun luka pada kejadian tersebut," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Prisyawan di Yogyakarta, Selasa.

Sesuai pendataan sementara hujan deras disertai petir serta angin kencang yang terjadi mulai pukul 16.00 WIB itu mengakibatkan banjir, tanah longsor hingga mobil rusak di Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kulon Progo dan Kabupaten Sleman.

"Sampai saat ini masih dalam proses penanganan. Ditangani oleh BPBD, relawan dan masyarakat," kata dia.

Pristiawan menyebutkan di Kabupaten Sleman angin kencang terjadi di empat lokasi, tanah longsor empat lokasi, kerusakan jaringan listrik satu lokasi, mobil rusak satu lokasi yaitu di kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) akibat tertimpa pohon. Banjir terjadi di Kota Yogyakarta di empat lokasi, kerusakan jaringan listrik satu lokasi, akses jalan terganggu satu lokasi, serta banjir di 8 lokasi.

Di Bantul, peristiwa angin kencang yang disebabkan cuaca ekstrem di satu lokasi, angin kencang, tanah longsor, serta tertutupnya akses julan di satu lokasi. Sedangkan di Kulon Progo sesuai data sementara baru terjadi di satu lokasi.

Kepala Kelompok Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Joko Budiomo menyatakan selama Maret 2017 wilayah Yogyakarta masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai 20-40 milimeter perhari.

Menurut Joko, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ditandai adanya awan terutama awan-awan konvektif (comulonimbus) di langit Yogyakarta. Hujan juga masih berpotensi disertai petir dengan angin kencang dengan durasi singkat.

Ia mengatakan munculnya awan comulonimbus pada siang hingga sore hari dipicu daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin di Samudera Selatan Indonesia dan penghangatan suhu permukaan laut mencapai 29-31 derajat Celcius di Selatan Jawa. (Antara)

Baca Juga: Intensitas Hujan Tinggi, Garut Waspada Longsor dan Banjir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI