240 Tenaga Desmigratif Pastikan TKI Aman Bekerja di Luar Negeri

Fabiola Febrinastri

Kamis, 02 November 2017 | 08:55 WIB
240 Tenaga Desmigratif Pastikan TKI Aman Bekerja di Luar Negeri
Sebanyak 240 pendamping Desmigratif dari seluruh Indonesia mengikuti bimbingan teknis cara bermigrasi yang aman bagi calon TKI, Jakarta, 30 Oktober-2 November 2017. (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Sebanyak 240 pendamping Desa Migran Produktif (Desmigratif) dari seluruh Indonesia mengikuti bimbingan teknis cara bermigrasi yang aman bagi calon pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Acara ini dilaksanakan oleh Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, 30 Oktober-2 November 2017.

Desmigratif adalah salah satu upaya pemerintah untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para TKI yang bekerja di luar negeri dan keluarganya, sejak dari kampung halaman, saat bekerja, hingga kembali ke kampung halaman. Sebagai tahap awal, dipilih 122 desa kantong TKI dari berbagai daerah sebagai pelaksana program.

"Guna memastikan program berjalan sesuai dengan idealitas yang diharapkan, pemerintah merekrut tenaga pendamping Desmigratif. Tiap desa, dua tenaga pendamping," kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemnaker, Maruli A. Hasoloan, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Untuk memastikan tugas tenaga pendamping Desmigratif berjalan maksimal, lanjut Maruli, pemilihannya ditentukan oleh musyawarah desa dan harus berasal dari desa setempat.

Selama empat hari, para pendamping akan mendapatkan bimbingan teknis tentang program Desmigratif, memahami peluang, dan tata cara bekerja di  luar negeri yang aman, memahami 
layanan informasi pasar kerja online di pusat layanan migrasi, dan memahami  model  pemberdayaan TKI setelah kembali ke kampung halaman.

Maruli menjelaskan, salah satu pemicu terjadinya pengiriman TKI ilegal dan perdagangan orang adalah keterbatasan informasi tentang bermigrasi yang benar, dan lamanya proses pengurusan pada layanan migrasi. Dengan mendekatkan layanan migrasi dan info pasar kerja di luar negeri secara online di desa-desa kantong TKI, serta pelayanan cepat, diharapkan tak terjadi lagi pengiriman TKI secara ilegal.  

Selain bimbingan soal layanan migrasi, para pendamping Desmigratif juga mendapatkan materi tentang koperasi, usaha mikro bagi keluarga TKI, dan matan TKI. Mereka juga mendapat cara pengelolaan uang remitansi TKI, pengetahuan tentang perlindungan dan pengasuhan anak  untuk program community parenting bagi anak TKI, memahami bahaya human trafficking, perlindungan TKI sebelum berangkat, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman, BPJS Ketenagakerjaan, dan materi terkait lainnya.

Turiyah, salah satu pendamping Desmigratif dari Desa Kuripan Watumalang, Wonosobo, Jawa Tengah, mengatakan, bimbingan teknik menambah kapasitas pendamping tentang layanan migrasi yang cepat dan mendapatkan informasi bekerja di luar negeri yang komprehensif.

"Temuan di kampung kami, ada warga menjadi TKI ilegal karena ada iming-iming dari calo. Hal ini tak akan terjadi kalau warga dapat informasi yang cukup tentang tata cara bekerja di luar negeri dan serta layanan yang cepat," ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Novianto, pendamping Desmigratif dari  Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah.

"Dengan layanan yang cepat dan lengkap, calon TKI dan keluarganya merasa tenang," katanya.

Saat ini, desanya sedang merintis koperasi untuk TKI dan keluarganya.

Program Desmigratif melibatkan 11 kementrian dan lembaga, yaitu Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Ekonomi Kreatif.

Pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia, BRI, BNI,  Bank Dunia, PT Sampoerna, dan sejumlah lembaga swasta lainnya.

Pada 2018, Desmigratif akan dikembangkan di 130 desa kantong TKI yang lain, dan 150 desa pada 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menaker: Majukan SDM Pekerja, Jangan Nomorduakan Masalah Vokasi

Menaker: Majukan SDM Pekerja, Jangan Nomorduakan Masalah Vokasi

News | Rabu, 01 November 2017 | 11:30 WIB

UU Pekerja Migran Baru Disahkan, TKI Makin Terlindungi

UU Pekerja Migran Baru Disahkan, TKI Makin Terlindungi

News | Rabu, 01 November 2017 | 10:37 WIB

DPR Sahkan RUU PPMI Jadi UU

DPR Sahkan RUU PPMI Jadi UU

News | Rabu, 25 Oktober 2017 | 16:13 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×