Mantan Ketua MK Ikut Minta Sidang Tuntutan Ahok Ditunda

Reza Gunadha, Nikolaus Tolen

Sabtu, 08 April 2017 | 16:11 WIB
Mantan Ketua MK Ikut Minta Sidang Tuntutan Ahok Ditunda
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie didampingi anggota Anna Erliyana dan Nur Hidayat Sardini memimpin sidang kode etik di gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/4).

Suara.com - Mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, meminta Pengadilan Negeri Jakarta Utara menunda sidang tuntutan terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia mengatakan, penundaan itu untuk menunjukkan penegakan hukum sangat terpisah dari kepentingan politik. Selain itu, juga untuk membantu menjaga stabilitas keamanan ibu kota jelang putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 19 April  2017.

"Sebaiknya hukum dan politik itu harus dipisahkan. Jadi, jadwal sidang bisa ditunda dulu sampai setelah pencoblosan dan penghitungan suara. Supaya tenang dulu, kan cuma beberapa minggu," katanya di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4/2017).

PN Jakut sedianya menggelar sidang kasus dugaan peniadaan agama dengan terdakwa Ahok, Selasa (11/4) pekan depan. Sidang tersebut berdekatan dengan masa tenang kampanye putaran kedua yang akan berakhir pada tanggal 15 April 2017.

Jimly yang kekinian menjabat Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu mengkhawatirkan terjadi aksi massa kalau sidang benar-benar digelar sesuai jadwal yang sudah dibuat.

Ia meyakini, saat Mantan Bupati Belitung Timur tersebut dituntut, pasti banyak pihak akan marah. Baik yang tak setuju terhadap tuntutan, juga pihak yang menyetujui.

"Banyak orang yang menilai usul penundaan sidang adalah bentuk intervensi. Itu orang tidak mengerti masalah. Kita kan bukan hanya hidup untuk hukum. Sebaliknya, Hukum dibuat untuk kita ini hidup secara demokratis dan beradab," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua DKPP Jimly Asshidiqie: Maraknya Isu SARA Bersifat 'Musiman'

Ketua DKPP Jimly Asshidiqie: Maraknya Isu SARA Bersifat 'Musiman'

News | Sabtu, 08 April 2017 | 14:00 WIB

Mantan Ketua MK Gerah Atas Ganasnya Isu SARA di Pilgub DKI

Mantan Ketua MK Gerah Atas Ganasnya Isu SARA di Pilgub DKI

News | Sabtu, 08 April 2017 | 13:51 WIB

Deklarasi Paguyuban Subang, Djarot Diarak Sisingaan

Deklarasi Paguyuban Subang, Djarot Diarak Sisingaan

News | Sabtu, 08 April 2017 | 13:39 WIB

Ahok Tolak Namanya Dijadikan Nama Masjid Raya

Ahok Tolak Namanya Dijadikan Nama Masjid Raya

News | Sabtu, 08 April 2017 | 09:52 WIB

Perkenalkan, Basuki Nurul Qomar si Sunan Kalijodo

Perkenalkan, Basuki Nurul Qomar si Sunan Kalijodo

News | Sabtu, 08 April 2017 | 08:55 WIB

Ahok-Djarot Tanggapi Wacana Ibu Kota Dipindahkan ke Palangkaraya

Ahok-Djarot Tanggapi Wacana Ibu Kota Dipindahkan ke Palangkaraya

News | Jum'at, 07 April 2017 | 23:29 WIB

Jaksa Tak Keberatan Sidang Ahok Ditunda Sampai Pilkada Selesai

Jaksa Tak Keberatan Sidang Ahok Ditunda Sampai Pilkada Selesai

News | Jum'at, 07 April 2017 | 19:55 WIB

Ahok Berharap Ditolong Oleh Jaksa

Ahok Berharap Ditolong Oleh Jaksa

News | Jum'at, 07 April 2017 | 19:34 WIB

"Sunan Kalijodo", Julukan GP Ansor buat Ahok

"Sunan Kalijodo", Julukan GP Ansor buat Ahok

News | Jum'at, 07 April 2017 | 18:11 WIB

Fahri Hamzah Curigai Polisi Terlibat di Kasus Ahok

Fahri Hamzah Curigai Polisi Terlibat di Kasus Ahok

News | Jum'at, 07 April 2017 | 19:49 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×