Siapakah Sekte Saksi Yehova yang Disebut AntiPancasila?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Juli 2017 | 12:46 WIB
Siapakah Sekte Saksi Yehova yang Disebut AntiPancasila?
Situs Saksi Yehuwa. (jw.org)

Suara.com - Pascapembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini ada dorongan untuk juga membubarkan sebuah sekte di kalangan Kristen, yaitu Saksi Yehova. Sekte itu disebut antipancasila oleh Pengamat Politik yang juga pendukung Joko Widodo saat Pilpres 2014 lalu, Boni Hargens.

Siapa sebenarnya sekte ini? Suara.com menelusuri profil sekte ini lewat situs resminya jw.org. Sekte ini juga bisa disebut dengan nama Saksi-Saksi Yehuwa.

Dalam majalah resmi terbitan komunitas Saksi Yehova, Sadarlah! terbitan 2010, Saksi Yehova adalah sebuah agama yang diorganisir oleh organisasi bernama Jehovah's Witnesses atau Jehovas Zeugen. Mereka ingin mengembalikan kekristenan di awal kemunculan. Saksi-Saksi Yehova mengaku bukan sekte karena tidak memisahkan diri dari gereja.

Dalam situs jw.org menjelaskan nama Yehova atau Yehuwa adalah nama pribadi Allah (Tuhan Kristinani). Sementara kata ‘saksi’ adalah orang yang menyatakan pandangan atau kebenaran yang ia yakini.

“Jadi, nama Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan bahwa kami adalah sekelompok orang Kristen yang menyatakan kebenaran tentang Yehuwa, Pencipta segala sesuatu. (Penyingkapan [Wahyu] 4:11) Kami memberikan kesaksian kepada orang lain melalui cara hidup kami dan dengan menceritakan apa yang kami pelajari dari Alkitab.—Yesaya 43:10-12; 1 Petrus 2:12,” tulis dalam situs itu.

“Kami berasal dari ratusan etnik dan bahasa, tetapi kami semua dipersatukan karena tujuan yang sama. Yang terutama, kami ingin menghormati Yehuwa, Allah dalam Alkitab dan Pencipta segala sesuatu. Kami berusaha sebisa-bisanya untuk mengikuti Yesus Kristus dan bangga disebut Kristen. Kami semua secara rutin membantu orang-orang untuk belajar Alkitab dan Kerajaan Allah. Karena kami bersaksi, atau berbicara, mengenai Allah Yehuwa dan Kerajaan-Nya, kami dikenal sebagai Saksi-Saksi Yehuwa,” tulis situs itu mengenalkan diri di halaman muka.

Berdasarkan data mereka di 2016, terakhir pengikut saksi Yehova di seluruh dunia ada 8.340.982 orang. Jumlah mereka dihitung berdasarkan anggota yang sudah dibaptis sebagai Saksi Yehuwa dan mereka yang belum dibaptis. Untuk menjadi anggota, mereka tidak dikenakan biaya apapun. Namun ada pihak ‘baik’ yang memberikan sumbangan ke mereka.

Dalam sejarah modern, Saksi Yehova ini dimulai pada akhir abad ke-19. Saksi Jehova ini berdiri dari sekelompok kecil siswa Alkitab yang tinggal dekat Pittsburgh, Pennsylvania, di Amerika Serikat. Mereka mulai menganalisis Alkitab secara sistematis. Mereka membandingkan doktrin-doktrin yang diajarkan di gereja dengan apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.

“Di dalam kelompok siswa Alkitab yang tulus itu, ada pria bernama Charles Taze Russell. Meskipun Russell memimpin pekerjaan pendidikan Alkitab kala itu dan merupakan editor pertama Menara Pengawal, ia bukanlah pendiri agama baru. Tujuan Russell dan Siswa-Siswa Alkitab, yaitu sebutan mereka waktu itu, adalah mengumumkan ajaran Yesus Kristus dan meniru kegiatan dari sidang jemaat Kristen abad pertama. Karena Yesus adalah pendiri Kekristenan, kami percaya bahwa dia adalah pendiri organisasi kami,” tulis situs itu lagi.

baca juga

Dalam berkegiatan, Saksi Yehova mengklaim tidak meminta sumbangan dari jemaatnya.

“Tidak ada kolekte di pertemuan ibadah kami, dan para hadirin tidak diharuskan memberikan perpuluhan. (Matius 10:7, 8) Sebaliknya, kotak sumbangan disediakan di tempat-tempat pertemuan kami bagi mereka yang ingin menyumbang. Nama penyumbang tidak diumumkan.”

Masih di dalam situs itu, sumbangan itu digunakan untuk menolong korban bencana alam, membangun tempat ibadah di negara berkembang, dan untuk mencetak serta mengirim Alkitab dan bacaan Kristen lainnya.

“Setiap orang memutuskan sendiri apakah ia mau menyumbang untuk membayar pengeluaran setempat, kegiatan sedunia, atau keduanya. Setiap sidang jemaat membuat laporan keuangan rutin untuk diketahui anggota sidang,” jelasnya.

Kantor Pusat Saksi Yehova di Warwick, New York, AS. Mereka mempunyai pemimpin pusat dengan jabatan Badan Pimpinan. Mereka adalah Samuel Herd, Geoffrey Jackson, Stephen Lett, Gerrit Lösch, Anthony Morris III, Mark Sanderson, dan David Splane. Mereka melakukan tugas mereka di kantor pusat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yusril Khawatir dengan Kedudukan Hukum HTI

Yusril Khawatir dengan Kedudukan Hukum HTI

News | Kamis, 27 Juli 2017 | 00:56 WIB

Mendagri Sebut Sanksi PNS yang Terlibat HTI Akan Pemecatan

Mendagri Sebut Sanksi PNS yang Terlibat HTI Akan Pemecatan

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 16:14 WIB

Wiranto Merasa Gugatan HTI ke MK Tak Perlu Ditanggapi

Wiranto Merasa Gugatan HTI ke MK Tak Perlu Ditanggapi

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 15:54 WIB

Wiranto: HTI Dibubarkan karena Anti Pancasila kok Masih Dibela

Wiranto: HTI Dibubarkan karena Anti Pancasila kok Masih Dibela

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 13:13 WIB

Purnawirawan TNI Polri Dukung Jokowi Bubarkan HTI

Purnawirawan TNI Polri Dukung Jokowi Bubarkan HTI

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 20:00 WIB

Ada TNI dan Polri yang Terjerumus ke Ideologi AntiPancasila

Ada TNI dan Polri yang Terjerumus ke Ideologi AntiPancasila

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 13:52 WIB

Mendagri: PNS yang Terlibat HTI Harus Mundur

Mendagri: PNS yang Terlibat HTI Harus Mundur

News | Senin, 24 Juli 2017 | 14:31 WIB

NU: Pemerintah Jangan Gamang Tindak Perongrong NKRI

NU: Pemerintah Jangan Gamang Tindak Perongrong NKRI

News | Senin, 24 Juli 2017 | 06:06 WIB

Imdadun Rahmat: Pembubaran HTI di Antara HAM dan Radikalisme

Imdadun Rahmat: Pembubaran HTI di Antara HAM dan Radikalisme

wawancara | Senin, 24 Juli 2017 | 07:00 WIB

Terkini

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×