Kasus Terorisme, Kepolisian Malaysia Tangkap Lima WNI

Rizki Nurmansyah

Jum'at, 22 Desember 2017 | 20:44 WIB
Kasus Terorisme, Kepolisian Malaysia Tangkap Lima WNI
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Suara.com - Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap 20 orang teroris pada kurun waktu 30 November hingga 15 Desember 2017. Lima diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Mereka ditangkap dalam operasi di Johor, Selangor, Kuala Lumpur dan Sandakan," ujar Kepala Polisi Negara Polis Diraja Malaysia, Irjen Tan Sri Dato Sri Mohamad Fuzi Bin Harun di Kuala Lumpur, Jumat (22/12/2017).

Fuzi mengatakan, selain lima WNI, teroris yang ditangkap, yakni tujuh orang warga Malaysia, tujuh warga Filipina dan seorang warga negara Afrika.

"Penangkapan pertama pada 30 November 2017 di Pontian Johor yang melibatkan pelaku WNI berusia 24 tahun. Pelaku adalah salah seorang ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang merancang mengumpul dana di Malaysia sebelum ke Suriah," paparnya.

Pelaku, ujar Fuzi, juga terlibat dalam insiden pengeboman di Bandung, Jawa Barat pada Juli 2017 sebelum menyusup masuk ke Malaysia.

"Penangkapan kedua pada 1 Desember 2017 di Bandara Antarbangsa Kuala Lumpur melibatkan pelaku usia 46 tahun bekas guru Sekolah Rendah di Kuching. Pelaku adalah anggota grup WhatsApp 'The Rise Of Jundullah," ungkapnya.

Fuzi mengatakan, penangkapan ketiga terjadi pada 4 Desember 2017 di Sandakan, Sabah, melalui kerja sama dengan Eastern Sabah Security Command (ESSCOM) melibatkan penahanan empat WNI berusia 31 hingga 38 tahun.

Mereka memasuki Malaysia secara ilegal dari Tarakan dan Nunukan serta merancang untuk menyusup ke selatan Filipina untuk bergabung dengan kelompok teroris di sana.

"Penangkapan ke empat terjadi pada 6 Desember 2017 di Kuala Lumpur melibatkan seorang laki-laki Filipina yang berusia 50 tahun. Pelaku mempunyai hubungan saudara dengan Abu Sayyaf Group. Pelaku merekrut warga Filipina di sekitar Kepong Kuala Lumpur untuk menyertai kelompok Abu Syyaf di selatan Filipina," tuturnya.

baca juga

Penangkapan ke lima, ujar dia, terjadi pada 10 Desember 2017 di Sandakan, Sabah, melibatkan enam warga Malaysia dan lima warga Filipina berusia 16 hingga 47 tahun yang ditangkap karena merancang hendak bergabung ke kelompok teroris di Filipina selatan.

"Penangkapan ke enam pada 10 November di Johor melibatkan seorang warga Filipina. Pelaku masuk daftar pelaku terorisme di Filipina," ucapnya.

Penangkapan ke tujuh, ujar dia, pada 15 Desember 2017 di Bandara KLIA yang melibatkan seorang warga di utara Afrika berusia 31 tahun yang pernah ditangkap di Turki pada September 2016 karena terlibat terorisme di Irak. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:11 WIB

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

Balasan Rudal Iran Menyasar Pusat Komando Pasukan Khusus Amerika Serikat di Suriah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 12:54 WIB

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:50 WIB

Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya

Sudah Hapus Ribuan Foto tapi Memori WhatsApp Tetap Penuh? Ini 3 Cara Mengatasinya

Tekno | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:10 WIB

Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!

Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:21 WIB

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Entertainment | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:12 WIB

Mengucapkan Belasungkawa dengan Stiker WhatsApp, Etis atau Tidak?

Mengucapkan Belasungkawa dengan Stiker WhatsApp, Etis atau Tidak?

Your Say | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:50 WIB

WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau

WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 15:15 WIB

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:20 WIB

Terkini

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:45 WIB

×