Wiranto: Pendatang yang Disandera Dikembalikan ke Asalnya

Siswanto

Senin, 20 November 2017 | 20:38 WIB
Wiranto: Pendatang yang Disandera Dikembalikan ke Asalnya
Menkopolhukam Wiranto [suara.com/Delfia Cornelia]

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan warga pendatang yang sempat disandera di Desa Banti dan Desa Kimbely, Timika, Papua, akan dikembalikan ke daerah asal agar peristiwa penyanderaan oleh kelompok kriminal bersenjata tidak terulang kembali.

"Ada usulan mengembalikan para pendatang. Yang datang di daerah itu untuk pendulang emas. Sebab, kalau nanti kita biarkan ke daerah itu, pasti akan terulang lagi, terulang lagi, dan terulang lagi. Karena daerah itu memang sangat terisolasi," ucap Wiranto kepada wartawan di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dia menuturkan semuanya akan dipulangkan ke daerah asal. Bukan hanya beda daerah, tetapi suku yang bukan asli di Tembagapura.

"Kita berusaha mengembalikan mereka. Yang berasal dari Jawa kita kembalikan ke Jawa, yang berasal dari suku lain di Papua kita kembalikan ke tempat asalnya," kata Wiranto kepada wartawan usai rapat khusus mengenai kondisi Papua.

Wiranto menegaskan nantinya yang boleh bertempat tinggal di sana adalah suku Amungme karena sudah dikenal dan tidak akan diganggu kelompok bersenjata tersebut.

Dia menjelaskan operasi pengejaran kelompok kriminal bersenjata akan tetap dilakukan tim gabungan TNI dan Polri.

"Mereka memang kriminal, mereka mengancam rakyat, memalak rakyat, menyandera rakyat pakai senjata. Tapi di benaknya juga ada instrumen separatisme," ujar purnawirawan Jenderal bintang empat.

Ia mengapresiasi atas kerja keras prajurit TNI dan personel Polri yang berhasil membebaskan warga yang dalam penyanderaan di dua desa, di Timika.

"Perlu kita berikan apresiasi kepada prajurit yang telah mampu melakukan pembebasan para sandera tanpa korban," tutur Wiranto.

Wiranto mengapresiasi Presiden Joko Widodo, Polri, dan TNI.

“Jadi pertama-tama tentu juga menyampaikan apresiasi dari Presiden Jokowi tentang keberhasilan kita, aparat kepolisian dan TNI membebaskan Sandra yang ada di Kabupaten Timika ya dan saya kira sudah dilansir media secara meluas tapi tentu perlu kita berikan apresiasi kepada para prajurit yang telah mampu melakukan pembebasan para sandera tanpa korban antar aparat sandera,” kata Wiranto.

Wiranto mengatakan pembebasan tersebut merupakan perjuangan yang tidak mudah, mengingat medannya tidak sama seperti kota-kota di Pulau Jawa.

“Ini tentu sesuatu hal yang tidak mudah ya, karena medannya memang sangat sulit sekali, kita tidak bisa membayangkan bahwa medannya seperti kota-kota di Jawa ya, bukan, tetapi Medan yang untuk dicapai saja sudah memerlukan sesuatu perjuangan yang cukup berat,” kata Wiranto.

Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meluruskan opini yang menyimpang mengenai konflik di Papua dan Papua Barat.

“Kita juga akan melakukan suatu operasi opini pelurusan opini ya,” kata Wiranto.

“Tadi menkominfo tadi juga ada di sini, kami berikan satu tugas untuk memelopori bagaimana kami meluruskan opini-opini negatif, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” Wiranto menambahkan.

Wiranto mengatakan selama ini banyak spekulasi yang beredar di media sosial yang tidak obyektif.

“Dengan kejadian ini banyak unsur opini-opini yang beredar di masyarakat lewat medsos, banyak spekulasi-spekulasi yang muncul, oleh karena itu banyak sekali opini-opini yang sekarang salah, opini-opini yang tidak objektif, opini yang negatif, opini yang bersifat justru membangun kebencian,” kata Wiranto.

Opini-opini menyimpang tersebut akan dinetralisir lewat operasi opini dengan memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat dan dunia internasional.

“Tentu ini akan kita lawan dengan operasi opini dan berikan suatu penjelasan yang benar kepada masyarakat dan dunia internasional,” kata Wiranto.

“Nah itu yang penting, sehingga jangan sampai ada tuduhan-tuduhan yang biasa kita hadapi seperti kesewenang-wenangan, ada brutalitas dari aparat keamanan ada ketidakadilan bukan, tapi betul-betul, kita justru melindungi warga negara Indonesia yang tersandera oleh tadi (Kelompok Kriminal Separatisme Bersenjata),” Wiranto menambahkan. [Handita Fajaresta/Delfia Cornelia]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 15:52 WIB

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

Sopir Travel Tewas Ditembak KKB, Menyelesaikan Konflik Papua Tak Bisa Hanya Andalkan TNI

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:34 WIB

Bukan Intel, 4 Korban Penembakan KKB Dipastikan Warga Sipil

Bukan Intel, 4 Korban Penembakan KKB Dipastikan Warga Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 14:19 WIB

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 13:40 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:19 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Pasar Kripto Menguat, CFX10 Naik 5,44% dalam Sepekan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:40 WIB

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Road to Pertamina Eco RunFest 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:37 WIB

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bangladesh Panggil Striker Fulham hingga Pemain Liga Jepang: Siap Teror Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 09:35 WIB

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:34 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.628.000/Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:30 WIB

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

×