Suara.com - Buku yang tak dikembalikan oleh si peminjam, merupakan persoalan klasik dalam dunia perpustakaan. Namun, bagaimana kalau ada seseorang yang baru mengembalikan buku yang dipinjamnya 50 tahun silam pada tahun 2017 ini?
Kasus langka tersebut, seperti dilansir Upi.com, Senin (3/4/2017), sungguh-sungguh terjadi di perpustaan umum The Phillipsburg Free Public Library, di Kota Phillipsburg, Negara Bagian New Jersey, Amerika Serikat.
” Ketika petugas kami memeriksa tempat pengembalian buku, dia kaget menemukan buku yang dipinjam 50 tahun lalu, yakni 1967, dan baru dikembalikan Jumat (31/3) tahun ini. Ini buku yang dipinjam dalam waktu terlama,” tutur Direktur The Phillipsburg Free Public Library, Deb Messling, melalui akun resmi perpustakaan di media sosial Facebook.
Ia mengatakan, buku yang dipinjam 50 tahun lalu itu adalah karangan penulis fiksi ilmiah terkenal Jules Ferne berjudul ”Dropped from the Clouds”.
Seharusnya, kata dia, buku itu dikembalikan oleh si peminjam tanggal 5 Januari 1967.
Ketika dikembalikan, buku itu jauh dari kata layak. Kondisinya sangat buruk karena disimpan pada tempat yang tak baik secara cuaca, dan juga karena faktor usia buku itu sendiri.
Karenanya, Messling memutuskan untuk tak lagi meminjamkan buku tersebut kepada khalayak.
“Apalagi kami memunyai buku yang sama tapi usia penerbitannya masih tergolong muda, jadi kami memutuskan untuk menyimpan buku ini sebagai koleksi dengan kisah yang menarik. Saya yakin, ada seseorang di luar sana yang begitu mencintai buku ini,” tuturnya.
Hingga kekinian, belum diketahui identitas si peminjam, sehingga pihak perpustakaan tak bisa mempertanyakan keterlambatan serta mengenakan denda.
Biasanya, perpustakaan itu mengenakan denda USD10 sen per hari untuk keterlambatan pengembalian buku. Nah, kalau dikalkulasikan selama 50 tahun, maka si peminjam seharusnya membayar denda USD1.800 atau setara Rp 25 juta.
“Tapi, kami memutuskan untuk mengenakan denda hanya USD3 untuk si peminjam. Asalnya ia mau menemui kami dan menceritakan kenapa ia terlambat mengembalikan buku, dan apa alasannya masih mau mengembalikan buku itu,” tuturnya.